Posts Tagged ‘ Cantik ’

[VIDEO] DANAU BERRYESSA : DANAU BERBAHAYA DENGAN TUNNEL TERBESAR DI DUNIA

danau berryessa adalah sebuah danau yang terletak di bagian barat california amerika, danau ini diberi nama berdasarkan nama orang eropa pertama yang menetap di daerah ini yaitu José Jesús and Sexto “Sisto” Berrelleza pada tahun 1843.


danau ini mempunyai kapasitas 1370 meter kubik perdetik. sehingga tidka salah kalau danau ini digunakan sebagai pembangkit listrik tenaga air. namun, ada satu keanehan yang dimiliki danau ini yaitu, danau ini memiliki sebuah tunnel atau terowongan yang terletak ditengahnya. terowongan danau ini menjadi terlihat sangat eksotis dan juga berbahaya. terowongan ini berfungsi untuk mengalirkan limpahan air jika kapasitas air pada danau berlebihan ke sungai disebelahnya. para perenang dilarang mendekati terowongan ini karena akan sangat berbahaya jika terjatuh di dalamnya.





untuk menjaga keselamatan para pengunjung, maka pemerintah setempat telah memasang pagar pengaman disekitar lubang terowongan untuk menghindari orang-orang berenang atau melakukan tindakan bodoh disekitar lubang terowongan (sumber)

Advertisements

Masjid-Masjid Cantik Yang Dulunya Bekas Tempat Ibadah Umat Beragama Lain

1. Masjid zakariya Boston

Di Peace Street 20 Bolton, berdiri sebuah gedung besar berkubah yang amat berwibawa, yang lengkap dengan menara. Tempat itu ramai dikunjungi warga Bolton, terutama yang memeluk Islam, bahkan tiap pekannya, ribuan umat Islam hadir di tempat ini, guna melaksanakan shalat Jumat. Gedung itu tidak lain adalah Masjid Zakariyya.

Sejarah berdirinya masjid itu, bukanlah kisah yang singkat. Kala itu antara tahun 1965 hingga 1967 umat Islam Bolton dan Balckburn belum memiliki tempat permanen untuk melaksanakan shalat. Untuk melakukan shalat Jumat saja, mereka melaksanakannya di The Aspinal, sebuah diskotik dan tempat dansa yang digunakan di malam hari, sedang siangnya di hari Jumat tempat itu dibersihkan para relawan guna dijadikan sebagai tempat melaksanakan shalat Jumat.

Karena jumlah jama’ah semakin bertambah, maka diperlukan tempat besar yang permanen. Dan dimulailah pencarian bangunan yang bisa digunakan sebagai masjid sekaligus islamic center. Pada tahun 1967, ada penawaran pembelian gedung bekas gereja komunitas Metodis, yang terpaksa dijual karena terbakar. Dengan dana sebesar 2750 pound sterling dari komunitas Muslim lokal, akhirnya bangunan itu menjadi milik umat Islam. Bangunan itulah yang kini disebut Masjid Zakariyya itu.

2. Masjid Jami’ London

Tempat ibadah ini juga dikenal dengan sebutan masjid Brick Lane, karena posisinya di Brick Lane 52. Bangunan berdinding bata merah itu, merupakan masjid terbesar di London, yang mampu menampung 4000 jama’ah. Walau demikian luas, masjid ini belum bisa menampung seluruh anggota jama’ah shalat Jumat, hingga sering kali jama’ah meluber ke jalan raya. Mayoritas anggota jama’ah merupakan keturunan Banglades, hingga wilayah tersebut disebut Banglatow.

Masjid ini memiliki sejarah yang sangat unik dan panjang. Awalnya, bangunan yang didirikan sejak tahun 1743 ini adalah gereja Protestan. Dibangun oleh komunitas Huguenot, atau para pemeluk Protestan yang lari dari Prancis untuk menghindari kekejaman penganut Katolik. Akan tetapi, karena jama’ahnya menurun, maka gereja ini dijual.

Di tahun 1809, bangunan ini digunakan masyarakat London untuk mempromosikan Kristen kepada para pemeluk Yahudi, dengan cara mengajarkan Kristen dengan akar ajaran Yahudi. Tapi, program ini juga gagal. Dan bangunan diambil oleh komunitas Metodis pada tahun 1819.

Komunitas Metodis cukup lama “memegang” gereja ini. Walau demikian, pada tahun 1897, tempat ini diambil oleh komunitas Ortodok Independen dan berbagi dengan Federasi Sinagog yang menempati lantai dua.

Tapi tahun 1960-an komunitas Yahudi menyusut, karena mereka pindah ke wilayah utara London, seperti Golders Green dan Hendon, sehingga bangunan ditutup sementara, dan hal itu berlanjut hingga tahun 1976. Setelah itu gedung itu dibuka kembali, dengan nama barunya, Masjid Jami’ London.

3. Masjid Didsbury

Masjid ini terletak di Burton Road, Didsbury Barat, Manchester. Gedung yang digunakan sebelumnya merupakan bekas gereja komunitas Metodis, yang bernama Albert Park. Gedung ini tergolong bangunan kuno, karena telah beroprasi sejak tahun 1883. Akan tetapi, pada tahun 1962 gereja ditutup, dan beralih menjadi masjid dan islamic center. Masjid ini, kini mampu menampung 100 jama’ah, dan yang bertanggung jawab sebagai imam dan khatib hingga kini adalah Syeikh Salim As Syaikhi.

4. Masjid Brent



Terletak di Chichele Road, London NW2, dengan kapasitas 450 orang, dan dipimpin oleh Syeikh Muhammad Sadeez. Awalnya, bangunan itu merupakan gereja. Hingga kini ciri bentuknya tidak banyak berubah. Hanya ditambah kubah kecil berwarna hijau di beberapa bagian bangunan dan puncak menara.

4. Masjid New Peckham

Didirikan oleh Syeikh Nadzim Al Kibrisi. Terletak di dekat Burgess Park, tepatnya di London Selatan SE5. Kini masjid ini berada di bawah pengawasan Imam Muharrim Atlig dan Imam Hasan Bashri. Sebelumnya, gedung masjid ini merupakan bekas gereja St Marks Cathedral.

5. Masjid Sentral Wembley

Masjid ini terletak di jantung kota Wembley, dekat dengan Wembley Park Station. Daerah ini memiliki komunitas Muslim besar dan banyak toko Muslim yang berada di sekitarnya. Gedung masjid ini sebelumnya juga merupakan bekas gereja. Walau sudah terpasang kubah di puncak menaranya, tapi kekhasan bangunan gereja masih nampak jelas. Dengan demikian, siapa saja yang melihatnya, akan mengetahui bahwa bangunan itu dulunya adalah gereja.

7. Masjid Jami Essex

Selian masjid-masjid di atas, sebuah gereja bersejarah di Southend juga sudah dibeli oleh Masjid Jami’ Essex dengan harga 850 ribu pound sterling. Gereja dijual, karena jama’ah berkurang, sehingga kegiatan peribadatan dipusatkan di Bournemouth Park Road. Konseskwensinya, gereja ini sudah tidak beroprasi sejak tahun 2006 lalu. Rancananya gereja akan dijadikan apartemen, tapi gagasan itu ditolak oleh Dewan Southend. Akhirnya, gereja kosong itu dibeli oleh komunitas Muslim yang tinggal di kota itu, yang juga sedang membutuhkan tempat untuk melaksanakan ibadah.

Saat itu jumlah komunitas ini mencapai 250 orang, “gereja bekas” itu merupakan tempat yang sesuai, karena mampu menampung 300 jama’ah. Tidak banyak dilakukan perubahan pada bentuk bangunan yang telah berumur 100 tahun lebih itu, hanya perlu menambah tempat untuk berwudhu dan sebuah menara.[dikopi dan diedit]


[video] Hujan Meteor Di Malam Hari, Cantiknya

wisconsin amerika serikat dihujani meteor malam tadi, meteor yang berbentuk bola besar itu terlihat melayang di langit malam dengan cahaya yang mempesona


Louisa Ball : Sleeping Beauty Abad 21

Cantik dan cerdas. Itulah kesan pertama yang ditujukan bagi seorang remaja asal Inggris, Louisa Ball. Namun gadis berusia 15 tahun ini ternyata memiliki kebiasaan yang cukup menggelisahkan, yaitu tidur selama berhari-hari.

Menurut laman stasiun televisi NBC, Louisa kemungkinan mengidap suatu sindrom bernama Kleine-Levin, yang populer disebut “Penyakit Putri Tidur.” Tak heran, bila Louisa tahan terlelap bahkan hingga selama 13 hari.

Ibu Louisa, Lottie, mengungkapkan bahwa putrinya itu mulai mengalami kebiasaan yang tak wajar sejak setahun yang lalu. Awalnya, dia menderita gejala mirip flu. Namun setelah menderita gejala itu, Louisa sering diketahui tidur dalam jangka waktu yang sangat lama.

Selama terlelap, Louisa tampak tidak terganggu oleh guncangan atau dorongan. “Kami tidak mampu membangunan dia,” kata Lottie saat diwawancara NBC dalam suatu acara yang ditayangkan Jumat pekan lalu, 5 Februari 2010.

Kebiasaan itulah yang membuat Lottie resah. Pasalnya, akibat tidur dalam jangka waktu lama, Louisa justru sering melewatkan jam makan. “Saya sering berkata kepada dia, ‘Louisa, ayo bangun bangun. Makanlah dulu.’ Dia tampaknya tidak punya tenaga hanya untuk membuka kelopak matanya,” kata Lottie.

Louisa kini lebih sering menghabiskan waktu untuk tidur, baik itu saat liburan keluarga, saat rehat latihan menari, bahkan pada saat ujian sekolah.

Dia sendiri juga mengaku resah karena bisa tidur berlama-lama. “Saya sudah begitu kesal karena mengalami penyakit ini, sudah tentu banyak hal yang telah saya lewatkan,” kata Louisa seperti dikutip harian News of The World akhir Januari lalu. “Saya tidak bisa ingat apapun saat bangun. Saya pun berpikir, ‘Mengapa ini terjadi pada diri saya’,” lanjut dia.

Sejak tahun lalu, Louisa diperiksa tim dokter di Rumah Sakit St. George’s di Tooting, Inggris. Menurut diagnosa dokter, dia menderita Sindrom Kleine-Levin, yang membuat penderita bisa tertidur dalam jangka waktu yang lama. Penderita sempat terjaga untuk beberapa saat, namun akan merasa linglung dan tidak benar-benar sadar.

Di penjuru dunia, penderita sindrom itu diperkirakan sebanyak 1.000 orang. Menurut dokter, Penyakit Putri Tidur itu sering menyerang remaja, terutama berusia antara 8 hingga 12 tahun. Namun, sindrom itu bisa hilang dengan sendirinya.

Tim dokter sejauh tidak tahu persis apa penyebabnya dan bagaimana menyembuhkan penderita Penyakit Putri Tidur. Kini, Louisa hanya bisa berharap bahwa sindrom itu bisa segera hilang dengan sendirinya. “Saya berharap suatu hari nanti bisa terbebas dari masalah itu,” kata Louisa.