Posts Tagged ‘ tentara ’

[Video Mengerikan] Menolak Menembak Demonstran Anti Pemerintah Libia, 130 Prajurit Libia Di Tembak Mati

Lebih dari seratus prajurit Libya menemui ajal karena keberanian mereka menentang perintah keji rezim Muammar Khadafi. Mereka menolak perintah untuk menembaki para demonstran antipemerintah. Namun sebagai akibatnya, para tentara itu ditembak mati!

Hal itu disampaikan organisasi Federasi HAM Internasional atau International Federation for Human Rights (IFHR) yang mendapatkan video amatir yang memperlihatkan eksekusi tersebut.

Dalam video itu seperti diberitakan Press TV, Kamis (24/2/2011), terlihat jasad sekitar 130 tentara yang tewas dengan tangan-tangan mereka diikat ke belakang tubuh mereka. Para prajurit yang memberontak itu ditembak mati di al-Baida dekat Kota Benghazi.

Khadafi yang menolak mundur telah memerintahkan pasukannya untuk menembaki para demonstran. Namun belakangan bertambah banyak tentara yang menolak perintah tersebut.

Sumber-sumber medis mengatakan pada IFHR bahwa mereka telah melihat adegan pembantaian di Benghazi. Tentara-tentara bayaran menembak secara acak ke para demonstran di kota terbesar kedua di Libya tersebut. Rumah-rumah sakit di kota tersebut dipenuhi dengan mayat-mayat dan para korban yang terluka akibat serangan orang-orang pendukung Khadafi.

IFHR menegaskan, kekerasan terhadap para demonstran di Libya merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan yang harus diajukan ke International Court of Justice.

Setidaknya 1.000 orang dilaporkan telah tewas akibat kekerasan yang dilakukan pasukan keamanan terhadap para demonstran sejak pekan lalu. Ratusan demonstran yang tewas telah dikuburkan secara massal di sebuah pantai di Tripoli, ibukota Libya.

Pasukan Libya menggunakan senjata-senjata berat pada Rabu, 23 Februari lalu untuk membubarkan massa. Bahkan aparat juga melakukan pemeriksaan dari rumah ke rumah untuk mencari para demonstran antipemerintah. (Vivanews)

Kisah Sedih Dan Pilu Militer Amerika Serikat Di Medan Perang

menjadi tentara karena arogansi pemerintahannya bukanlah pilihan yang baik. namun menunggu perang yang tiada berakhir juga merupakan suatu kenistaan yang buruk. betapa tidak tentara-tentara amerika seperti dijadikan sebuah alat dan tameng kepentingan serta kekuasaan segelintir orang yang mempunyai rencana busuk sementara mereka para tentara berjuang mengumpulkan dan menyembunyikan ketakutan akan kehilangan nyawa tiba-tiba tanpa tahu apa sebenarnya yang mereka cari dan pertahankan.

Spesialis William B Allen adalah petugas medis Angkatan Darat AS yang bertugas mendampingi dua putaran tur perang di Irak. Ia menghabiskan 27 bulan di sana. Dia baru saja menyelesaikan program tiga-minggu pengobatan untuk Gangguan Stres Pasca Trauma atau Post Traumatic Stress Disorder (PTSD) pada Warrior Combat Stress Reset Center di Fort Hood, pangkalan militer terbesar AS di dunia.

“Menjadi pasukan medis di medan tempur, kami harus ‘hidup’ selama 24 jam sehari. Kami menangani peristiwa korban massal, atau pembom bunuh diri wanita yang meledakkan rumah sakit tiga kali berturut-turut. Kami lah orang yang merespon itu. Saya ‘meledak’ beberapa kali dalam hidup saya.

“Ketika Anda kembali ke Amerika Anda akan terus menjadi seseorang yang hiper. Insomnia akan menghingapi Anda setiap empat bulan sekali. Saya benar-benar menjadi gila.

“Saya mulai minum alkohol, menggunakan narkoba, bahkan terpikir untuk bunuh diri. Saya lelah terus bermimpi buruk, saya ingin menemui teman saya yang sudah mati.

“Saya pernah berada di pusat rehabilitasi narkoba selama sebulan. Saya konsultasi dengan ahli psikologi. Waktu itu, penyembuhannya hanya dengan ‘minumlah pil ini.’”

“Kemudian mereka menempatkan saya dalam program ini. Mereka bilang saya akan menjalani reiki, pijat, yoga, akupunktur, dan yang terpikir pertama kali dalam pikiran saya, saya akan menjalani pengobatan mistis atau voodoo.

“Ketika saya berada dalam kondisi ini, saya benar-benar marah terhadap segala sesuatu. Semuanya membuat saya jengkel dan murka. Saya benar-benar takut.

“Tapi kemudian, pikiran saya menjadi terbuka, karena saya yakin, saya akan melakukan sesuatu yang terbaik. Dalam beberapa hari terapi alternatif komplementer itu, saya merasakannya. Saya menjadi realistis.

“Saya bisa tidur lebih baik sekarang. Minggu lalu, saya tidur tanpa obat penenang sepanjang malam, dengan menggunakan teknik pernapasan, teknik relaksasi.

“Bagian yang sulit bagi saya adalah kembali ke medan perang. Kembali sebagai petugas medis dan berurusan dengan peluru, amputasi, kematian yang mengerikan … Saya tidak yakin bahwa saya benar-benar ingin melakukannya.

“Tapi saya bisa membantu dengan aspek-aspek lain—konseling, atau merawat. Ada banyak jiwa yang perlu disembuhkan juga. Segala sesuatu harus diperhitungkan, dan pada saat ini saya tidak keberatan menyebarkan aspek seperti itu.

“Hal yang disayangkan adalah fasilitas konseling ini tidak ada yang mencukupi. Ada 12 tentara pada satu waktu, di mana ada bisa 1.200 prajurit yang mungkin perlu konseling dan perawatan.

“Semua orang terpengaruh. Saya tidak pernah menemukan satu orang pun yang tidak terpengaruh. Akhirnya tak peduli siapa pun Anda, perang akan selalu memengaruhi Anda. Perang akan mengubah jiwa Anda.”[sumber]