UMMI (Sebuah Sajak)


Ummi..
Ketika goresan ini Ananda pikirkan serambi menuangkannya
Degup jantung berlari, melebihi kecepatan imajinasi
Ada kerinduan yang tertahankan
Seperti menahan linangan airmata yang hendak bergulir
Seperti menahan kehausan dari setitik air dibibir gelas
Rasanya air itu sudah dikerongkongan Ummi

Ummi…
Ananda rindu segelas teh darimu, ketika pagi Ananda terlupa
Ananda rindu usapan tanganmu di kepala ini
Ananda rindu aromamu Ummi
Aroma syurga yang seringkali terabaikan oleh waktu
Ananda rindu senyummu Ummi
Ananda rindu tawa manismu Ummi
Ananda rindu caramu memperlakukan diri ini, ketika sakit
Engkau menemaninya seolah Ananda adalah belahan jiwa abadimu
Engkau membelainya seolah kasih takkan pernah hilang
Engkau menyuapinya seolah bayi yang belum tahu apa-apa
Inilah segala kerinduan itu Ummi

Ummi…
Ananda ingat akan dosa-dosa ini padamu
Masih ingatkah Ummi teriakan kecil Ananda?
Ketika Ananda tidak menemuimu di rumah, saat-saat pulang dari sekolah
Masih ingatkah ummi, berbagai permintaan Ananda disetiap Senin?
Masih ingatkah Ummi,berapa kali Ummi menangis karena ulah Ananda
Dan saat hari raya pun Ummi menangis dengan kerinduan
Ahhh….!! Ananda ingat pertanyaan pertanyaan Ummi yang dijawab dengan berbagai alasan
Apa tidak sayang pada Ummi?
Apa tidak rindu sama Ummi?
Apakah badan Ananda gemuk?
Apakah kerja Ananda benar?
Apa usaha Ananda lancar?
Jangan bikin malu nama keluarga yah.. Ananda
Jangan lupa sholat yah.. Ananda

Ummi dengan kelakuan Ananda…
Apakah engkah pernah bosan Ummi? TIDAK
Apakah engkau pernah mengutuki Ummi? TIDAK
Apakah engkau pernah memukul Ananda Ummi? TIDAK
Apakah engkau pernah berkata kasar pada Ananda Ummi? TIDAK
Segalanya engkau katakan dengan CINTA
Engkau ajarkan KELEMBUTAN
Kini kelembutanlah yang ada dihati ini
Engkau ajarkan cara bertutur dengan keindahan
Engkaulah keikhlasan yang selama ini terabaikan
Engkaulah doa doa dalam setiap langkah Ananda
Engkaulah cinta dalam setiap langkah

Ummi..
Maafkan atas airmata yang telah engkau kucurkan selama ini
Maafkan atas keegoan yang tidak begitu beralasan bagimu
Maafkan atas isak yang engkau dengarkan ketika sayangmu terabaikan
Maafkan atas segala decisan yang menggundahkan hatimu
Maafkan atas kelaki-lakian Ananda

Ummi…
Jangan menangis lagi karena laki-laki keras ini

Kini hanya diatas kata bhakti ananda berjalan
Ananda akan bawa segenggam mimpi yang ananda janjikan
Namun ketika mimpi itu hanyalah genggaman kosong di telapak ini
Maafkanlah Ananda untuk kesekian kali
Maafkanlah Ananda atas segala kegagalan
Maafkanlah Ananda yang tidak bisa menjadi batang yang rimbun
Maafkanlah.. atas segala kedurhakaan ini

Dengan apa Ananda mesti membalas segala kasihmu, Ummi
Dengan apa Ananda mesti membalas segala motivasimu, Ummi
Disaat-saat Ananda terluka
Engkau katakan, bahwa Ia bukanlah warna hidupmu
Engkau katakan, bahwa ada yang terbaik yang akan datang padamu
Engkau katakan, bahwa untuk yang terindah itu jalannya terkadang tidak mudah

Kini airmata ini mengalir Ummi
Dan degup ini tidak tertahankan
Ananda tahu, betapa engkau lebih merasakan kerinduan saat ini



DISADUR DARI INBOX FACEBOOK MILIK PRIBADI DARI KIRIMAN SEORANG SAHABAT YAYAN INDRA IRAWAN

lihat bagian 1

Comments are closed.
%d bloggers like this: