ANTARA POLIGAMI, NIKAH SIRI, MENUTUP AURAT DAN GERAKAN FEMINISME, LOKALISASI.

Sejak R.A kartini mempublikasikan apa yang kita kenal sebagai “habis gelap terbitlah terang”. “ terang” bagi wanita mucul dimana-mana. Segala hal yang dirasakan membunuh keistimewaan perempuan harus diberantas. Segala hal yang membuat derajat dan posisi wanita berada di bawah kekangan laki-laki harus dimunahkan. Kaum-kaum yang mempertahankan ide inilah yang kemudian menjadi cikal bakal merebaknya isu feminisme sehingga mereka disebut kaum feminisme. Kaum feminisme merasa bahwa wanita harus menjadi setara dengan pria, wanita boleh tidak boleh dikekang hanya menjadi perhiasan rumah, mengurus anak, mengurus suami, memasak. Peran wanita harus dimaksimalkan tidak hanya sebatas peran-peran yang minimalis, namun juga harus dimaksimalkan. Gerakan feminisme telah membawa angin segar bagi kaum perempuan. Kaum perempuan boleh menjadi presiden, boleh melakukan apa saja, boleh menjadi atlit angkat besi atau apapun yang mereka mau.
Gerakan feminisme telah melindungi wanita dalam sebuah kebebasan yang tiada habisnya. Betapa perempuan-perempuan yang mengusung paham ini akan membela apapun itu yang mengekang atau memenjarakan wanita dalam sangkar dengan suara vokal meskipun sesuatu itu merupakan hal yang benar dan di gaungkan dalam peraturan tertinggi umat manusia yaitu agama. Feminisme telah menikam agama dari segala sudutnya.
Isu yang paling dibenci oleh para kaum feminisme dimanapun di dunia tentang wanita adalah masalah pernikahan dalam ISLAM yang membolehkan adanya isu poligami dan nikah siri. Para feminisme mengganggap pernikahan yang sudah di atur dalam kitab ini adalah sebuah aturan religius yang sama sekali tidak memihak wanita. Wanita hanya dijadikan objek seksualitas. Wanita dijadikan korban perasaan. Khusus pada kasus pernikahan siri selain mereka menganggap pernikahan ini sebagai bentuk penelanjangan seksual terhadap wanita hingga kepada gampangnya wanita ini diceraikan. Mereka mengganggap bahwa poligami adalah sebuah ketidakberesan yang hanya membuat wanita sengsara. Namun mereka tidak mempunyai sebuah formula yang jelas atau penyelesaian terhadap kasus banyaknya kaum perempuan di muka bumi daripada jumlah laki-laki. Perbandingan perempuan dan wanita dan laki-laki di muka bumi adalah kurang lebih sepuluh wanita berbanding 1 pria. Ini jelas bukan statistik yang mengenakan namun mengkhawatirkan. Belum ditambah pria yang dipenjara, pria yang mengalami kelainan seksual yaitu homoseksual. Berapa jumlah wanita yang tidak menikah karena sebab-sebab ini?. Banyak sekali para feminisme diluar sana bahkan dari indonesia yang beragama ISLAM, namun mereka tidak mengakui bahkan menghina aturan tertulis ini sebagai bentuk tidak mendukungnya agama terhadap wanita. “seandainya saja mereka berpikir.

Mereka mengatakan bahwa diri mereka adalah penganut agama yang baik namun disisi lain mencela dan mencerca bagian agama yang sudah diatur.
Belum pula masalah menutup aurat, hampir diseluruh dunia, banyak negara-negara serta kaum feminisme yang memberikan suara penolakan terhadap penggunaan jilbab. Jilbab seakan-akan menjadi penghalang bagi wanita jika mereka memakainya. Feminisme memberikan ide bahwa hak wanita adalah untuk bebas melakukan apa saja termasuk dalam hal fashion. Wanita adalah mereka yang memakai baku-baju tak sempurna, terbuka di sana sini, bahkan telanjang pun tidak ada masalah. Wanita-wanita yang memakai jilbab dikatakan sebagai mereka-mereka yang kehilangan gaya, tidak modis, kehilangan gairah hidup, terlalu dikekang dan bahkan tidak pantas melakukan pekerjaan-pekerjaan besar dan penting. Namun mereka para feminisme tidak punya daya bahkan tidak punya ide bagaimana mengatasi banyaknya perempuan yang mengalami pelecehan seksual dimana-mana karena pakaiannya, banyakanya pemerkosaan terhadap wanita dan banyaknya wanita muda hamil tanpa diketahui siapa ayahnya.
Bagi kaum feminis, wanita adalah bebas melakukan apa saja. Bahkan jika anda pernah mendengar kasus twitter mario teguh yang mengangga bahwa wanita yang suka merokok, dugem, bla-bla-bla tidak pantas dijadikan istri. Pada kasus ini mario teguh dianggap mencurangi wanita, menghina martabat wanita, tidak adil, bahkan dia dianggap bodoh dan tidak memiliki kapabilitas meskipun tulisan yang dia tulis seharusnya dianggap sebuah pencerahan anugerah dan pelajaran bagi para wanita. Mario teguh yang mencoba kembali membawa wanita ke akar yang sebenarnya dianggap melukai feminisme . ketika tulisannya terungkap, kaum feminisme bertindak cepat, mereka beramai-ramai meminta twitter milik mario teguh ditutup. Dan hasilnya tak ada lagi ungkapan menarik dari mario teguh yang sudah bisa di baca. Boleh dikatakan bagi kaum feminisme “tubuh wanita adalah venus sempurna yang harus ditunjukkan ke dunia”.
Kaum-kaum feminisme bahkan akan menjadi pembela sejati bagi lokalisasi dan para perempuan yang bekerja didalamnya jika ada isu penggusuran. Lokalisasi menjadi bahasa lain bagi kaum feminisme atas permasalahan wanita yang tidak menikah, tidak mempunyai suami. Mereka tidak bisa berkata apa-apa terhadap masalah ini selain “biarkanlah saja meraka, itu hak asasi mereka” namun disaat yang sama mereka melupakan hak asasi bagi mereka yang mengambil keputusan untuk memakai jilbab, melakukan poligami dan nikah sirih. Mereka menyerang para pelakunya seakan-akan yang memiliki hak asasi hanyalah bagi mereka yang tidak poligami, tidak nikah siri dan orang-orang yang mengumbar “ANU”nya kemana-mana.
Sebentar lagi hari kartini atau hari yang bersejarah bagi wanita. Semoga hari yang dirayakan para wanita ini menjadi sebuah jembatan bagus, menjadi sebuah pelajaran bagi wanita untuk kembali menjadi wanita yang sempurna, bermartabat dan menjadi makhluk yang benar-benar wanita yang tahu akan kodratnya.

    • noegroho
    • April 20th, 2010

    bnar skli itu, smakin lama smakin trlihat arah peradaban saat ini, khusunya untk emansipasi wanita indonesia dengan segala budaya yang d anutnya, nice artikle….

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: