12 Anak Hebat Sepanjang Sejarah:Masa Kecil Untuk Torehan Tinta Emas Sejarah

Kodrat anak kecil yang baru lahir adalah melakukan banyak pembelajaran, beradaptasi dengan lingkungan, melakukan banyak hal yang dilkukan anak kecil seperti belajar berjalan, belajar ngomong, maen boneka, maen mobil-mobilan, masak-masakan, maen robot-robotan, rebutan maenan.
Anak-anak di bawah ini melampaui kodrat mereka di saat anak-anak yang lain masih sibuk dengan dunianya. Mereka telah menumbangkan dunia dengan hal-hal yang unik dan mengukir nama mereka di tinta emas dunia sebagai “kecil-kecil cabe rawit”.
Yuk lihat profil mereka di bawah, anda bisa memilih mau mejadi siapa dan keahliannya yang anda sukai, kalaupun anda tidak bisa, mungkin bisa menjadi pembelajaran bagi kita untuk kedepannya, siapa tahu kita bisa punya anak yang bisa bikin kita bangga di kemudian hari.

1.Kim Ung-Yong

Manusia Ber-IQ Tertinggi di Dunia. Lahir pada tahun 1963, Anak Korea ini dinobatkan sebagai manusia jenius di seluruh dunia. Bayangkan Pada unur 4 tahun, dia sudah bisa membaca huruf Jepang, Korea,Jerman,Inggris. Pada umur 5 tahun ia mampu memacahkan masalah pada soal kalkulus. ia mencatatkan dirinya pada Guinness Book of World Records dengan “Highest IQ” 210.

Kim Ung-Yong Kim Ung-Yong (lahir 7 Maret 1963) mungkin merupakan orang superjenius, yang masih hidup saat ini, tercatat dalam catatan resmi Guinness Book of Record sebagai manusia dengan IQ tertinggi saat ini, yaitu 210.

Kim mulai menempuh pendidikan di Universitas jurusan Fisika di saat usianya masih 3 tahun, dapat membaca dan menulis dalam 4 bahasa (Inggris, Korea, Jepang dan Jerman) pada saat ia berusia 4 tahun. Pada usia 4 tahun, ia menunjukkan kemampuannya menyelesaikan soal kalkulus integral dan differential yang sangat kompleks pada suatu acara TV di Jepang, menunjukkan kemahirannya dalam menguasai 4 bahasa yang dia kuasai dan menulis puisi.

Pada saat Usia 7 tahun, ia diundang untuk ke Amerika oleh NASA, mendapatkan gelar professor Ph. D dalam bidang Fisika di Colorado State University sebelum ia berusia 16 tahun, semasa berkuliah ia juga bekerja sebagai researcher di Nasa dan melanjutkan pekerjaan tersebut sampai pada tahun 1978 ketika ia memutuskan untuk kembali ke Korea, mendalami bidang Teknik Sipil, yang sama sekali berbeda dari bidang yang ia dalami sebelumnya (Fisika) dan berhasil mendapat gelar Doktor pada bidang teknik sipil.

2. Gregory Smith
Mendapatkan Penghargaan Nobel Pada Usia 12. Lahir pada tahun 1990, Gregory Smith mencatatkan namanya pada nobel perdamaian berkat usahanya dalam mendirikan International Youth Advocates. Perkumpulan Orang muda seluruh dunia. Ia pernah bertemu langsung dengan Presiden Bush, dan juga Michael Gorbacev. Lahir pada tanggal 9 Juni 1989. Gregory Smith terdengar seperti nama yang biasa. Tapi berdasarkan Biro Sensus Amerika Serikat, Smith adalah nama keluarga yang paling umum, pada survei berada pada daftar lima besar. Sedangkan Gregory berada pada daftar 40 besar nama depan yang paling umum.

Anak ini istimewa karena dia bergelar sarjana. Lulus Cum Laude strata satu untuk bidang matematika, juga sejarah dan biologi. Smith mendirikan sebuah lembaga amal(fondasi) yang telah dia pikirkan untuk masa depannya. “(lembaga amal)Fondasi akademik yang saya dirikan akan saling menghubungkan masa depan yang didalamnya berkontribusi untuk negara saya dan memeberi pelayanan pada dunia.” Kini Smith bekerja di Universitas Virginia departemen matematika. Smith juga memperoleh beasiswa yang sangat penting, Jack Kent Ccooke Award. Beasisiwanya cukup untuk membayar sekolahnya hingga gelar doktor(Ph. D ). Beasiswanya sebesar 50000 dolar AS per tahun.

Smith juga berencana melanjutkan studi pada bidang riset biomedis, kedirgantaraan, da hubungan internasional. Smith adalah co-chair dari World of Children Award. Dia bersanding dengan Muhammad Ali pada organisasi tersebut. The World of Children Award mengingatkan banyak orang untuk mendedikasikan hidupnya membantu anak-anak diseluruh dunia. Smith juga adalah pendiri International Youth Advocates. Misi IYA adalah melindungi anak muda dari kekerasan dan menyediakan pelayanan edukasi yang baik dan kondisi penghidupan yang baik dan juga layak. Organisasi ini bekerja sama dengan Christian Chldren’s Fund dan World Centers of Compassion for Children. Bersama – sama , organisasi tersebut mengumpulkan materi edukasi dan suplai medis dan mengantarkannya pada orang-orang di seluruh dunia.

Fantastiknya, Smith tiga kali dinominasikan sebagai calon penerima Hadiah Nobel Perdamaian. Pertama pada tahun 2002, kedua pada tahun 2003 dan ketiga kalinya pada tahun 2004. smith bekerja di suatu perusahaan yang didalamnya ada beberapa tokoh yang kini kita kenal , termasuk banyak figur pada dunia politik. Diantaranya, mantan presiden Amerika Serikta-Bill Clinton, mantan presiden Rusia-Michael Gorbachev, Nobelis Perdamaian tahun 1984-Desmond Tutu, Nobelis Perdamaian tahun 1976-Betty Williams.

Dia juga sama seperti anak muda lainnya. Suka bermain. Inilah deskripsinya tentang dirinya sendiri: Saya telah diberikan pemberian yang spesial yaitu kapabilitas luar biasa untuk belajar dan memegang teguh apa yang telah saya pelajari. Hal ini penting untuk mengingatkan bahwa saya tidak tahu apapun; faktanya, saya sedikit tahu dari gambaran yang ditunjukkan kearifan dan pengetahuan. Saya bekerja sangat keras dan menikmati perburuanku terhadap pengetahuan!Perburuan pengetahuan bukanlah kontes untuk melihat siapa yang lebih pandai atau siapa yang telah meraih tingkatan yang paling tinggi. Ini adalah riset untuk menjawab pertanyaan yang membingungkan masyarakat dan memimpin kita untuk menghentikan kekerasan pada dunia yang tanpa perdamaian. Saya ingin mengubah siklus ini.

Saat ditanya apa yang dilakukan Greg untuk bersenang-senang, jawabnya:”Mempelajari itu menyenangkan. Membaca itu menyenangkan. Saya juga menikmati permainan dengan teman-teman—bermain sepak bola, tenis, basket, dan permainan-permaina komputer.”

3.Akrit Jaswal

akrit Jaswal adalah seorang anak India yang disebut-sebut sebagai “the world’s smartest boy”. Akrit meraih perhatian publik ketika pada tahun 2000, dia melakukan pengobatan medis pertamanya. Saat itu dia berumur 7 tahun. Pasiennya, seorang anak perempuan lokal berumur 8 tahun yang tidak mampu berobat ke dokter. Tangan anak perempuan itu terbakar api, menyebabkan jari-jarinya dalam posisi menggenggam dan tidak bisa dibuka. Akrit belum pernah mendapatkan latihan atau pengalaman di bidang pembedahan sebelumnya, akan tetapi dia mampu melakukan pembedahan sehingga jari-jari anak perempuan tersebut dapat terbuka kembali dan mampu untuk menggunakan fungsi tangannya sebagaimana mestinya.

Akrit memfokuskan kepandaiannya ke bidang pengobatan dan pada umur 12 tahun, dia mengklaim bahwa dia sedang dalam penelitian untuk penyembuhan penyakit kanker. Saat ini dia sedang menjalani kuliahnya di jurusan Science di Chandigarh College dan merupakan mahasiswa termuda yang pernah diterima oleh Universitas di India.

4.Cleopatra Stratan

Bocah Penyanyi Berusia 3 Tahun dengan Gaji 1000€ per lagu. Lahir Pada 6 Oktober 2002 di Chisinau. ia adalah pencatat sejarah di Industri musik sebagai seorang penyanyi. Dengan albumnya tahun 2006 La vârsta de trei ani (”pada usia 3″). Dia mencatat record seorang artis cilik yang tampil diatas panggung dengan ribuan penggemarnya. Dia juga menerima penghargaan MTV Award dalam Artis termuda yang mencetak #1 Hit.

Pavel stratan, ayah dari Cleopatra sedang berada di studio rekaman dengan Cleopatra yang masih bersia 3 tahun sdang bermain-main, secara tiba-tiba ia meraih microphone dan mulai bernyanyi bersama pavel ayahnya. Setiap orang ang berada di studio sangat terkesan sehingga mereka menyelesaikan rekaman pada saat itu dengan lagu yang menampilkan Cleopatra sebagai penyanyi utama, dan menyarankan bahwa dia kan menjadi penyanyi yang lebih muda dari Shirley Temple. Dia akan tercatat di dunia sebagai orang palin muda yang pernah bernyanyi di panggung dan merekam albumnya sendiri di Rumania, moldova dan seluruh dunia dengan jumlah fans yang snagat banyak. Beberapa lagunya telah direkam dalam bahasa inggris dan spanyol. Dia juga sukses di jepang. Umur 3 tahun telah mendapatkan double platinum untuk penjualan lebih dari 150 ribu keeping di Rumania. Ayahnya kemudian mengumumkan pada desember 2006 bahwa sampai album berikutnya, sekitar setahun atau 2 tahun lagi, dia tidak aka terlihat menyanyi lagi.

5.Aelita Andre

Pelukis di usia 2 tahun. Anak kelahiran Australia ini, baru berumur dua tahun sudah menunjukkan kualitasnya sebagai jenius, ia memiliki sebuah gedung pertunjukkan untuk karya-karya abstraknya. Pada mulanya Mark Jamieson, direktur dari Brunswick Street Gallery di Melbourne’s Fitzroy. Tertarik melihat sebuah poto lukisan dari Aelita Andre. dan dia menginginkannya bergabung dalam grupnya karena bakat lukisannya itu. Ketika undangan telah dibuat, ia baru saja menyadari bahwa Aelita adalah anak yang masih berumur 22 bulan. Namun ia tetap melanjutkan pertunjukannya itu.

KISAH ini berawal dari usulan seorang fotografer kepada Direktur Brunswick Street Gallery, Mark Jamieson, agar menyertakan lukisan-lukisan Aelita Andre dalam pameran lukisan yang akan digelar di balai seni Melbourne Fitzroy. Fotografer itu memperlihatkan sejumlah foto lukisan Aelita tanpa menyebut siapa Aelita dan berapa usianya. Melihat foto-foto lukisan itu, Jameison tertarik dan memasukkan nama Aelita sebagai salah satu peserta pameran.

Untuk mempromosikan pameran tersebut, Jameison membuat iklan-iklan yang dipasang di majalan seni Art Almanac dan Art Collector. Setelah undangan tersebar, iklan dipasang, barulah sang direktur tahu kalau salah satu peserta pameran adalah bocah yang usianya belum genap dua tahun. Usianya saat itu baru 22 bulan. Jameison kaget luar biasa. Dia sungguh tak bisa membayangkan kalau karya-karya yang disodorkan padanya adalah karya bocah yang baru belajar berjalan.

Saya sangat terkejut, jujur saja, juga sedikit malu,” kata Jamieson mengungkapkan reaksi pertamanya ketika tahu Aerlita masih sangat bocah. “Saya sempat merasa ragu, sempat muncul pikiran untuk membatalkan keikutsertaannya. Karena meski karyanya menarik, tapi dia masih terlampau muda. Lalu saya pikir lagi, mengapa tidak memberinya kesempatan,” tutur Jamieson.

Ia mengatakan, Brunswick Street Gallery memunyai kebijakan untuk membantu mempromosikan seniman-seniman pemula, namun belum pernah yang berusia semuda Aelita. Akhirnya Jamieson memutuskan untuk tetap membolehkan karya Aelita ikut dipamerkan. Meski diakuinya, beberapa orang mengeritik bahwa ia telah melakukan kesalahan.

Aelita Andre, kini menjadi buah bibir di Australia, juga kalangan seniman lukis dunia. Pasalnya,karya-karyanya yang brilian yang dianggap melampaui usianya. Bisa jadi dia adalah pelukis termuda di dunia yang telah menggelar pameran, jika prestasinya ini diusulkan ke Guinness World Record.

Kehebohan muncul saat pameran di balai seni Melbourne Fitzroy. Lukisan abstrak berwarna cerah yang digantung berdampingan dengan karya pelukis terkenal, membuat para pemerhati lukisan tercengang. Mereka kaget karena di samping lukisan abstrak itu terdapat foto Aelita Andre dan penjelasan bahwa dialah yang pelukisnya.

Tak menunggu waktu lama, lukisannya pun dibeli pengunjung. Potensi yang dimiliki Aelita tidak disia-siakan penyelenggara pameran yang memberi kesempatan bocah ini berpameran tunggal. Dalam tempo singkat, Aelita memiliki penggemar yang terpaksa harus mengantre untuk bisa memiliki lukisan-lukisannya berharga ribuan dolar.

Sejauh ini, bocah yang masih suka digendong oleh orangtuanya ini, telah menghasilkan 20 lukisan. Melihat kualitas karyanya, orang menyebut Aelita adalah bocah jenius. Namun tak sedikit yang mengeritik orangtuanya. Mereka dianggap terlalu memaksakan anaknya yang sebenarnya masih terlalu muda untuk dipaksa ‘bekerja’ dan menjadi ‘tambang emas’. Tapi orangtuanya menolak anggapan demikian, menurut mereka, melukis adalah hobinya.

Aelita belajar melukis sebelum bisa berjalan. Seperti anak-anak pada umumnya, pelajaran menggambar di kelompok bermain, menjadi kegiatan yang paling digemarinya. Di hadapan kertas putih, Aelita bisa menjadi sangat serius membentuk garis-garis yang dia inginkan. Bisa jadi bakatnya menurun dari kedua orangtuanya, Michael dan Nikka yang memang seniman. Suatu ketika, ayahnya meletakkan selembar kanvas dan sejumlah cat di lantai dan mengajari Aelita cara melukis dengan cat.

Bocah ini tampak begitu gembira, dan mulai melukis dengan jarinya yang telah dicelupkan pada cat. Michael membiarkan anaknya melakukan sekehendak hatinya pada kanvas itu. Lalu, Michael kembali meletakkan sebuah kanvas lain, dan Aelita pun dengan tekun melukisnya.

Michael begitu tercengang dengan hasil karya anaknya. Begitu hidup dan ekpresif, goresannya kuat. “Dia menyelesaikan lukisan akrilik pertamanya di atas kanvas saya. Sejak itu ia menjadi begitu ‘tergila-gila’ pada melukis. Setiap saat dia ingin melukis dan melukis,” ujar Michael. Di bawah bimbingan orangtuanya, bakat Aelita makin terasah.

Pada usia 1 tahun, bocah itu telah menghasilkan sejumlah lukisan yang siap untuk dipamerkan. Sampai akhirnya Mark Jamieson, Direktur Brunswick Street Gallery, ‘menemukan’ karya bocah itu. Nama Aelita makin menjadi buah bibir ketika banyak media massa cetak maupun elektronik, dalam maupun luar negeri, memublikasikan sosoknya juga karya-karyanya. Kini para penggemar lukisan harus antre membeli lukisan yang harganya sudah mencapai ribuan dollar

6. Saul Aaron Kripke

Mengajar Havard saat Masih Duduk di Bangku SMA. Lahir di New York dan tumbuh dewasa di Omaha di 1940. Jenius satu ini, saat kelas empat ia menguasai aljabar, saat akhir SD ia sudah bisa geometri, kalkulus dan filsafat. Saat SMU ia memperoleh surat dari Harvard agar melamar sebagai dosen, namun ibunya menyuruhnya untuk menamatkan sekolahnya dahulu. Kripke dihadiahi Schock Prize, Nobel Filosofi. Sekarang, ia dinobatkan sebagai ahli filsafat terbesar dalam sejarah Michael Kevin Keaulus kuliah pada umur 10 tahun.

7. Kaerny
lahir tahun 1984, ia menyelesaikan kuliah pada umur 10 tahun. Tercatat sebagai sarjana termuda. ia mengajar universitas pada usia 17 tahun. Namanya semakin mencuat kala dia memenangkan sebuah kuis online. Pada 2006, dia mencapai final di tanda burnett/aol perebutan Gold Rush, permainan menguji/teka-teki, dan menjadi pemenang pertama 1 juta di permainan kenyataan online.

8. Fabiano Luigi Caruana

lahir tanggal 30 januari 1992 di Miami, florida, anak muda yang mirip dengan pemeran harry potter ini meraih gelar grand master caturnya pada umur yang masih sangat muda yaitu 14 tahun, 11 bulan dan 20 hari. Memiliki dual citizenship atau kewarganegaraan ganda yaitu italia dan amerika serikat. Karena lahir dari seorang ayah italia-amerika dan ibu italia.

Pada umur 4 tahun keluarganya berpindah dari Miami ke broklyn, lingkungan yang sama tempat boby fischer tumbuh selama masih kecilnya. Pada umur 5 tahun, talenta bermain caturnya terungkap di program catur extrakurikulernya di Congregation Beth Elohim in Park Slope, Brooklyn, dan dia bermain di turnamen pertamanya di Polgar Chess Center in Queens, New York.Di umurnya yang 12, dia tinggal dan bermain di amerika serikat dan secara berkala berkunjung untuk mengikuti turnamen di eropa dan amerika selatan.

Berlatih catur pada umur tahun di National Master Bruce Pandolfini. Dan dari umur delapan hingga 12 dia belajar bersama Grandmaster Miron Sher. Di tahun 2004 pada umur 12, dia memindahkan keluarganya dar Brooklyn ke Madrid untuk mengajar karir caturnya lebih serius, berlatih catur dengan International Master Boris Zlotnik di Madrid, kemudian dengan Grandmaster Alexander Chernin (gurunya sekarang) di Budapest.

9. Willie Mosconi

Pemain Bilyard Professional pada usia 6. Mendapat julukan “Tuan Pocket Billiards”. Dia berasal dari Philadelphia, Pennsylvania. Ayahnya seorang pemilik tempat Billyard, namun ayahnya tidak mengizinkannya main, ia sering berimprovisasi dengan gagang sapu milik ibunya. Ayahnya melihat bakat anaknya, ia sering mengalahkan orang-orang yang lebih tua darinya. Antara tahun 1941 dan 1957, dia memenagkan BCA World Championship selama 15 kali tanpa pernah kalah sekalipun. Ia memebuat berbagai macam trik, membuat banyak rekor, dan membuat billyard menjadi olahraga yang terkenal.

10. Elaina Smith

ELAINA Smith, kini menjadi penyiar terkenal di Inggris. Pasalnya murid SD ini menjadi penyiar radio termuda yang membawakan acara konsultasi kehidupan dan masalah percintaan. Padahal usianya baru 7 tahun, suatu yang sebenarnya mustahil dilakukan anak-anak. Anehnya, dia selalu bisa memberi nasihat dan tips-tips tepat pada pendengarnya yang ‘curhat’.

Tak mengherankan, jika sebagai penyiar muda namanya cepat melambung. Publikasi media massa tentang sosok bocah yang membawakan acara orang dewasa ini, ikut membantu memopulerkan namanya. Elaina disebut-sebut sebagai penyiar termuda dalam sejarah penyiaran radio Inggris. Bahkan namanya masuk dalam daftar 10 bocah ‘ajaib’ di dunia.

“Apa yang terlintas di pikiran saya, itulah yang saya lontarkan pada mereka. Ternyata mereka menyukainya,” ucap Elaina yang telah memberi konsultasi pada ribuan pendengar. Elaina mengaku sangat suka menolong orang lewat nasihatnya. Sebelumnya dia juga memberi nasihat pada sepupunya yang mogok sekolah. Sejak itu, ujarnya, hatinya selalu tergerak untuk membantu mereka yang memiliki masalah.

Dailymail melaporkan, kiprahnya sebagai penyiar bermula saat dia menelpon stasiun radio setempat, Mercia FM, menanggapi ‘curhat’ seorang gadis yang sedang bermasalah dengan pacarnya. Dengan suara yang kekanak-kanakan namun meyakinkan, Elaina menyarankan pada orang itu untuk tidak usah memikirkan pacarnya. Bahkan kalau perlu segera memutuskan pacarnya. Agar tenang, Elaina menyarankan gadis itu untuk meminum segelas susu hangat dan pergi main bowling bersama teman-temannya.

Nasihat ‘jitu’ Elaina mengejutkan penyiar yang sedang memandu acara konsultasi itu. Selanjutnya, Elaina kerap menelpon stasiun radio tersebut, khususnya pada acara konsultasi, dan membantu memberi tips-tips mengatasi masalah mereka.Pengelola stasiun radio merasa tertarik pada Elaina dan menawarkannya untuk menjadi penyiar di stasiun radio itu seminggu sekali. Ia memberi solusi terhadap berbagai masalah yang dialami para pendengarnya yang berusia dewasa mulai dari urusan percintaan, depresi, masalah rumah tangga sampai pada urusan rumah yang jorok dan bau.

Media massa yang mengulas sosok Elaina menyebutnya sebagai bocah jenius. Ia memandu acara konsultasi seminggu sekali saat orang tengah menikmati sarapan pagi. Setiap pekan, ia mendapat ratusan surat dari pendengarnya yang meminta tolong padanya untuk memecahkan masalah mereka. Setelah siaran, Elaina beristirahat sejenak, untuk kemudian siap-siap berangkat ke sekolah.

Penyiar utama acara ‘Breakfast Show’, Andy Goulding mengatakan, pihaknya menerima banyak surat dan pos-el yang menanggapi acara ‘Breakfast Show’ itu. Mereka umumnya adalah orang-orang yang berusia dewasa, jauh di atas Elaina. “Kami dihujani berbagai pertanyaan seputar Elaina. Mereka adalah penggemar fanatiknya. Pernah, seorang pasien rumah sakit sampai menelpon ke stasiun kami, saat Elaina mengudara pertama kalinya. Pasien itu mengatakan mendengar acara bocah itu membuatnya bersemangat. Ia kagum akan kepandaiannya membantu memecahkan masalah orang lain,” ungkap Andy Goulding.

Ibunya Karen Harris, 31 tahun, yang bekerja sebagai customer service, berkisah, setiap pagi keluarga mereka mendengar radio sambil bersiap-siap untuk memulai tugas-tugas rutin.“Sambil mendengar radio, saya membantu Elaina untuk bersiap ke sekolah. Tiba-tiba kami mendengar seorang pendengar menelepon dan meminta nasihat tentang masalah rumah tangganya yang diambang perceraian. Lalu Elaina, yang akan berangkat sekolah minta izin saya untuk menelepon radio tersebut. Saya awalnya tidak mengerti, dan saya benar-benar terkejut, ketika ia menelepon dan memberi nasihat pada wanita itu,” tutur Karen Harris.
Karen mengatakan, dia melihat talenta tertentu pada anaknya khususnya pada dunia penyiaran radio. Dia tidak canggung berbicara di depan pelantang, bahkan dia bisa demikian luwes. “Saya merasa dia punya masa depan yang baik di dunia penyiaran. Saat sekarang biarlah dia belajar untuk mendapatkan pengalaman karena dia menyukainya,” tutur Karen.

Suatu ketika seorang pendengar meminta saran Elaina bagaimana caranya agar bisa mendapatkan pacar. Dengan suaranya yang lincah, Elaina menyarankan agar gadis itu pergi ke diskotek. Di lain waktu seorang pendengar meminta sarannya mengatasi kakak laki-lakinya yang malas, Elaina dengan bijaksana menyarankan, agar dia mengajak kakaknya membantunya bekerja. Nasihat lainnya dia berikan pada seorang wanita yang patah hati. Sarannya pada wanita itu, agar dia melupakan laki-laki yang telah menyakiti hatinya, karena tidak sepadan cinta yang dia terima dengan sakit hati yang dideritanya. “Hidup ini terlalu pendek, sayang jika disia-siakan untuk laki-laki semacam itu,” nasihat bocah tujuh tahun itu

11. Husein tabatabai



Jika Anda seorang muslim, pada usia berapa Anda belajar membaca Al Quran, dan berapa juz yang Anda hafal? Umumnya anak-anak muslim di Indonesia mulai belajar mengaji pada usia sekolah dasar. Dulu, orang tua memanggil ustadz/ustadzah ke rumah untuk mengajar anak-anaknya mengaji. Namun kini, seiring maraknya Taman Pendidikan Al Quran (TPA) dan ditemukannya metode belajar cepat baca Al Quran, orang tua memasukkan anak-anaknya ke TPA untuk belajar membaca dan menulis Al Quran. Hasilnya, anak-anak muslim saat ini sudah banyak yang melek huruf Al Quran dan hafal juz amma (juz 30), yang terdiri dari surah-surah pendek yang mudah dihafal. Tapi tak banyak produk TPA yang menjadi hafiz (penghafal Al Quran), karena TPA tidak didesain untuk mencetak hafiz, dan program menjadi hafiz biasanya ditangani pesantren-pesantren Al Quran.

Sayyid Muhammad Husein Tabataba’i, yang mulai belajar Al Quran pada usia 2 tahun, dan berhasil hafal 30 juz dalam usia 5 tahun! Pada usia sebelia itu dia tidak hanya mampu menghafal seluruh isi Al Quran, tapi juga mampu menerjemahkan arti setiap ayat ke dalam bahasa ibunya (Persia), memahami makna ayat-ayat tersebut, dan bisa menggunakan ayat-ayat itu dalam percakapan sehari-hari.

Bahkan dia mampu mengetahui dengan pasti di halaman berapa letak suatu ayat, dan di baris ke berapa, di kiri atau di sebelah kanan halaman Al Quran. Dia mampu secara berurutan menyebutkan ayat-ayat pertama dari setiap halaman Al Quran, atau menyebutkan ayat-ayat dalam satu halaman secara terbalik, mulai dari ayat terakhir ke ayat pertama .

Yang lebih mengagumkan lagi, di usia 7 tahun Husein berhasil meraih gelar doktor honoris causa dari Hijaz College Islamic University, Inggris, pada Februari 1998. Saat itu, Husein menjalani ujian selama 210 menit, dalam dua kali pertemuan. Ujian yang harus dilaluinya meliputi lima bidang. Yakni, menghafal Al Quran dan menerjemahkannya ke dalam bahasa ibu, menerangkan topik ayat Al Quran, menafsirkan dan menerangkan ayat Al Quran dengan menggunakan ayat lainnya, bercakap-cakap dengan menggunakan ayat-ayat Al Quran, dan metode menerangkan makna Al Quran dengan metode isyarat tangan.

Setelah ujian selesai, tim penguji memberitahukan bahwa nilai yang berhasil diraih bocah itu adalah 93. Menurut standar yang ditetapkan Hijaz College, peraih nilai 60-70 akan diberi sertifikat diploma, 70-80 sarjana kehormatan, 80-90 magister kehormatan, dan di atas 90 doktor kehormatan (honoris causa). Pada 19 Februari 1998, bocah Iran tersebut menerima ijazah doktor honoris causa dalam bidang Science of The Retention of The Holy Quran.

Selama di Inggris, Husein juga diundang dalam berbagai majelis yang diadakan komunitas muslim setempat. Umumnya hadirin ingin menguji kemampuan bocah ajaib tersebut. Uniknya, Husein menjawab semua pertanyaan dengan mengutip ayat Al Quran. Contohnya, dalam satu forum seseorang bertanya, “Bagaimana pendapatmu tentang budaya Barat?” Husein menjawab, “(Mereka) menyia-nyiakan salat dan memperturutkan hawa nafsunya.” (QS 19:59).

Penanya lain bertanya, “Apa yang dilakukan Imam Khomeini terhadap Iran?” Husein menjelaskan, “(Dia) membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka.” (QS 7:15). Maksudnya, pada masa pemerintahan monarki, rakyat Iran terbelenggu dan tertindas. Lalu Imam Khomeini memimpin revolusi untuk membebaskan rakyat dari belenggu dan penindasan.

Untuk kasus Husein, proses pendidikan Al Quran telah dimulai sejak dia masih dalam kandungan. Orang tua Husein menikah ketika mereka masing-masing berusia 17 tahun, dan setelah menikah keduanya bersama-sama berusaha menghafal Al Quran. Tekad itu akhirnya tercapai enam tahun kemudian, ketika mereka berhasil menghafal 30 juz Al Quran. Dalam proses menghafal itu, keduanya membentuk kelompok khusus penghafalan Al Quran. Dalam kelompok itu, secara teratur dan terprogram, orang tua Husein dan rekan-rekannya yang juga berkeinginan untuk menghafal Al Quran, bersama-sama mengulang hafalan, mengevaluasi dan menambah hafalan. Orang tua Husein juga mendirikan kelas-kelas pelajaran Al Quran yang diikuti oleh para pencinta Al Quran.

Seiring dengan kegiatan belajar dan mengajar Al Quran orang tuanya, Husein dan saudara-saudaranya tumbuh besar. Husein sejak kecil selalu diajak ibunya untuk menghadiri kelas-kelas Al Quran. Meskipun di kelas-kelas itu Husein hanya duduk mendengarkan, namun ternyata dia menyerap isi pelajaran. Pada usia 2 tahun 4 bulan, Husein sudah menghafal juz ke-30 (juz amma) secara otodidak, hasil dari rutinitasnya dalam mengikuti aktivitas ibunya yang menjadi penghafal dan pengajar Al Quran, serta aktivitas kakak-kakaknya dalam mengulang-ulang hafalan mereka. Melihat bakat istimewa Husein, ayahnya, Sayyid Muhammad Mahdi Tabataba’i, pun secara serius mengajarkan hafalan Al Quran juz ke-29.

Setelah Husein berhasil menghafal juz ke-29, dia mulai diajari hafalan juz pertama oleh ayahnya. Awalnya, sang ayah menggunakan metode biasa, yakni membacakan ayat-ayat yang harus dihafal, biasanya setengah halaman dalam sehari dan setiap pekan. Namun ayahnya menyadari bahwa metode seperti itu memiliki dua persoalan. Pertama, ketidakmampuan Husein membaca Al Quran membuatnya sangat tergantung kepada ayahnya dalam mengulang-ulang ayat-ayat yang sudah dihafal.

Kedua, metode penghafalan Al Quran secara konvensional ini sangat ‘kering’ dan tidak cocok bagi psikologis anak usia balita. Selain itu, Husein tidak bisa memahami dengan baik makna ayat-ayat yang dihafalnya karena banyak konsep-konsep yang abstrak, yang sulit dipahami anak balita.

Untuk menyelesaikan persoalan pertama, Husein mulai diajari membaca Al Quran , agar dia bisa mengecek sendiri hafalannya. Untuk menyelesaikan persoalan kedua, ayah Husein menciptakan metode sendiri untuk mengajarkan makna ayat-ayat Al Quran, yaitu dengan menggunakan isyarat tangan. Misalnya, kata Allah, tangan menunjuk ke atas, kata yuhibbu (mencintai) , tangan seperti memeluk sesuatu, dan kata sulh (berdamai), dua tangan saling berpegangan.

Ayah Husein biasanya akan menceritakan makna suatu ayat secara keseluruhan dengan bahasa sederhana kepada Husein. Kemudian dia akan mengucapkan ayat itu sambil melakukan gerakan-gerakan tangan yang mengisyaratkan makna ayat.

Metode ini sedemikian berpengaruhnya pada kemajuan Husein dalam menguasai ayat-ayat Al Quran sehingga dengan mudah dia mampu menerjemahkan ayat-ayat itu ke dalam bahasa Persia dan mampu menggunakan ayat-ayat itu dalam percakapan sehari-hari .

Ayahanda Husein juga berpesan, bila orang tua menginginkan anaknya jadi pencinta Al Quran dan penghafal Al Quran, langkah pertama yang harus dilakukan adalah orang tua terlebih dahulu juga mencintai Al Quran dan rajin membacanya di rumah. Husein sejak matanya bisa menatap dunia telah melihat Al Quran, mendengarkan bacaan Al Quran, dan akhirnya menjadi akrab dengan Al Quran.

Bagi para remaja, perlu disimak pesan Husein tentang cara pandang seorang remaja terhadap Al Quran. Menurut dia, pandangan seorang remaja terhadap Al Quran haruslah seperti pandangan terhadap minyak wangi. Ketika kita keluar rumah, tentu kita selalu ingin wangi dan menggunakan minyak wangi. Kita juga harus berusaha mengharumkan jiwa dengan membaca dan menghayati Al Quran. Seorang remaja, kata Husein, harus menyimpan Al Quran di dadanya supaya sedikit demi sedikit perilaku dan pembicaraannya dipengaruhi oleh Al Quran.

12.alia sabur

Siapa profesor termuda dalam sejarah? Biasanya, orang pasti akan menjawab Colin Maclaurin, mahasiswa Issac Newton. Sebab, ia dinobatkan menjadi profesor pada usia 19 tahun. Namun, rekor yang telah bertahan 200 tahun lebih itu berhasil ditumbangkan oleh Alia Sabur. Ia menjadi profesor termuda dalam usia 19 tahun kurang tiga hari. Guiness Book of Record pun menobatkan dirinya sebagai guru besar termuda dalam sejarah.
Alia Sabur masih muda, masih 19 tahun. Namun namanya menghentak kalangan akademisi setelah dinobatkan sebagai profesor termuda oleh Guinness World Record.

Dia sekarang menjadi profesor di Konkuk University Korea Selatan. Lahir pada 22 Februari 1989, Alia menjalani masa studinya dengan waktu amat singkat. Dari kelas IV SD, gadis ini langsung melompat ke universitas, dan lulus BA dengan predikat sum cum laude dari Universitas Stony Brook di New York ketika usianya baru 14 tahun.

Ia melanjutkan pendidikan di Universitas Drexel. Di universitas itu dia mendapatkan gelar master of science dan PhD. Tiga hari menjelang ulang tahun ke-19 Februari lalu, dia resmi menjadi dosen di Universitas Konkuk, Seoul, Korea Selatan. Buku Rekor Dunia Guinness menobatkannya sebagai guru besar termuda dalam sejarah. Dia menumbangkan rekor sebelumnya yang dicatat oleh Colin MacLaurin, mahasiswa Isaac Newton, pada tahun 1717.

Masa depan cemerlang terbentang luas di hadapan remaja Northport, New York itu. Tapi dia memilih mengajar. “Saya sangat senang mengajar. Karena di bidang itulah kita bisa membuat perbedaan. Dengan mengajar, kita tidak cuma menunjukkan yang bisa kita lakukan, tapi juga memampukan orang lain untuk membuat perbedaan,” katanya. Alia tidak cuma cemerlang di bidang akademis. Ia sudah tampil memainkan klarinet bersama Rockland Symphony Orchestra pada usia 11. Di bidang musik ini ia sudah mendapat berbagai penghargaan. Seni bela diri juga dikuasainya dengan menyandang sabuk hitam Tae Kwon Do
Meski dianggap sangat hebat, Alia tetap rendah hati. Ia tak memilih pekerjaan atau profesi yang sebenarnya bisa membuatnya cepat kaya dan tenar. Ia justru memilih menjadi dosen. Kini, ia resmi menjadi dosen di Universitas Konkuk, Seoul, Korea Selatan. Menurut peraih sabuk hitam tae kwon do ini menjadi dosen merupakan bidang yang berbeda dari bidang lainnya. Dengan mengajar seseorang tidak hanya menunjukkan apa yang bisa dilakukan. Tapi, ia juga memampukan orang lain untuk membuat perbedaan.

  1. Apakah di zaman sekarang masih terlahir anak-anak genius seperti 12 anak di atas??? seperti nya gen intelegensia manusia mengalami penurunan kualitas

    • gustiefarera
    • July 5th, 2010

    kita bisa berharap semoga anak2 kita juga diberikan kejeniusan seperti 12 anak di atas… amien…

    • deby
    • January 27th, 2011

    anak nya hebat2 yaa,.,

  2. hebat, wonderfull..!!

  3. I wish I knew suitable way to web site directly
    if I can call you back I might, you assisted
    change my gaming being. I today dont’ think I’m going to invest as much doing what I used to
    do, I may possibly a much more fashion mindful or perhaps just confer with more girls but nevertheless try to balance
    existence a bit.

    • ALFINA NUR ZAHRO
    • October 25th, 2012

    WWWWWWWWWWWWWWWWWWWWaaaaww, amazing

    • ode
    • October 29th, 2012

    subhanallah, menjadi inspiratif bagi generasi muda

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: