Posts Tagged ‘ Pintar ’

[Video Mengharukan] Seekor Anjing Yang Menunjukkan Pemadam Kebakaran Lokasi Majikannya Yang Terperangkap Dalam Rumah Yang Terbakar

Buddy, seekor anjing penggembala jerman, menjadi penyelamat setelah ia berhasil menunjukkan jalan kepada tim pemadam kebakaran yang sedang mencari rumah “tuan” si buddy yang terperangkap didalam rumah yang kebakaran. kesetiaan anjing ini kepada majikannya telah membuat ia dianugerahi gelar pahlawan di alaska.dia akan menerima piringan perak sebagai bukti jasanya yang sangat besar. atas bantuannya “sang tuan hanya mengalami luka bakar di wajahnya

Advertisements

Ketika Garuda Cerdas Indonesia Terbang ke Negeri Orang

lama tidak menulis, malam ini tangan menjadi gatal karena lama tidak menulis, banyak hal sebenarnya yang ingin disampaikan dan di tumpahkan namun entah mengapa kewajiban tugas akhir sebagai mahasiswa dan hobi bermain bulutangkis akhirnya terabaikan juga kegiatan tulis menulis.
sambil ngetik-ngetik tugas akhir, waktu bimbingan kemarin dengan dosen pembimbing yang hebat. jadi teringat dengan banyaknya putra bangsa yang hebat-hebat dan brilian yang seharusnya menjadi asset bagi negeri ini malah di caplok oleh negeri orang lain. emang ya negeri ini adalah negeri yang gak pernah belajar dari pengalaman masalah di caplok. lihat saja tenaga kerjanya yan belrimpah di caplok di begeri orang dan dengan bangga mengatakannya sebagai sebuah anugerah karena menyumbang devisa (sebuah alasan klasik pemerintah karena tidak sanggup menyediakan lapangan kerja bagi warganya). lihat lagi pencaplokan kebudayaan indonesia mulai dari batik, keris, angklung, reog onorogo (katanya visit indonesia 2010, tapi yang terjadi adalah budaya kita banyak di curi orang, sebuah potret bahwa pemerintah tidak pernah serius menangani budaya, apa gunanya ada departemen kebudayaan….cuma buat gemukin kabinet kali ya). belum lagi kasus pencurian pulau dari ambalat, sebatik (mungkin negara ini terlalu pemurah karena sudah luas sekali, jadi kasihan ma negeri tetangga yang sempit)…dan semuanya nanti udah di caplok baru mulai kebakan jenggot, dari awal gak ada kesiapan untuk menjaga….Tugas berat nih bagi pemuda bangsa selain tugas membayar hutang negara yang bertumpuk..(kalo kita minta pemuda indonesia untuk di makzulkan gimana ya, kita-kira boleh gak ya?).
kembali ke manusia-manusia indonesia yang pada dasarnya cerdas (saking mau cerdasnya manusia indonesia kita bisa lihat tuh di gedung DPR, kalo berdebat gak ada ujung pangkalnya sampai sampai kata kotor juga keluar, udha jadi anggota DPR masih suka syuting, belum cukup kali ya…heheheheh). pada dasarnya semua manusia indonesia itu pintar, hanya karena pemerintah ini kurang sekali dalam mengurus masalh pendidikan, katanya sih 20 % tapi sampai sekarang gak kelihatan tuh hasilnya, yang buta aksara masih banyak, anak jalanan bertambah banyak jumlahnya (indikasinya kalau pendidikan sudah baik dan gratis, pendidikan harus sudah bisa mengakomodir anak jalanan sehingga anak jalannanya jumlahnya harus turun), belum lagi biaya kuliah masih mahal.
Sedikit diketahui bahwa putra-putri Indonesia telah banyak mengukir prestasi di kancah dunia internasional. Mereka seolah-oleh hilang di telan bumi dan itu pun di dukung dengan kurangnya perhatian kita bersama, dalam hal ini khususnya pemerintah.

Putra-putri terbaik bangsa itu harus puas mengabdikan diri mereka di negara orang. Padahal jika ditanyai satu persatu maka mereka akan sepakat menjawab bahwa mereka sangat ingin kembali ke tanah air. Mereka sangat berharap bahwa mereka bisa memberikan konstribusi bagi bangsa Indonesia. Memberikan prestasi terbaik di dalam negeri sendiri sebagai upaya meningkatkan nama baik Indonesia di muka dunia internasional.

Tetapi apa yang terjadi? Cita-cita dan keinginan mereka itu harus pupus di tengah jalan, lantaran mereka sendiri telah berulang kali dikecewakan oleh bangsanya sendiri. Bila di negeri orang (Amerika, Jerman, Swedia, Jepang, Singapura, dll) mereka mendapatkan perhatian dan pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan yang dimiliki, maka di tanah air mereka harus menelan pil kekecewaan karena “tidak dipakai” alias apa yang telah menjadi prestasi mereka sebelumnya (berkelas dunia) tidak mendapatkan perhatian dan dukungan yang semestinya. Meskipun mereka rela melamar bahkan hingga ada yang pernah melamar di 50 perusahaan beragam. Atau meski harus merelakan bahwa jika di negeri orang mereka mendapatkan fasilitas dan penghasilan yang layak namun memilih untuk kembali ke tanah air walau dengan banyaknya kekurangan. Tetapi itu tidak membuat para penguasa, elit politik dan pemilik modal menjadi perhatian dan mendukung mereka sepenuhnya. Bahkan berdasarkan pengalaman yang ada maka orang-orang pintar itu harus terpaksa meninggalkan tanah pertiwi karena senantiasa dicurigai, dianggap tidak penting dan memang mereka tidak diberikan atau memiliki pekerjaan.

Dari beberapa alasan diatas itulah maka akhirnya mereka mengaku masih betah mengabdi di mancanegara. Mereka belum berniat untuk berkiprah di tanah air, karena mereka trauma ilmu yang mereka raih dengan susah payah itu tidak mendapatkan penghargaan yang selayaknya. Selain itu, sudah tidak bisa disangkal lagi, mutu pendidikan di Indonesia banyak dikeluhkan berbagai kalangan. Dari tahun ke tahun selalu fasilitas sarana dan pendanaan yang menjadi faktor kendala utama. Dan ini tentu saja berakibat mutu lulusannya dipertanyakan. Kita mungkin sudah ketinggalan jauh di tingkat regional Asia Tenggara, terutama dari negara Singapura atau Malaysia.

Di tengah keterpurukan soal mutu dunia pendidikan kita, ternyata tidaklah sama dengan tingkat intelegensi manusia Indonesianya. Sejumlah orang Indonesia ternyata banyak yang berotak encer. Mereka bekerja di luar negeri seperti di Eropa, Amerika dan Jepang. Bahkan berhasil menduduki posisi penting.

Sebagai motivasi, marilah kita menilik beberapa prestasi yang telah diukir oleh putra-putri terbaik bangsa Indonesia di kancah Internasional tetapi mereka kini bekerja dan hidup serta mendapat penghargaan di negeri orang . Diantaranya adalah sebagai berikut :

1. DR. Andreas Raharso (Kepala Risets Global Hey Group)

Pria berusia 44 tahun itu saat ini menduduki pimpinan atau CEO pada sebuah lembaga riset global Hay Group yang berkantor di Singapura. Hay Group sendiri mempunyai jaringan di hampir belahan dunia dan berkantor pusat di Amerika. Klien dari Hay Group ini kebanyakan adalah para pimpinan dunia seperti Amerika serikat, Perancis dan Inggris. Jabatan yang diraih Andreas Raharso cukup fenomenal, karena merupakan satu-satunya orang Asia yang berhasil menduduki posisi puncak. Selama ini jabatan itu didominasi warga Amerika dan Eropa.

2. Prof. DR. Kent Sutanto

Barangkali gelar akademis yang diraih Kent Sutanto ini tentulah langka. Pria kelahiran Surabaya 1951 silam itu meraih gelar doktor di Jepang. Tidak tanggung-tanggung gelar doktor yang diraih Kent di negeri sakura itu sebanyak empat gelar dari universitas yang bebeda. Saat ini Kent Sutanto mengajar di Universitas Waseda, kampus almamaternya. Selain itu Kent Sutanto juga sebagai dosen tamu di Universitas Venesia, Italia. Karena otaknya yang cemerlang, pria asal Surabaya yang sudah 35 tahun tinggal di Jepang itu mendapat kepercayaan pemerintah setempat duduk di MITI, semacam Departemen dan Perindustrian Jepang.

3. Prof. Yow Pin Liem

Satu lagi orang Indonesia yang berhasil menduduki posisi penting adalah Profesor Yow Pin Liem. Pria 49 tahun asal Cirebon, Jawa Barat itu adalah pimpinan dan pendiri sebuah perusahaan riset Pro Thera Biologisc di Rhode Island, Amerika Serikat. Di tempat riset Prof Yow ini sudah banyak berkontribusi melakukan penelitian terutama masalah pemahaman seputar molekul kanker dan anthrax.

4. Suhendra
Pria kelahiran Jakarta, 17 November 1975 itu, saat ini bekerja pada Badan Peneliti Jerman, BAM di Berlin. Alumnus Universitas Diponegoro Semarang itu berhasil bekerja sebagai peneliti di Jerman setelah meraih gelar doktor di sebuah univeritas teknik di Jerman. Uniknya, Suhendra yang ahli di bidang metal eksplosif itu membiayai kuliahnya dengan bekerja serabutan dan mengumpulkan botol bekas.

5. Prof Dr-Ing BJ habibie

Habibie merupakan anak keempat dari delapan bersaudara, pasangan Alwi Abdul Jalil Habibie dan R.A. Tuti Marini Puspowardojo. Alwi Abdul Jalil Habibie lahir pada tanggal 17 Agustus 1908 di Gorontalo dan R.A. Tuti Marini Puspowardojo lahir di Yogyakarta 10 November 1911. Ibunda R.A. Tuti Marini Puspowardojo adalah anak seorang spesialis mata di Yogya, dan ayahnya yang bernama Puspowardjojo bertugas sebagai penilik sekolah. B.J. Habibie adalah salah satu anak dari tujuh orang bersaudara.[1]

B.J. Habibie menikah dengan Hasri Ainun Besari pada tanggal 12 Mei 1962, dan dikaruniai dua orang putra, yaitu Ilham Akbar dan Thareq Kemal.[2]

Ia belajar teknik mesin di Institut Teknologi Bandung tahun 1954. Pada 1955-1965 ia melanjutkan studi teknik penerbangan, spesialisasi konstruksi pesawat terbang, di RWTH Aachen, Jerman Barat, menerima gelar diplom ingineur pada 1960 dan gelar doktor ingineur pada 1965 dengan predikat summa cum laude.
Habibie pernah bekerja di Messerschmitt-Bölkow-Blohm, sebuah perusahaan penerbangan yang berpusat di Hamburg, Jerman, sehingga mencapai puncak karier sebagai seorang wakil presiden bidang teknologi. Pada tahun 1973, ia kembali ke Indonesia atas permintaan mantan presiden Suharto.

Ia kemudian menjabat sebagai Menteri Negara Riset dan Teknologi sejak tahun 1978 sampai Maret 1998. Sebelum menjabat Presiden (21 Mei 1998 – 20 Oktober 1999), B.J. Habibie adalah Wakil Presiden (14 Maret 1998 – 21 Mei 1998) dalam Kabinet Pembangunan VII di bawah Presiden Soeharto.

Ia diangkat menjadi ketua umum ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia), pada masa jabatannya sebagai menteri. sekarang memilih tinggal di jerman walaupun masih sering bolak-balik ke indonesia. kalau mau tahu nama asli dan gelar si bapak…nah ini dia Prof. Dr. Ing. Dr. Sc. HC Mult. Bacharuddin Jusuf Habibie

6. Prof. Nelson Tansu Phd.

Dia asli orang Indonesia yang prestasinya diakui dunia internasional. Pria kelahiran Medan 20 Oktober 1977, ini sudah meraih 11 penghargaan dan memiliki tiga hak paten atas penemuan risetnya. Pada usia 25 tahun ia telah berhasil meraih gelar PhD di University of Wisconsin, Madison, dan kemudian langsung mengajar mahasiswa S-3.
Dia menjadi profesor di universitas ternama Amerika, Lehigh University, Pensilvania, mengajar para mahasiswa di tingkat master (S-2), doktor (S-3), bahkan post doctoral Departemen Teknik Elektro dan Komputer.Lebih dari 84 hasil riset maupun karya tulisnya dipublikasikan di berbagai konferensi dan jurnal ilmiah internasional. Sering diundang menjadi pembicara utama di berbagai seminar, konferensi dan pertemuan intelektual, terutama di Washington DC.
Selain itu, dia sering datang ke berbagai kota lain di AS dan luar AS seperti Kanada, sejumlah negara di Eropa, dan Asia. Yang mengagumkan, sudah ada tiga penemuan ilmiahnya yang dipatenkan di AS, yakni bidang semiconductor nanostructure optoelectronics devices dan high power semiconductor lasers.Di bidang itu, ia mengembangkan teknologi yang mencakup semiconductor lasers, quantum well dan quantum dot lasers, quantum intersubband lasers, InGaAsN quantum well dan quantum dots, type-II quantum well lasers, dan GaN/AlGaN/InGaN semiconductor nanostructure optoelectronic devices. Teknologi tersebut diterapkan dalam aplikasi di bidang optical communication, biochemical sensors, sistem deteksi untuk senjata, dan lainnya.
Meski sudah hampir satu dekade ia berada di AS, hingga sekarang ia masih memegang paspor hijau berlambang garuda. Pria ganteng kelahiran Medan, 20 Oktober 1977, ini mengaku mencintai Indonesia. Ia tidak malu mengakui bahwa Indonesia adalah tanah kelahirannya. “Saya sangat cinta tanah kelahiran saya. Dan saya selalu ingin melakukan yang terbaik untuk Indonesia,” katanya serius. “Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar dan merupakan bangsa yang mampu bersaing dengan bangsa-bangsa besar lainnya. Tentu saja jika bangsa kita terus bekerja keras,” kata Nelson lagi.
Nelson Tansu adalah anak kedua di antara tiga bersaudara buah hati pasangan Iskandar Tansu dan Lily Auw yang berdomisili di Medan, Sumatera Utara. Kedua orang tua Nelson adalah pebisnis percetakan di Medan. Mereka adalah lulusan universitas di Jerman. Abang Nelson, Tony Tansu, adalah master dari Ohio, AS. Begitu juga adiknya, Inge Tansu, adalah lulusan Ohio State University (OSU). Tampak jelas bahwa Nelson memang berasal dari lingkungan keluarga berpendidikan.Dalam perjalanan hidup dan karirnya, ia mengakui mendapat dukungan yang besar dari keluarga terutama kedua orang tua dan kakeknya. “Mereka menanamkan mengenai pentingnya pendidikan sejak saya masih kecil sekali,” ujarnya.

Ketika Nelson masih SD, kedua orang tuanya sering membanding-bandingkan Nelson dengan beberapa sepupunya yang sudah doktor. Perbandingan tersebut sebenarnya kurang pas. Sebab, para sepupu Nelson itu jauh di atas usianya. Ada yang 20 tahun lebih tua. Tapi, Nelson kecil menganggapnya serius dan bertekad keras mengimbangi sekaligus melampauinya.
Waktu akhirnya menjawab imipian Nelson tersebut. “Jadi, terima kasih buat kedua orang tua saya. Saya memang orang yang suka dengan banyak tantangan. Kita jadi terpacu, gitu,” ungkapnya. Nelson mengaku, mendiang kakeknya dulu juga ikut memicu semangat serta disiplin belajarnya. “Almarhum kakek saya itu orang yang sangat baik, namun agak keras. Tetapi, karena kerasnya, saya malah menjadi lebih tekun dan berusaha sesempurna mungkin mencapai standar tertinggi dalam melakukan sesuatu,” jelasnya.
Saat usia SD itu pulalah, Nelson kecil gemar membaca biografi para ilmuwan-fisikawan AS dan Eropa. Selain Albert Einstein yang menjadi pujaannya, nama-nama besar seperti Werner Heisenberg, Richard Feynman, dan Murray Gell-Mann ternyata sudah diakrabinya. “Mereka hebat. Dari bacaan tersebut, saya benar-benar terkejut, tergugah dengan prestasi para fisikawan luar biasa itu. Ada yang usianya muda sekali ketika meraih PhD, jadi profesor, dan ada pula yang berhasil menemukan teori yang luar biasa. Mereka masih muda ketika itu,” jelas Nelson penuh kagum.Berkat kegemarannya membaca itu, sejak kecil Nelson sudah mempunyai cita-cita yang besar. “Sejak SD kelas 3 atau kelas 4 di Medan, saya selalu ingin menjadi profesor di universitas di Amerika Serikat. Ini benar-benar saya cita-citakan sejak kecil,” ujarnya dengan wajah serius.
Seiring dengan perjalanan waktu, Nelson meniti tangga pendidikan mengejar cita-cita masa kecilnya. Sebelum bertolak ke Amerika, lulusan terbaik SMU Sutomo 1 Medan 1995 ini lolos menjadi finalis Tim Olimpiade Fisika Indonesia. Sukses ini membuat dirinya mendapat tawaran beasiswa dari Bohn’s Scholarships untuk kuliah di jurusan matematika terapan, teknik elektro, dan fisika di Universitas Wisconsin-Madison, Amerika Serikat.
Masuk kampus September 1995, laki-laki berdarah Tionghoa ini menyandang gelar bachelor of science hanya dalam tempo dua tahun lebih sembilan bulan. Predikatnya pun summa cum laude. Setelah merampungkan S-1-nya di bidang applied mathematics, electrical engineering, and physics pada 1998, ia kebanjiran tawaran beasiswa dari berbagai perguruan tinggi top di Amerika. Meski ada tawaran dari universitas yang peringkatnya lebih tinggi, ia memilih tetap tinggal di Universitas Wisconsin dan meraih gelar doktor di bidang electrical engineering pada Mei 2003.
Selama bersekolah di sana, berkat beasiswa yang diperolehnya, orang tua Nelson hanya membiayai hingga tingkat S-1. Selebihnya berkat kerja keras dan prestasi Nelson sendiri. Biaya kuliah tingkat doktor hingga segala keperluan kuliah dan kehidupannya ditanggung lewat beasiswa universitas. “Beasiswa yang saya peroleh sudah lebih dari cukup untuk membiayai semua kuliah dan kebutuhan di universitas,” katanya.
Selama menggarap program doktornya, Nelson terus mengukir prestasi. Berbagai penghargaan dikoleksinya, antara lain WARF Graduate University Fellowships dan Graduate Dissertator Travel Funding Award. Bahkan, penelitan doktornya di bidang photonics, optoelectronics, dan semiconductor nanostructires meraih penghargaan tertinggi di departemennya, yakni The 2003 Harold A. Peterson Best ECE Research Paper Award.
Setelah menyandang gelar doktor, Nelson mendapat tawaran menjadi asisten profesor dari berbagai penjuru universitas di Amerika. Peluang menggiurkan ini menjauhkan minatnya untuk kembali ke Tanah Air. Akhirnya, awal 2003, di usianya yang ke-25, ia memilih Lehigh University, dan menyandang gelar asisten profesor di bidang electrical and computer engineering. Di AS, itu merupakan gelar untuk guru besar baru di perguruan tinggi. “Walaupun saya adalah profesor di jurusan electrical and computer engineering, riset saya sebenarnya lebih condong ke arah fisika terapan dan quantum electronics,” jelasnya.
Lehigh University merupakan sebuah universitas unggulan di bidang teknik dan fisika di kawasan East Coast, Negeri Paman Sam. Ia berhasil menyisihkan 300 doktor yang kehebatannya tidak diragukan lagi. “Seleksinya ketat sekali, sedangkan posisi yang diperebutkan hanya satu,” ujarnya menggambarkan situasi saat itu.Lelaki penggemar buah-buahan dan masakan Padang itu mengaku lega dan beruntung karena dirinya yang terpilih. Menurut Nelson, dari segi gaji dan materi, menjadi profesor di kampus top seperti yang dia alami sekarang sudah cukup lumayan. Berapa sih lumayannya? “Sangat bersainglah. Gaji profesor di universitas private terkemuka di Amerika Serikat adalah sangat kompetitif dibandingkan dengan gaji industri. Jadi, cukup baguslah, he…he…he…,” katanya, menyelipkan senyum.
Sebagai intelektual muda, dia menjalani kehidupannya dengan tiada hari tanpa membaca, menulis, serta melakukan riset. Tentunya, dia juga menyiapkan materi serta bahan kuliah bagi para mahasiswanya. Kesibukannya itu bertumpu pada tiga hal yakni yakni, learning, teaching, and researching. Boleh jadi, tak ada waktu sedikit pun yang dilalui Nelson dengan santai. Di sana, 24 jam sehari dilaluinya dengan segala aktivitas ilmiah. Waktu yang tersisa tak lebih dari istirahat tidur 4-5 jam per hari.
Selama mengajar di kampus, karena wajahnya yang masih muda, tak sedikit insan kampus yang menganggapnya sebagai mahasiswa S-1 atau program master. Dia dikira sebagai mahasiswa umumnya. Namun, bagi yang mengenalnya, terutama kalangan universitas atau jurusannya mengajar, begitu bertemu dirinya, mereka selalu menyapanya hormat: Prof Tansu. “Di semester Fall 2003, saya mengajar kelas untuk tingkat PhD tentang physics and applications of photonics crystals. Di semester Spring 2004, sekarang, saya mengajar kelas untuk mahasiswa senior dan master tentang semiconductor device physics. Begitulah,” ungkap Nelson menjawab soal kegiatan mengajarnya.
Selama September hingga Desember atau semester Fall 2004, dia mengajar kelas untuk tingkat PhD tentang applied quantum mechanics for semiconductor nanotechnology. “Selain mengajar kelas-kelas di universitas, saya membimbing beberapa mahasiswa PhD dan post-doctoral research fellow di Lehigh University ini,” jelasnya saat ditanya mengenai kesibukan lainnya di kampus.
Peran dan keberadaan para ilmuwan sangat dihargai dan dihormati di sana. Selain itu, fasilitas riset yang sangat ia butuhkan juga menunjang komitmennya untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang bermanfaat bagi negara dan dunia.

Walaupun dikelilingi oleh berbagai fasilitas yang lengkap, hidup di perantauan membuatnya harus memendam rindu pada keluarga, teman, dan makanan khas Indonesia. Namun, kerinduan itu terobati dengan peluang berkarya yang lebih besar dan gaji yang cukup di universitas swasta ternama seperti tempatnya bekerja.Ia memang tak mau menyebut angkanya. Tapi, sebagai gambaran, kata Nelson, rata-rata US$ 10.000 per bulan plus fasilitas kesehatan. “Jumlah ini cukup kompetitif dengan gaji yang ditawarkan dunia industri,” kata ilmuwan muda yang rajin memberi ceramah di berbagai universitas di Amerika dan Eropa ini.
Meski memilih menetap di Amerika, ahli semikonduktor untuk serat optik ini mengaku akan mempertimbangkan dengan serius kalau pemerintah sungguh-sungguh membutuhkannya.

Ditanya soal pacar, Nelson tersipu-sipu dan mengaku belum punya. Padahal, secara fisik, dengan tinggi 173 cm, berat 67 kg, dan wajah yang cakep khas Asia, Nelson mestinya mudah menggaet (atau malah digaet) cewek Amerika. “Ha… ha… ha…. Pertama, saya ini nggak ganteng ya. Tapi, begini, mungkin karena memang belum ketemu yang cocok dan jodoh saja. Saya sih, kalau bisa, ya dengan orang Indonesia-lah. Saya sih nggak melihat orang berdasarkan kriteria macem-macem. Yang penting orangnya baik, pintar, bermoral, pengertian, dan mendukung,” paparnya panjang lebar sambil tersipu malu.

12 Anak Hebat Sepanjang Sejarah:Masa Kecil Untuk Torehan Tinta Emas Sejarah

Kodrat anak kecil yang baru lahir adalah melakukan banyak pembelajaran, beradaptasi dengan lingkungan, melakukan banyak hal yang dilkukan anak kecil seperti belajar berjalan, belajar ngomong, maen boneka, maen mobil-mobilan, masak-masakan, maen robot-robotan, rebutan maenan.
Anak-anak di bawah ini melampaui kodrat mereka di saat anak-anak yang lain masih sibuk dengan dunianya. Mereka telah menumbangkan dunia dengan hal-hal yang unik dan mengukir nama mereka di tinta emas dunia sebagai “kecil-kecil cabe rawit”.
Yuk lihat profil mereka di bawah, anda bisa memilih mau mejadi siapa dan keahliannya yang anda sukai, kalaupun anda tidak bisa, mungkin bisa menjadi pembelajaran bagi kita untuk kedepannya, siapa tahu kita bisa punya anak yang bisa bikin kita bangga di kemudian hari.

1.Kim Ung-Yong

Manusia Ber-IQ Tertinggi di Dunia. Lahir pada tahun 1963, Anak Korea ini dinobatkan sebagai manusia jenius di seluruh dunia. Bayangkan Pada unur 4 tahun, dia sudah bisa membaca huruf Jepang, Korea,Jerman,Inggris. Pada umur 5 tahun ia mampu memacahkan masalah pada soal kalkulus. ia mencatatkan dirinya pada Guinness Book of World Records dengan “Highest IQ” 210.

Kim Ung-Yong Kim Ung-Yong (lahir 7 Maret 1963) mungkin merupakan orang superjenius, yang masih hidup saat ini, tercatat dalam catatan resmi Guinness Book of Record sebagai manusia dengan IQ tertinggi saat ini, yaitu 210.

Kim mulai menempuh pendidikan di Universitas jurusan Fisika di saat usianya masih 3 tahun, dapat membaca dan menulis dalam 4 bahasa (Inggris, Korea, Jepang dan Jerman) pada saat ia berusia 4 tahun. Pada usia 4 tahun, ia menunjukkan kemampuannya menyelesaikan soal kalkulus integral dan differential yang sangat kompleks pada suatu acara TV di Jepang, menunjukkan kemahirannya dalam menguasai 4 bahasa yang dia kuasai dan menulis puisi.

Pada saat Usia 7 tahun, ia diundang untuk ke Amerika oleh NASA, mendapatkan gelar professor Ph. D dalam bidang Fisika di Colorado State University sebelum ia berusia 16 tahun, semasa berkuliah ia juga bekerja sebagai researcher di Nasa dan melanjutkan pekerjaan tersebut sampai pada tahun 1978 ketika ia memutuskan untuk kembali ke Korea, mendalami bidang Teknik Sipil, yang sama sekali berbeda dari bidang yang ia dalami sebelumnya (Fisika) dan berhasil mendapat gelar Doktor pada bidang teknik sipil.

2. Gregory Smith
Mendapatkan Penghargaan Nobel Pada Usia 12. Lahir pada tahun 1990, Gregory Smith mencatatkan namanya pada nobel perdamaian berkat usahanya dalam mendirikan International Youth Advocates. Perkumpulan Orang muda seluruh dunia. Ia pernah bertemu langsung dengan Presiden Bush, dan juga Michael Gorbacev. Lahir pada tanggal 9 Juni 1989. Gregory Smith terdengar seperti nama yang biasa. Tapi berdasarkan Biro Sensus Amerika Serikat, Smith adalah nama keluarga yang paling umum, pada survei berada pada daftar lima besar. Sedangkan Gregory berada pada daftar 40 besar nama depan yang paling umum.

Anak ini istimewa karena dia bergelar sarjana. Lulus Cum Laude strata satu untuk bidang matematika, juga sejarah dan biologi. Smith mendirikan sebuah lembaga amal(fondasi) yang telah dia pikirkan untuk masa depannya. “(lembaga amal)Fondasi akademik yang saya dirikan akan saling menghubungkan masa depan yang didalamnya berkontribusi untuk negara saya dan memeberi pelayanan pada dunia.” Kini Smith bekerja di Universitas Virginia departemen matematika. Smith juga memperoleh beasiswa yang sangat penting, Jack Kent Ccooke Award. Beasisiwanya cukup untuk membayar sekolahnya hingga gelar doktor(Ph. D ). Beasiswanya sebesar 50000 dolar AS per tahun.

Smith juga berencana melanjutkan studi pada bidang riset biomedis, kedirgantaraan, da hubungan internasional. Smith adalah co-chair dari World of Children Award. Dia bersanding dengan Muhammad Ali pada organisasi tersebut. The World of Children Award mengingatkan banyak orang untuk mendedikasikan hidupnya membantu anak-anak diseluruh dunia. Smith juga adalah pendiri International Youth Advocates. Misi IYA adalah melindungi anak muda dari kekerasan dan menyediakan pelayanan edukasi yang baik dan kondisi penghidupan yang baik dan juga layak. Organisasi ini bekerja sama dengan Christian Chldren’s Fund dan World Centers of Compassion for Children. Bersama – sama , organisasi tersebut mengumpulkan materi edukasi dan suplai medis dan mengantarkannya pada orang-orang di seluruh dunia.

Fantastiknya, Smith tiga kali dinominasikan sebagai calon penerima Hadiah Nobel Perdamaian. Pertama pada tahun 2002, kedua pada tahun 2003 dan ketiga kalinya pada tahun 2004. smith bekerja di suatu perusahaan yang didalamnya ada beberapa tokoh yang kini kita kenal , termasuk banyak figur pada dunia politik. Diantaranya, mantan presiden Amerika Serikta-Bill Clinton, mantan presiden Rusia-Michael Gorbachev, Nobelis Perdamaian tahun 1984-Desmond Tutu, Nobelis Perdamaian tahun 1976-Betty Williams.

Dia juga sama seperti anak muda lainnya. Suka bermain. Inilah deskripsinya tentang dirinya sendiri: Saya telah diberikan pemberian yang spesial yaitu kapabilitas luar biasa untuk belajar dan memegang teguh apa yang telah saya pelajari. Hal ini penting untuk mengingatkan bahwa saya tidak tahu apapun; faktanya, saya sedikit tahu dari gambaran yang ditunjukkan kearifan dan pengetahuan. Saya bekerja sangat keras dan menikmati perburuanku terhadap pengetahuan!Perburuan pengetahuan bukanlah kontes untuk melihat siapa yang lebih pandai atau siapa yang telah meraih tingkatan yang paling tinggi. Ini adalah riset untuk menjawab pertanyaan yang membingungkan masyarakat dan memimpin kita untuk menghentikan kekerasan pada dunia yang tanpa perdamaian. Saya ingin mengubah siklus ini.

Saat ditanya apa yang dilakukan Greg untuk bersenang-senang, jawabnya:”Mempelajari itu menyenangkan. Membaca itu menyenangkan. Saya juga menikmati permainan dengan teman-teman—bermain sepak bola, tenis, basket, dan permainan-permaina komputer.”

3.Akrit Jaswal

akrit Jaswal adalah seorang anak India yang disebut-sebut sebagai “the world’s smartest boy”. Akrit meraih perhatian publik ketika pada tahun 2000, dia melakukan pengobatan medis pertamanya. Saat itu dia berumur 7 tahun. Pasiennya, seorang anak perempuan lokal berumur 8 tahun yang tidak mampu berobat ke dokter. Tangan anak perempuan itu terbakar api, menyebabkan jari-jarinya dalam posisi menggenggam dan tidak bisa dibuka. Akrit belum pernah mendapatkan latihan atau pengalaman di bidang pembedahan sebelumnya, akan tetapi dia mampu melakukan pembedahan sehingga jari-jari anak perempuan tersebut dapat terbuka kembali dan mampu untuk menggunakan fungsi tangannya sebagaimana mestinya.

Akrit memfokuskan kepandaiannya ke bidang pengobatan dan pada umur 12 tahun, dia mengklaim bahwa dia sedang dalam penelitian untuk penyembuhan penyakit kanker. Saat ini dia sedang menjalani kuliahnya di jurusan Science di Chandigarh College dan merupakan mahasiswa termuda yang pernah diterima oleh Universitas di India.

4.Cleopatra Stratan

Bocah Penyanyi Berusia 3 Tahun dengan Gaji 1000€ per lagu. Lahir Pada 6 Oktober 2002 di Chisinau. ia adalah pencatat sejarah di Industri musik sebagai seorang penyanyi. Dengan albumnya tahun 2006 La vârsta de trei ani (”pada usia 3″). Dia mencatat record seorang artis cilik yang tampil diatas panggung dengan ribuan penggemarnya. Dia juga menerima penghargaan MTV Award dalam Artis termuda yang mencetak #1 Hit.

Pavel stratan, ayah dari Cleopatra sedang berada di studio rekaman dengan Cleopatra yang masih bersia 3 tahun sdang bermain-main, secara tiba-tiba ia meraih microphone dan mulai bernyanyi bersama pavel ayahnya. Setiap orang ang berada di studio sangat terkesan sehingga mereka menyelesaikan rekaman pada saat itu dengan lagu yang menampilkan Cleopatra sebagai penyanyi utama, dan menyarankan bahwa dia kan menjadi penyanyi yang lebih muda dari Shirley Temple. Dia akan tercatat di dunia sebagai orang palin muda yang pernah bernyanyi di panggung dan merekam albumnya sendiri di Rumania, moldova dan seluruh dunia dengan jumlah fans yang snagat banyak. Beberapa lagunya telah direkam dalam bahasa inggris dan spanyol. Dia juga sukses di jepang. Umur 3 tahun telah mendapatkan double platinum untuk penjualan lebih dari 150 ribu keeping di Rumania. Ayahnya kemudian mengumumkan pada desember 2006 bahwa sampai album berikutnya, sekitar setahun atau 2 tahun lagi, dia tidak aka terlihat menyanyi lagi.

5.Aelita Andre

Pelukis di usia 2 tahun. Anak kelahiran Australia ini, baru berumur dua tahun sudah menunjukkan kualitasnya sebagai jenius, ia memiliki sebuah gedung pertunjukkan untuk karya-karya abstraknya. Pada mulanya Mark Jamieson, direktur dari Brunswick Street Gallery di Melbourne’s Fitzroy. Tertarik melihat sebuah poto lukisan dari Aelita Andre. dan dia menginginkannya bergabung dalam grupnya karena bakat lukisannya itu. Ketika undangan telah dibuat, ia baru saja menyadari bahwa Aelita adalah anak yang masih berumur 22 bulan. Namun ia tetap melanjutkan pertunjukannya itu.

KISAH ini berawal dari usulan seorang fotografer kepada Direktur Brunswick Street Gallery, Mark Jamieson, agar menyertakan lukisan-lukisan Aelita Andre dalam pameran lukisan yang akan digelar di balai seni Melbourne Fitzroy. Fotografer itu memperlihatkan sejumlah foto lukisan Aelita tanpa menyebut siapa Aelita dan berapa usianya. Melihat foto-foto lukisan itu, Jameison tertarik dan memasukkan nama Aelita sebagai salah satu peserta pameran.

Untuk mempromosikan pameran tersebut, Jameison membuat iklan-iklan yang dipasang di majalan seni Art Almanac dan Art Collector. Setelah undangan tersebar, iklan dipasang, barulah sang direktur tahu kalau salah satu peserta pameran adalah bocah yang usianya belum genap dua tahun. Usianya saat itu baru 22 bulan. Jameison kaget luar biasa. Dia sungguh tak bisa membayangkan kalau karya-karya yang disodorkan padanya adalah karya bocah yang baru belajar berjalan.

Saya sangat terkejut, jujur saja, juga sedikit malu,” kata Jamieson mengungkapkan reaksi pertamanya ketika tahu Aerlita masih sangat bocah. “Saya sempat merasa ragu, sempat muncul pikiran untuk membatalkan keikutsertaannya. Karena meski karyanya menarik, tapi dia masih terlampau muda. Lalu saya pikir lagi, mengapa tidak memberinya kesempatan,” tutur Jamieson.

Ia mengatakan, Brunswick Street Gallery memunyai kebijakan untuk membantu mempromosikan seniman-seniman pemula, namun belum pernah yang berusia semuda Aelita. Akhirnya Jamieson memutuskan untuk tetap membolehkan karya Aelita ikut dipamerkan. Meski diakuinya, beberapa orang mengeritik bahwa ia telah melakukan kesalahan.

Aelita Andre, kini menjadi buah bibir di Australia, juga kalangan seniman lukis dunia. Pasalnya,karya-karyanya yang brilian yang dianggap melampaui usianya. Bisa jadi dia adalah pelukis termuda di dunia yang telah menggelar pameran, jika prestasinya ini diusulkan ke Guinness World Record.

Kehebohan muncul saat pameran di balai seni Melbourne Fitzroy. Lukisan abstrak berwarna cerah yang digantung berdampingan dengan karya pelukis terkenal, membuat para pemerhati lukisan tercengang. Mereka kaget karena di samping lukisan abstrak itu terdapat foto Aelita Andre dan penjelasan bahwa dialah yang pelukisnya.

Tak menunggu waktu lama, lukisannya pun dibeli pengunjung. Potensi yang dimiliki Aelita tidak disia-siakan penyelenggara pameran yang memberi kesempatan bocah ini berpameran tunggal. Dalam tempo singkat, Aelita memiliki penggemar yang terpaksa harus mengantre untuk bisa memiliki lukisan-lukisannya berharga ribuan dolar.

Sejauh ini, bocah yang masih suka digendong oleh orangtuanya ini, telah menghasilkan 20 lukisan. Melihat kualitas karyanya, orang menyebut Aelita adalah bocah jenius. Namun tak sedikit yang mengeritik orangtuanya. Mereka dianggap terlalu memaksakan anaknya yang sebenarnya masih terlalu muda untuk dipaksa ‘bekerja’ dan menjadi ‘tambang emas’. Tapi orangtuanya menolak anggapan demikian, menurut mereka, melukis adalah hobinya.

Aelita belajar melukis sebelum bisa berjalan. Seperti anak-anak pada umumnya, pelajaran menggambar di kelompok bermain, menjadi kegiatan yang paling digemarinya. Di hadapan kertas putih, Aelita bisa menjadi sangat serius membentuk garis-garis yang dia inginkan. Bisa jadi bakatnya menurun dari kedua orangtuanya, Michael dan Nikka yang memang seniman. Suatu ketika, ayahnya meletakkan selembar kanvas dan sejumlah cat di lantai dan mengajari Aelita cara melukis dengan cat.

Bocah ini tampak begitu gembira, dan mulai melukis dengan jarinya yang telah dicelupkan pada cat. Michael membiarkan anaknya melakukan sekehendak hatinya pada kanvas itu. Lalu, Michael kembali meletakkan sebuah kanvas lain, dan Aelita pun dengan tekun melukisnya.

Michael begitu tercengang dengan hasil karya anaknya. Begitu hidup dan ekpresif, goresannya kuat. “Dia menyelesaikan lukisan akrilik pertamanya di atas kanvas saya. Sejak itu ia menjadi begitu ‘tergila-gila’ pada melukis. Setiap saat dia ingin melukis dan melukis,” ujar Michael. Di bawah bimbingan orangtuanya, bakat Aelita makin terasah.

Pada usia 1 tahun, bocah itu telah menghasilkan sejumlah lukisan yang siap untuk dipamerkan. Sampai akhirnya Mark Jamieson, Direktur Brunswick Street Gallery, ‘menemukan’ karya bocah itu. Nama Aelita makin menjadi buah bibir ketika banyak media massa cetak maupun elektronik, dalam maupun luar negeri, memublikasikan sosoknya juga karya-karyanya. Kini para penggemar lukisan harus antre membeli lukisan yang harganya sudah mencapai ribuan dollar

6. Saul Aaron Kripke

Mengajar Havard saat Masih Duduk di Bangku SMA. Lahir di New York dan tumbuh dewasa di Omaha di 1940. Jenius satu ini, saat kelas empat ia menguasai aljabar, saat akhir SD ia sudah bisa geometri, kalkulus dan filsafat. Saat SMU ia memperoleh surat dari Harvard agar melamar sebagai dosen, namun ibunya menyuruhnya untuk menamatkan sekolahnya dahulu. Kripke dihadiahi Schock Prize, Nobel Filosofi. Sekarang, ia dinobatkan sebagai ahli filsafat terbesar dalam sejarah Michael Kevin Keaulus kuliah pada umur 10 tahun.

7. Kaerny
lahir tahun 1984, ia menyelesaikan kuliah pada umur 10 tahun. Tercatat sebagai sarjana termuda. ia mengajar universitas pada usia 17 tahun. Namanya semakin mencuat kala dia memenangkan sebuah kuis online. Pada 2006, dia mencapai final di tanda burnett/aol perebutan Gold Rush, permainan menguji/teka-teki, dan menjadi pemenang pertama 1 juta di permainan kenyataan online.

8. Fabiano Luigi Caruana

lahir tanggal 30 januari 1992 di Miami, florida, anak muda yang mirip dengan pemeran harry potter ini meraih gelar grand master caturnya pada umur yang masih sangat muda yaitu 14 tahun, 11 bulan dan 20 hari. Memiliki dual citizenship atau kewarganegaraan ganda yaitu italia dan amerika serikat. Karena lahir dari seorang ayah italia-amerika dan ibu italia.

Pada umur 4 tahun keluarganya berpindah dari Miami ke broklyn, lingkungan yang sama tempat boby fischer tumbuh selama masih kecilnya. Pada umur 5 tahun, talenta bermain caturnya terungkap di program catur extrakurikulernya di Congregation Beth Elohim in Park Slope, Brooklyn, dan dia bermain di turnamen pertamanya di Polgar Chess Center in Queens, New York.Di umurnya yang 12, dia tinggal dan bermain di amerika serikat dan secara berkala berkunjung untuk mengikuti turnamen di eropa dan amerika selatan.

Berlatih catur pada umur tahun di National Master Bruce Pandolfini. Dan dari umur delapan hingga 12 dia belajar bersama Grandmaster Miron Sher. Di tahun 2004 pada umur 12, dia memindahkan keluarganya dar Brooklyn ke Madrid untuk mengajar karir caturnya lebih serius, berlatih catur dengan International Master Boris Zlotnik di Madrid, kemudian dengan Grandmaster Alexander Chernin (gurunya sekarang) di Budapest.

9. Willie Mosconi

Pemain Bilyard Professional pada usia 6. Mendapat julukan “Tuan Pocket Billiards”. Dia berasal dari Philadelphia, Pennsylvania. Ayahnya seorang pemilik tempat Billyard, namun ayahnya tidak mengizinkannya main, ia sering berimprovisasi dengan gagang sapu milik ibunya. Ayahnya melihat bakat anaknya, ia sering mengalahkan orang-orang yang lebih tua darinya. Antara tahun 1941 dan 1957, dia memenagkan BCA World Championship selama 15 kali tanpa pernah kalah sekalipun. Ia memebuat berbagai macam trik, membuat banyak rekor, dan membuat billyard menjadi olahraga yang terkenal.

10. Elaina Smith

ELAINA Smith, kini menjadi penyiar terkenal di Inggris. Pasalnya murid SD ini menjadi penyiar radio termuda yang membawakan acara konsultasi kehidupan dan masalah percintaan. Padahal usianya baru 7 tahun, suatu yang sebenarnya mustahil dilakukan anak-anak. Anehnya, dia selalu bisa memberi nasihat dan tips-tips tepat pada pendengarnya yang ‘curhat’.

Tak mengherankan, jika sebagai penyiar muda namanya cepat melambung. Publikasi media massa tentang sosok bocah yang membawakan acara orang dewasa ini, ikut membantu memopulerkan namanya. Elaina disebut-sebut sebagai penyiar termuda dalam sejarah penyiaran radio Inggris. Bahkan namanya masuk dalam daftar 10 bocah ‘ajaib’ di dunia.

“Apa yang terlintas di pikiran saya, itulah yang saya lontarkan pada mereka. Ternyata mereka menyukainya,” ucap Elaina yang telah memberi konsultasi pada ribuan pendengar. Elaina mengaku sangat suka menolong orang lewat nasihatnya. Sebelumnya dia juga memberi nasihat pada sepupunya yang mogok sekolah. Sejak itu, ujarnya, hatinya selalu tergerak untuk membantu mereka yang memiliki masalah.

Dailymail melaporkan, kiprahnya sebagai penyiar bermula saat dia menelpon stasiun radio setempat, Mercia FM, menanggapi ‘curhat’ seorang gadis yang sedang bermasalah dengan pacarnya. Dengan suara yang kekanak-kanakan namun meyakinkan, Elaina menyarankan pada orang itu untuk tidak usah memikirkan pacarnya. Bahkan kalau perlu segera memutuskan pacarnya. Agar tenang, Elaina menyarankan gadis itu untuk meminum segelas susu hangat dan pergi main bowling bersama teman-temannya.

Nasihat ‘jitu’ Elaina mengejutkan penyiar yang sedang memandu acara konsultasi itu. Selanjutnya, Elaina kerap menelpon stasiun radio tersebut, khususnya pada acara konsultasi, dan membantu memberi tips-tips mengatasi masalah mereka.Pengelola stasiun radio merasa tertarik pada Elaina dan menawarkannya untuk menjadi penyiar di stasiun radio itu seminggu sekali. Ia memberi solusi terhadap berbagai masalah yang dialami para pendengarnya yang berusia dewasa mulai dari urusan percintaan, depresi, masalah rumah tangga sampai pada urusan rumah yang jorok dan bau.

Media massa yang mengulas sosok Elaina menyebutnya sebagai bocah jenius. Ia memandu acara konsultasi seminggu sekali saat orang tengah menikmati sarapan pagi. Setiap pekan, ia mendapat ratusan surat dari pendengarnya yang meminta tolong padanya untuk memecahkan masalah mereka. Setelah siaran, Elaina beristirahat sejenak, untuk kemudian siap-siap berangkat ke sekolah.

Penyiar utama acara ‘Breakfast Show’, Andy Goulding mengatakan, pihaknya menerima banyak surat dan pos-el yang menanggapi acara ‘Breakfast Show’ itu. Mereka umumnya adalah orang-orang yang berusia dewasa, jauh di atas Elaina. “Kami dihujani berbagai pertanyaan seputar Elaina. Mereka adalah penggemar fanatiknya. Pernah, seorang pasien rumah sakit sampai menelpon ke stasiun kami, saat Elaina mengudara pertama kalinya. Pasien itu mengatakan mendengar acara bocah itu membuatnya bersemangat. Ia kagum akan kepandaiannya membantu memecahkan masalah orang lain,” ungkap Andy Goulding.

Ibunya Karen Harris, 31 tahun, yang bekerja sebagai customer service, berkisah, setiap pagi keluarga mereka mendengar radio sambil bersiap-siap untuk memulai tugas-tugas rutin.“Sambil mendengar radio, saya membantu Elaina untuk bersiap ke sekolah. Tiba-tiba kami mendengar seorang pendengar menelepon dan meminta nasihat tentang masalah rumah tangganya yang diambang perceraian. Lalu Elaina, yang akan berangkat sekolah minta izin saya untuk menelepon radio tersebut. Saya awalnya tidak mengerti, dan saya benar-benar terkejut, ketika ia menelepon dan memberi nasihat pada wanita itu,” tutur Karen Harris.
Karen mengatakan, dia melihat talenta tertentu pada anaknya khususnya pada dunia penyiaran radio. Dia tidak canggung berbicara di depan pelantang, bahkan dia bisa demikian luwes. “Saya merasa dia punya masa depan yang baik di dunia penyiaran. Saat sekarang biarlah dia belajar untuk mendapatkan pengalaman karena dia menyukainya,” tutur Karen.

Suatu ketika seorang pendengar meminta saran Elaina bagaimana caranya agar bisa mendapatkan pacar. Dengan suaranya yang lincah, Elaina menyarankan agar gadis itu pergi ke diskotek. Di lain waktu seorang pendengar meminta sarannya mengatasi kakak laki-lakinya yang malas, Elaina dengan bijaksana menyarankan, agar dia mengajak kakaknya membantunya bekerja. Nasihat lainnya dia berikan pada seorang wanita yang patah hati. Sarannya pada wanita itu, agar dia melupakan laki-laki yang telah menyakiti hatinya, karena tidak sepadan cinta yang dia terima dengan sakit hati yang dideritanya. “Hidup ini terlalu pendek, sayang jika disia-siakan untuk laki-laki semacam itu,” nasihat bocah tujuh tahun itu

11. Husein tabatabai



Jika Anda seorang muslim, pada usia berapa Anda belajar membaca Al Quran, dan berapa juz yang Anda hafal? Umumnya anak-anak muslim di Indonesia mulai belajar mengaji pada usia sekolah dasar. Dulu, orang tua memanggil ustadz/ustadzah ke rumah untuk mengajar anak-anaknya mengaji. Namun kini, seiring maraknya Taman Pendidikan Al Quran (TPA) dan ditemukannya metode belajar cepat baca Al Quran, orang tua memasukkan anak-anaknya ke TPA untuk belajar membaca dan menulis Al Quran. Hasilnya, anak-anak muslim saat ini sudah banyak yang melek huruf Al Quran dan hafal juz amma (juz 30), yang terdiri dari surah-surah pendek yang mudah dihafal. Tapi tak banyak produk TPA yang menjadi hafiz (penghafal Al Quran), karena TPA tidak didesain untuk mencetak hafiz, dan program menjadi hafiz biasanya ditangani pesantren-pesantren Al Quran.

Sayyid Muhammad Husein Tabataba’i, yang mulai belajar Al Quran pada usia 2 tahun, dan berhasil hafal 30 juz dalam usia 5 tahun! Pada usia sebelia itu dia tidak hanya mampu menghafal seluruh isi Al Quran, tapi juga mampu menerjemahkan arti setiap ayat ke dalam bahasa ibunya (Persia), memahami makna ayat-ayat tersebut, dan bisa menggunakan ayat-ayat itu dalam percakapan sehari-hari.

Bahkan dia mampu mengetahui dengan pasti di halaman berapa letak suatu ayat, dan di baris ke berapa, di kiri atau di sebelah kanan halaman Al Quran. Dia mampu secara berurutan menyebutkan ayat-ayat pertama dari setiap halaman Al Quran, atau menyebutkan ayat-ayat dalam satu halaman secara terbalik, mulai dari ayat terakhir ke ayat pertama .

Yang lebih mengagumkan lagi, di usia 7 tahun Husein berhasil meraih gelar doktor honoris causa dari Hijaz College Islamic University, Inggris, pada Februari 1998. Saat itu, Husein menjalani ujian selama 210 menit, dalam dua kali pertemuan. Ujian yang harus dilaluinya meliputi lima bidang. Yakni, menghafal Al Quran dan menerjemahkannya ke dalam bahasa ibu, menerangkan topik ayat Al Quran, menafsirkan dan menerangkan ayat Al Quran dengan menggunakan ayat lainnya, bercakap-cakap dengan menggunakan ayat-ayat Al Quran, dan metode menerangkan makna Al Quran dengan metode isyarat tangan.

Setelah ujian selesai, tim penguji memberitahukan bahwa nilai yang berhasil diraih bocah itu adalah 93. Menurut standar yang ditetapkan Hijaz College, peraih nilai 60-70 akan diberi sertifikat diploma, 70-80 sarjana kehormatan, 80-90 magister kehormatan, dan di atas 90 doktor kehormatan (honoris causa). Pada 19 Februari 1998, bocah Iran tersebut menerima ijazah doktor honoris causa dalam bidang Science of The Retention of The Holy Quran.

Selama di Inggris, Husein juga diundang dalam berbagai majelis yang diadakan komunitas muslim setempat. Umumnya hadirin ingin menguji kemampuan bocah ajaib tersebut. Uniknya, Husein menjawab semua pertanyaan dengan mengutip ayat Al Quran. Contohnya, dalam satu forum seseorang bertanya, “Bagaimana pendapatmu tentang budaya Barat?” Husein menjawab, “(Mereka) menyia-nyiakan salat dan memperturutkan hawa nafsunya.” (QS 19:59).

Penanya lain bertanya, “Apa yang dilakukan Imam Khomeini terhadap Iran?” Husein menjelaskan, “(Dia) membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka.” (QS 7:15). Maksudnya, pada masa pemerintahan monarki, rakyat Iran terbelenggu dan tertindas. Lalu Imam Khomeini memimpin revolusi untuk membebaskan rakyat dari belenggu dan penindasan.

Untuk kasus Husein, proses pendidikan Al Quran telah dimulai sejak dia masih dalam kandungan. Orang tua Husein menikah ketika mereka masing-masing berusia 17 tahun, dan setelah menikah keduanya bersama-sama berusaha menghafal Al Quran. Tekad itu akhirnya tercapai enam tahun kemudian, ketika mereka berhasil menghafal 30 juz Al Quran. Dalam proses menghafal itu, keduanya membentuk kelompok khusus penghafalan Al Quran. Dalam kelompok itu, secara teratur dan terprogram, orang tua Husein dan rekan-rekannya yang juga berkeinginan untuk menghafal Al Quran, bersama-sama mengulang hafalan, mengevaluasi dan menambah hafalan. Orang tua Husein juga mendirikan kelas-kelas pelajaran Al Quran yang diikuti oleh para pencinta Al Quran.

Seiring dengan kegiatan belajar dan mengajar Al Quran orang tuanya, Husein dan saudara-saudaranya tumbuh besar. Husein sejak kecil selalu diajak ibunya untuk menghadiri kelas-kelas Al Quran. Meskipun di kelas-kelas itu Husein hanya duduk mendengarkan, namun ternyata dia menyerap isi pelajaran. Pada usia 2 tahun 4 bulan, Husein sudah menghafal juz ke-30 (juz amma) secara otodidak, hasil dari rutinitasnya dalam mengikuti aktivitas ibunya yang menjadi penghafal dan pengajar Al Quran, serta aktivitas kakak-kakaknya dalam mengulang-ulang hafalan mereka. Melihat bakat istimewa Husein, ayahnya, Sayyid Muhammad Mahdi Tabataba’i, pun secara serius mengajarkan hafalan Al Quran juz ke-29.

Setelah Husein berhasil menghafal juz ke-29, dia mulai diajari hafalan juz pertama oleh ayahnya. Awalnya, sang ayah menggunakan metode biasa, yakni membacakan ayat-ayat yang harus dihafal, biasanya setengah halaman dalam sehari dan setiap pekan. Namun ayahnya menyadari bahwa metode seperti itu memiliki dua persoalan. Pertama, ketidakmampuan Husein membaca Al Quran membuatnya sangat tergantung kepada ayahnya dalam mengulang-ulang ayat-ayat yang sudah dihafal.

Kedua, metode penghafalan Al Quran secara konvensional ini sangat ‘kering’ dan tidak cocok bagi psikologis anak usia balita. Selain itu, Husein tidak bisa memahami dengan baik makna ayat-ayat yang dihafalnya karena banyak konsep-konsep yang abstrak, yang sulit dipahami anak balita.

Untuk menyelesaikan persoalan pertama, Husein mulai diajari membaca Al Quran , agar dia bisa mengecek sendiri hafalannya. Untuk menyelesaikan persoalan kedua, ayah Husein menciptakan metode sendiri untuk mengajarkan makna ayat-ayat Al Quran, yaitu dengan menggunakan isyarat tangan. Misalnya, kata Allah, tangan menunjuk ke atas, kata yuhibbu (mencintai) , tangan seperti memeluk sesuatu, dan kata sulh (berdamai), dua tangan saling berpegangan.

Ayah Husein biasanya akan menceritakan makna suatu ayat secara keseluruhan dengan bahasa sederhana kepada Husein. Kemudian dia akan mengucapkan ayat itu sambil melakukan gerakan-gerakan tangan yang mengisyaratkan makna ayat.

Metode ini sedemikian berpengaruhnya pada kemajuan Husein dalam menguasai ayat-ayat Al Quran sehingga dengan mudah dia mampu menerjemahkan ayat-ayat itu ke dalam bahasa Persia dan mampu menggunakan ayat-ayat itu dalam percakapan sehari-hari .

Ayahanda Husein juga berpesan, bila orang tua menginginkan anaknya jadi pencinta Al Quran dan penghafal Al Quran, langkah pertama yang harus dilakukan adalah orang tua terlebih dahulu juga mencintai Al Quran dan rajin membacanya di rumah. Husein sejak matanya bisa menatap dunia telah melihat Al Quran, mendengarkan bacaan Al Quran, dan akhirnya menjadi akrab dengan Al Quran.

Bagi para remaja, perlu disimak pesan Husein tentang cara pandang seorang remaja terhadap Al Quran. Menurut dia, pandangan seorang remaja terhadap Al Quran haruslah seperti pandangan terhadap minyak wangi. Ketika kita keluar rumah, tentu kita selalu ingin wangi dan menggunakan minyak wangi. Kita juga harus berusaha mengharumkan jiwa dengan membaca dan menghayati Al Quran. Seorang remaja, kata Husein, harus menyimpan Al Quran di dadanya supaya sedikit demi sedikit perilaku dan pembicaraannya dipengaruhi oleh Al Quran.

12.alia sabur

Siapa profesor termuda dalam sejarah? Biasanya, orang pasti akan menjawab Colin Maclaurin, mahasiswa Issac Newton. Sebab, ia dinobatkan menjadi profesor pada usia 19 tahun. Namun, rekor yang telah bertahan 200 tahun lebih itu berhasil ditumbangkan oleh Alia Sabur. Ia menjadi profesor termuda dalam usia 19 tahun kurang tiga hari. Guiness Book of Record pun menobatkan dirinya sebagai guru besar termuda dalam sejarah.
Alia Sabur masih muda, masih 19 tahun. Namun namanya menghentak kalangan akademisi setelah dinobatkan sebagai profesor termuda oleh Guinness World Record.

Dia sekarang menjadi profesor di Konkuk University Korea Selatan. Lahir pada 22 Februari 1989, Alia menjalani masa studinya dengan waktu amat singkat. Dari kelas IV SD, gadis ini langsung melompat ke universitas, dan lulus BA dengan predikat sum cum laude dari Universitas Stony Brook di New York ketika usianya baru 14 tahun.

Ia melanjutkan pendidikan di Universitas Drexel. Di universitas itu dia mendapatkan gelar master of science dan PhD. Tiga hari menjelang ulang tahun ke-19 Februari lalu, dia resmi menjadi dosen di Universitas Konkuk, Seoul, Korea Selatan. Buku Rekor Dunia Guinness menobatkannya sebagai guru besar termuda dalam sejarah. Dia menumbangkan rekor sebelumnya yang dicatat oleh Colin MacLaurin, mahasiswa Isaac Newton, pada tahun 1717.

Masa depan cemerlang terbentang luas di hadapan remaja Northport, New York itu. Tapi dia memilih mengajar. “Saya sangat senang mengajar. Karena di bidang itulah kita bisa membuat perbedaan. Dengan mengajar, kita tidak cuma menunjukkan yang bisa kita lakukan, tapi juga memampukan orang lain untuk membuat perbedaan,” katanya. Alia tidak cuma cemerlang di bidang akademis. Ia sudah tampil memainkan klarinet bersama Rockland Symphony Orchestra pada usia 11. Di bidang musik ini ia sudah mendapat berbagai penghargaan. Seni bela diri juga dikuasainya dengan menyandang sabuk hitam Tae Kwon Do
Meski dianggap sangat hebat, Alia tetap rendah hati. Ia tak memilih pekerjaan atau profesi yang sebenarnya bisa membuatnya cepat kaya dan tenar. Ia justru memilih menjadi dosen. Kini, ia resmi menjadi dosen di Universitas Konkuk, Seoul, Korea Selatan. Menurut peraih sabuk hitam tae kwon do ini menjadi dosen merupakan bidang yang berbeda dari bidang lainnya. Dengan mengajar seseorang tidak hanya menunjukkan apa yang bisa dilakukan. Tapi, ia juga memampukan orang lain untuk membuat perbedaan.

Ketika Memori Otak Tiada Habisnya:Orang-Orang Dengan Ingatan Super

Mempunyai memori super dalam otak anda, apakah itu berkah, ataukah justru menjadi masalah? Bagaimana jika anda bisa mengingat setiap detil dari pengalaman pribadi anda, tiap nomer telpon dari semua kerabat dan teman anda, hafal dari setiap kejadian yang bahkan dialami oleh orang lain? apakah ini menjadi hal yang menyenangkan? atau mengganggu, karena anda akan selalu ingat setiap hal, bahkan yang terkecil dan tak menyenangkan dalam hidup anda. Ada yang bilang ini suatu berkah, beberapa justru menganggap ini sebagai sebuah gangguan di otak yang belum terjelaskan penyebabnya. Didunia ini, ada 4 orang yang terbukti mempunyai SUPER MEMORY.
Berikut ini adalah keempat orang tersebut

Bob Petrella

SEORANG pria Los Angeles, Amerika Serikat, mampu mengingat semua kejadian yang pernah dilakukan sejak usia lima tahun. Dia adalah Bob Petrella, 58, seorang produser televisi, yang mampu mengingat secara detail setengah dari masa hidupnya.Dia didiganosis sebagai manusia hyperthymestia, yaitu memori otaknya berkembang sangat maju. Hal ini diketahui setelah dia dijadikan objek studi tentang daya ingat otak di Universitas California, tahun lalu.
Kondisi langka ini, juga dikenal dengan sebutan Super Autobiographical Memory, yang hanya bisa ditemukan pada empat manusia langka di seluruh dunia. Para ilmuwan masih pusing mencari tahu mengapa dan bagaimana hal ini bisa terjadi dan sejauh ini belum ada catatan kasus serupa yang pernah ada.
Petrella mampu mengingat hari dan tanggal pertemuan pertama dengan seorang sahabat karibnya, dan masih mampu mengulang kembali semua pembicaraannya yang ia lakukan selama 53 tahun terakhir. Bakat alam luar biasa ini pertama kali dia rasakan sejak duduk di sekolah dasar, dia mampu melewati semua ujian dan tes secara mudah tanpa harus mengulangi sama sekali.
Petrella mengatakan: “Saya memang mempunyai bakal ini, akan tetapi saya tidak suka memamerkan atau menunjukkan kepada orang lain.”
“Saya bisa mengingat semua kejadian yang menarik bagi diri saya, mulai dari peristiwa olaharaga, atau tanggal sejarah dan peristiwa politik, atau sekadar hari-hari menyenangkan yang pernah saya alami di masa lampau.”
Ia menambahkan,”Saya mampu mengingat semua nomor telepon teman-teman dan kolega saya. Saya kehilangan HP saya pada tanggal 24 September 2006. Bagi banyak orang pasti panik..akan tetapi ini tidak terjadi pada diri saya, karena semua nomor telepon yang ada di HP saya itu sudah tersimpan di dalam kepala saya.”
Dia mampu mengingat pemenang penghargaan Oscar setiap tahun sejak ia melihat langsung penayangan penghargaan itu tahun 1971. Para dokter melakukan uji kemampuan melalui 60 macam pertanyaan yang hanya mungkin bisa dijawab oleh orang yang memiliki kemampuan memori otak berlebih. Satu di antara pertanyaannya adalah: Kapan dan dimana gerilyawan Plaestina membunuh atltet Israel? Mr Petrella menjawab secara benar: Munich, 5 September 1972.
Sebagai seorang produser dari televisi saluran Olah Raga tenis, Bob mempunyai kemampuan mengingat semua hal yang pernah terjadi dalam hidupnya. Dia ingat setiap nomer telepon seluler dari semua keluarga dan teman-temannya. Dan yang mengagumkan adalah kemampuanya mengingat setiap detil dari pertandingan olah raga yang terjadi bahkan berpuluh-puluh tahun silam. Sebut saja tanggal 30 maret 1981. Dia tidak hanya ingat bahwa pada tanggal itu Ronald reagan ditembak, tapi dia juga mengingat Indiana berhasil mengalahkan North carolina dalam pertandingan NCAA dimalam yang sama. Dia akan memberikan gambaran pertandingan dengan jelas, bahkan sampai ke momen-momen berharga dari tiap pertandingan itu termasuk skor finalnya. Menurut pengakuannya, dia sudah menyadari kemampuannya ini sejak usia 5 tahun. Dia menjelaskan bagaimana dia mengingat wajah neneknya dengan jelas, bagaimana dia mengingat semua kode pin atm miliknya bahkan semua nomer telepon temannya. Hal ini mendatangkan keuntungan, ketika dia kehilangan telepon selulernya. Jika orang lain akan panik karena kehilangan benda yang satu ini, tidak begitu dengan Bob. Dia tak perlu khawatir karena dia mengingat semuanya.

Jill Price

Jill Price menggambarkan kemampuannya ini sebagai sesuatu yang tidak terkendali, Nonstop dan sangat melelahkan. Dari keempat orang yang nanti akan ditulis disini, dia adalah yang pertama kali didiagnosa mempunyai kemampuan mengingat yang luar biasa seperti ini. Jill menuangkannya dalam sebuah buku berjudul The Woman Who Can’t Forget. Dia mengaku sudah menyadari kemampuannya ini sejak usia remaja. Mampu mengingat setiap detil dari hidupnya sejak usianya 14 tahun. Dan bahkan Jill membandingkan kemampuannya ini setara dengan sebuah kaset video. Dia sering menenteng kamera video untuk membuktikan kemampuannya. Ketika seseorang mencoba ingin tahu apa yang diingat Jill, dia akan menyuruh anda untuk menonton rekaman video itu dan Jill sendiri akan menjelaskan apa yang terjadi, dengan caranya. Sama seperti Bob, Jill berusaha menghindari hingar bingar hollywood. Meski begitu dia sering membuat orang terkesan dengan kemampuan mengingatnya. Termasuk insiden Lockerbie (jatuhnya pesawat udara karena bom pada 21 desember 1988) atau episode terakhir film Dallas pada 3 mei 1991 . Namun begitu Jill terkadang merasa tersiksa, karena dia tidak mampu melupakan momen menyakitkan dalam hidupnya. Termasuk ketika dia harus mengalami patah hati karena diputus cinta atau cintanya ditolak oleh pria yang dia taksir.
Para dokter heran akan kemampuan Jill Price, 42 , yg dapat mengingat segala sesuatu yg pernah ia alami secara mendetail semenjak ia berumur 14 tahun. Dia mengambarkan hidupnya seperti layar TV yang terbagi dua sisi, sisi yg 1 adalah hidupnya yang sedang ia jalani kini dan sisi yang 1 lagi adalah detail masa lalunya yang terus diingatnya tanpa bisa ia lupakan.Detail apa yg ia alami setiap hari semenjak thn 1980, jam berapa bangun, bertemu siapa saja, apa yg dilakukannya, apa yg dimakannya, lagu yg didengar, bau yang ia cium dan nama-nama tempat yang ia singgahi.Sering dia tidak bisa tidur dgn apa yg ia alami, teringat akan segala kekeliruan-nya dalam mengambil suatu keputusan, teringat akan memori memalukan, teringat akan kisah yang menyedihkan, ini begitu menyiksanya selama bertahun-tahun. Sebagian kecil memori berdampak baik terhadap dirinya dan mampu menghangatkan suasana hatinya tapi sebagian besar terkadang membuatnya seperti orang gila.
Kondisi yang ia alami sangat jarang terjadi, para ahli menyebutnya dengan ‘hyperthymestic syndrome’ atau syndrom mengingat diatas nornal.Jll Price, mengatakan memorinya bekerja secara lembur setelah keluarganya pindah ke Los Angeles ketika ia berumur 8 tahun dan semenjak usia 14 tahun dia mampu mengingat semuanya, segala sesuatu yang pernah ia alami secara mendetail.Pada tahun 2000 dia diperiksa oleh seorang neuroscientist, Professor James McGaugh seorang ahli memori kelas dunia mengatakan bahwa;

Brad Williams

Brad Williams adalah seorang penyiar radio, Dia berdomisili di Wisconsin, amerika. Dia mampu mengingat apa yang terjadi pada tanggal 7 november 1991. Saat itu Magic Johnson mengumumkan untuk pertama kalinya bahwa dia mengidap HIV positif. Tidak hanya itu, dia juga mampu mengingat bahwa hari itu adalah hari Kamis dan seminggu sebelumnya terjadi badai salju yang sangat hebat. Sama seperti Bob, Brad juga senang mengingat momen dalam pertandingan olahraga, tapi dia juga senang dengan sesuatu yang berbau populer, seperti Academy Award misalnya. dia mampu mengingat semua nama pemenang serta kategori yang dimenangkan oleh orang tersebut dengan jelas. Meski peneliti tidak setuju bahwa ini adalah hal yang biasa, namun Brad berpendapat, dirinya tidak merasa berbeda dengan orang lain. Perjalanan hidupnya sedang didokumentasikan dalam sebuah film berjudul “Unforgettable” akan segera tayang di bioskop-bioskop di Amerika.

Rick Baron

Kalau ada orang yang mempunyai memori super dan memanfaatkan kemampuannya untuk mendapatkan sesuatu, dialah Rick Baron. Warga asli Cleveland ini mengakui kemampuannya pertama kali di USA today setelah dia membaca sebuah artikel tentang Jill Price dan kemampuannya. Dia mengakui menggunakan kemampuannya untuk mendapatkan banyak hadiah dari kuis trivia. Kartu diskon, tiket menonton pertandingan olah raga, bahkan tiket perjalanan wisata adalah salah satu hadiah yang pernah dia menangkan. Sejak usia 11 tahun dia sudah menyadari kemampuannya mengingat hari demi hari yang dia lewati, bahkan mungkin lebih muda dari itu. Menurut USA Today, saudara perempuannya sudah mengetahui bahwa Baron menderita OCD, dimana dari kecil dia senang sekali mengumpulkan barang-barang menjadi katalog-katalog kecil, dia bahkan menyimpan semua lembar-lembar tagihan dari Bank dan mengorganisirnya.