Konvensi Atheist Sedunia, Taslima Nasrin Masih Belum Punya Rumah

Konvensi Atheist Sedunia.


Konvensi Atheis Global yang berlangsung di Melbourne, Australia, berlangsung selama tiga hari dari 12-14 Maret 2010. Terdapat puluhan tokoh atheis yang akan menampilkan pandangannya dalam sejumlah sesi dalam acara yang berlangsung di Melbourne Convention and Exhibition Centre ini.

BBC melaporkan, salah tema yang dibahas adalah mengenai “Islam dan terorisme” dalam sesi berjudul “Harga dari Khayalan.” Para peserta yang diperkirakan mencapai 2.500 orang ini nanti juga mendengarkan proposal film dan pembeberan dana publik yang dihabiskan untuk mensubsidi agama.

Selain itu, juga ada satu sesi untuk membahas “Fundamentalisme Atheistik” yang ingin dijauhi para peserta. Kemudian hasil pertemuan ini nanti adalah semacam pernyataan bersama mengenai efek-efek negatif dari agama.

Menurut BBC, pertemuan ini merupakan konvensi atheis terbesar di dunia. Sejumlah nama besar yang dikenal sebagai atheis terlibat dalam acara ini seperti Richard Dawkins, Taslima Nasrin, Peter Singer, John Perkins, Robyn Williams, hadir dalam acara ini.

Saking ramainya, “Daftar tunggu tiket untuk Konvensi Atheis Global telah ditutup.” Begitu bunyi pengumuman di http://www.atheistconvention.org.au, Sabtu 13 Maret 2010. Sehingga bagi yang masuk daftar tunggu, berharaplah mendapatkan tiket dari orang yang ingin menjual tiket yang hanya dijual sebanyak 2.500.

Salah satu nama terkenal yang menjadi peserta aktif dalam konvensi ini adalah Taslima Nasrin. Taslima dilahirkan di sebuah keluarga muslim di India pada 1962. Meski kemudian berprofesi sebagai dokter, Taslima sering menulis tema-tema kontroversial bagi masyarakat India yang dikenal relijius itu.

Pada tahun 1993, novel dokumenternya “Lajja” dilarang pemerintah Bangladesh. Taslima bahkan dikenakan fatwa halal untuk dibunuh. Sejak 1994, Taslima kemudian hidup eksil di Swedia dan kemudian berkembang menjadi simbol kebebasan berpendapat. (vivanews)

Taslima Nasrin, Diantara Mempertanyakan Tuhan dan Tanah Air Yang Hilang

enulis Bangladesh yang juga seorang feminis, Taslima Nasrin, menyatakan bahwa hidupnya di pengasingan seperti “proses kematian yang berjalan pelan”.

Taslima yang melarikan diri ke Amerika Serikat 16 tahun lalu, sedang berada di New Delhi untuk memperbarui ijin tinggalnya di India.

“Keadaan saya tidak baik,” katanya kepada AFP Rabu (10/2).

“Kadang sepertinya saya sedang menghadapi kematian yang berjalan perlahan, berdiri di halte bis untuk bolak-balik antara Paris dan New York, London dan Washington,” katanya.

Nasrin harus pergi meninggalkan Banglades setelah ia membuat ulah lewat novel berjudul Lajja (malu) pada tahun 1993. Cerita berlatar belakang pembongkaran Masjid Babri itu menyudutkan Islam. Merasa belum cukup, dalam wawancara tahun 1994 dengan harian The Statesman yang terbit di Kalkuta, ia menyerukan perombakan hukum syariah Islam.

Nasrin menghabiskan waktu selama 10 tahun tinggal di Eropa Barat dan Amerika Serikat, sebelum akhirnya negara India memberikan hadiah berupa ijin menetap sementara pada tahun 2004. Ia lantas angkat koper menuju Kalkuta, negara bagian Bengali, dekat Banglades.

Keberadaannya di kota itu memicu kerusuhan besar tahun 2007, hingga tentara harus ditarik keluar.

Nasrin lantas bersembunyi di New Delhi, sampai akhirnya diusir dengan paksa untuk meninggalkan India pada tahun 2008.

Ketika diperbolehkan kembali untuk memperbaharui visa, permohonannya untuk mendapatkan ijin tinggal permanen dan kewarganegaraan India ditolak negara Bollywood.

“Saya memiliki banyak teman dan simpatisan di Eropa dan AS. Tapi saya sangat ingin tinggal di Kalkuta yang dekat dengan hati saya,” kata Nasrin.

“Saya seorang penulis. Saya ingin konsentrasi pada tulisan saya,” ujar wanita teman seperjuangan tokoh lesbian Irsyad Manji dan Aayan Hirsi Ali ini.

Mungkin ia ingin menghabiskan umurnya dengan tenang. Seperti dikatakan Nasrin, kehidupannya dalam pengasingan tidak baik, seperti meregang nyawa perlahan-lahan.(hidayatullah)

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: