Menyerang ISLAM, Penginjil Itu Akhirnya Dilarang Ikut Acara Doa Nasional


Departemen Pertahanan Amerika Serikat membatalkan undangan untuk tokoh Kristen AS, Franklin Graham, untuk hadir dalam Hari Doa Nasional mendatang. Menurut sebuah sumber yang dekat dengan Pentagon, pembatalan ini terkait dengan pernyataan Graham yang “mengandung kebencian terhadap suatu agama”.

Desember lalu, dalam sebuah wawancara televisi Graham menyatakan Islam yang sesungguhnya tak bisa dipraktikkan di AS. “Anda tak bisa mengungguli istri Anda, tak bisa membunuh anak-anak Anda jika Anda pikir mereka telah berzina dan sejenisnya. Anda tahu, begitulah Islam,” ujarnya.

Ketika kontroversi atas omongannya itu merebak, ia berdalih tak bermaksud mendiskreditkan Islam. “Saya juga punya teman yang beragama Islam,” ujarnya.

Namun bantahannya disangsikan banyak orang. Saat dimintai komentar soal serangan 11 Sempember 2001, ia menyebut Islam adalah “sangat jahat dan agama penuh kekerasan.” Hal senada diucapkannya saat memimpin doa syukuran atas terpilihnya Presiden George W Bush. “Aku tidak suka cara mereka memperlakukan wanita dan cara mereka memperlakukan minoritas. Tapi aku mencintai orang-orang Islam,” katanya.

Graham adalah seorang misionaris dan penginjil yang cukup terkenal di AS. Organisasi nirlaba yang didirikannya, Samaritan’s Purse, rajin membagi-bagikan bingkisan bagi anak-anak dan keluarga Muslim di negara-negara miskin. Di Irak dan Yordania, langkahnya sempat membuahkan ketegangan antaragama.

Pentagon bersikap hati-hati kali ini. Mereka khawatir, omongan Graham bakal menghancurkan apa yang dirintis Presiden Barack Obama dalam memperbaiki hubungan dengan dunia Islam.

Kekhawatiran tentang Graham pertama kali dilontarkan oleh Military Religious Freedom Foundation. LSM ini pernah mengingatkan, ajang Hari Doa Nasional telah menjadi acara fundamentalis Kristen.

Kelompok ini menulis surat kepada Menteri Pertahanan Robert Gates atas nama anggota militer Muslim dan karyawan Departemen Pertahanan. Dikatakan dalam surat itu, komentar Graham “sangat pedas dan bisa memancing kemarahan.”

Bagaimanapun, keputusan Pentagon tak mengundang Graham diprotes banyak pihak, terutama lawan-lawan politik Obama dan organisasi Kristen. “Apa yang mereka takutkan dari omongan seorang Franklin Graham?” kata politisi Partai Republik, Randy Forbes. “Saya pikir kita tengah sampai ke titik di mana di negara yang menjunjung tinggi kebebasan berpendapat ini memberi pengecualian terhadap seseorang hanya karena tidak setuju dengan apa yang mereka katakan,” ujarnya.

Seorang hakim federal menyatakan pencekalan ini inkonstitusional. “Perkara ini harus berlanjut ke ranah hukum,” ujarnya. Berdasar Konstitusi tahun 1952 yang hingga kini masih berlaku, apa yang dilakukan Pentagon tak bisa dibenarkan. (sumber)

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: