Doaku Untukmu (Seorang Sahabat)

Malam ini..

ada gundah menghampiri hati..

saat ini..

ada nelangsa menjumput di dalam kalbu..

Jam ini..

aku seakan kehilangan kesadaran yang membujukku semenjak pagi berlalu..

Menit ini..

aku seakan ketakutan akan sesuatu yang mungkin meninggalkanku..

detik ini…

aku seakan belum rela akan kepergian yang tidak dapat aku tahan..

Berjalanlah..

seperti saat aku pertama kali menjumpaimu

di ujung sebuah ruangan tempat kita banyak menghabiskan waktu bercerita, bersama dan berkumpul.

Melangkahlah..

karena masih ada ribuan kilometer hidup yang harus digawangi

diurai maknannya dan dibagikan dalam lantunan cerita yang tersyukurkan

Berdoalah..

semoga hari berlalu dengan suatu makna

tentang makna persahabatan dan rasa rindu..

Merenunglah..

semoga hidup kita dipanjangkan

untuk dapat bertemu lagi

dan merangkai banyak cerita..

untuk penghidupan kita di masa yang akan datang..

Selamat jalan kawanku

selamat jalan sahabatku

selamat jalan saudaraku

jemput impianmu disana

niatkan hatimu untuk sebuah surga yang tak tahu kapan pula datangnya…

semoga jika kelak bertemu, kau punya banyka cerita untuk dibagikan

kau punya banyak rasa rindu untuk dihamparkan

kalaupun tak pernah bertemu, jangan kau nafikkan hatimu tentang diriku

doakanlah aku selalu agar aku bisa meniti langkah kebaikan yang pernah kau tuai.

tunggulah aku di pintu surga-Nya, agar waktu tak dapat memisahkan lagi persahabtan kita

Insya ALLAH

(Sebuah Puisi untuk seorang sahabat terbaik yang pernah mengisi hidupku, “Mungkinkah kita terlupa, ALLAH ada janji-Nya, bertemu dan berpisah kita adalah rahmat dan kasih-Nya

Ketika Polisi Dunia Bergoyang Dengan Seragam……Manusiawikah????

Jujur saja, saya orang paling takut berhadapan dengan polisi, bukan karena tidak punya STNK atau punya SIM, namun kesan galak dan terlalu monoton yang ditampilkan wajah aparat pemerintah ini terlalu kental dan kuat. Ditilang polisi adalah biasa, karena memang ini adalah engara hukum, jadi kalau ditilang dan kembali harus merogoh kocek, tidak ada masalah, siapa suruh gak bawa SIM atau STNK, atau melanggar lampu lalu lintas, atau tidka pakai helm standard, its ok.

seperti beberapa hari lalu saat mengantarkan teman untuk mengurus surat kehilangan di kepolisian, suasana tegang sudah menyelimuti perasaan dan hati. begitu duduk. seorang anggota korps kepolisian bertanya dengan nada yang tidak ramah, monoton, sedikit berat dan cuek “ada yang bisa dibantu”. sedikit kesal karena tidak “siap melayani anda” namun ya sudahlah mungkin mereka ingin menunjukkin wibawa mereka bahwa mereka adalah tulang punggung negara dalam menjaga keamanan bangsa ini. namun, sebuah mimpi di kepala semoga suatu saat korps kepolisian ini bisa lebih ramah di kantor kepada orang yang butuh bantuan mereka dan bisa menunjukkan wibawa mereka di lapangan. bukankah rasa hormat dan segan seseorang kepada orang lain akan lebih di ingat darfi sebuah hal kecil yaitu senyum. bagaimana mungkin masyarakat bisa segan dan hormat, mau ngurus ini itu harus di seneni dulu….semoga suatu hari nanti ketika ke kantor polisi, para polisi bisa seperti pegawai teller bank, sehingga tercipta suasana nyaman dan enak.

nah, beberapa hari lalu rasa ketakutan saya sedikit terobati ketika sebuah video joget india ala briptu Norman bergejolak di media. saya merasa polisi seharusnya seperti ini, bergoyang, tersenyum, itu hal yang manusiawi. di tengah kepadatan kerja, hiburan dibutuhkan namun tetap menghargai dan menjunjung tinggi kehormatan dan nama baik kepolisian indonesia. saya berharap video ini bisa mendapatkan apresiasi dan memberikan nilai tambah bagi kepolisian, bagaimanapun juga para polisi adalah manusia yang bisa stress, bisa down, bisa goyah atau apapun. sehingga butuh hiburan. dilain pihak video ini bisa membantu masyarakat dalam memberikan kesan bahwa polisi juga bisa lucu bukan hanya sule atau olga. polisi tidak selamanya arogan, mau menang sendiri, monoton atau apapun yang menjelekkan citra polisi di mata masyarakat.

namun, sikap kepolisian indonesia bertolak belakang dengan dukungan masyarakat yang merasa terhibur, petinggi kepolisian mulai gerah dengan ulah sang briptu, terkesan sang briptu melakukan pelanggaran yang sangat serius dengan alasan sang briptu berjoget dengan menggunakan seragam (kalau ini saya tidak setuju) dan juga sang briptu menggunakan tindik di lidah (kalau ini saya setuju untuk dihukum, masa aparat pakai tindik). para petinggi kepolisian sepertinya tidak dapat menghargai masalah kecil ini (biasalah masalah kecil dibesarkan, ada yang besar malah dikecilkan). seorang polisi joge dengan pakai seragam dianggap masalah yang serius hanya karena videonya menyebar ke internet. sedangkan banyak polisi yang berseragam melakukan tindakan yang tidak etis. untuk urusan ini biarlah menjadi urusan polisi

sementara mengunduh ngunduh di youtube. saya menemukan beberapa video goyang polisi negara lain yang juga menggunakan seragam, bahkan melakukan syuting di tempat kerja. dan para petinggi kepolisian disana malah memberikan apresiasi dalam rangka mencitrakan secara baik kepolisian mereka di mata masyarakat.

berikut ini beberapa video polisi bergoyang yang sempat saya temui di youtube.

Video Polisi berGoyang di Indonesia

polisi yang melakukan goyang ini adalah seorang polisi indonesia berpangkat briptu di gorontalo, polisi yang bernama briptu norman kamaru. dengar-dengar dia akan dijatuhi sanksi atas pelanggrannya ini. beberapa hal yang disayangkan adalah melakukan “goyang” pada saat melakukan tugas dengan menggunakan seragam serta menunjukkan tindik di lidah.

Video Polisi berGoyang di Thailand

video polisi thailand yang bergoyang ini malah mendapat restu dari pemerintah thailand, khususnya para petinggi anggota polisi. video ini dibuat untuk menunjukkan bahwa polisi thailand adalah baik dan tidak sangar sehingga dapat memperbaiki citra polisi di masyarakat. video ini malah direncanakan dan dilakukan pengambilan gambar beberapa kali. beberapa petinggi polisipun ikut terlibat dalam video yang menggunakan sound background lagu super junior “sorry-sorry”

Video Polisi Bergoyang di Korea

nah kalau polisi yang ini hapal sekali gerakan dari wondergirls yang menyanyikan lagu no body but you, coba deh dilihat polisi ini menggunakan seragam polisi .

dalam video-video itu bisa dilihat bahwa seorang polisi hanyalah seorang manusiawi, tidak pantas untuk dihukum untuk hanya sebuah hal sepele, masih banyak kasus lain yang dilakukan polisi yang melanggra kode etik lebih pantas untuk dihukum. semoga artikel ini bisa memberikan angin segar bahwa tidak hanya di indonesia banyak polisi bergoyang, namun di negara lain juga banyak. justru hal seperti ini perlu diapresiasi untuk memperbaiki citra polisi yang terkadang buruk di masyarakat.

Jayalah kepolisian indonesia………………….

 

[Video Mengerikan] Menolak Menembak Demonstran Anti Pemerintah Libia, 130 Prajurit Libia Di Tembak Mati

Lebih dari seratus prajurit Libya menemui ajal karena keberanian mereka menentang perintah keji rezim Muammar Khadafi. Mereka menolak perintah untuk menembaki para demonstran antipemerintah. Namun sebagai akibatnya, para tentara itu ditembak mati!

Hal itu disampaikan organisasi Federasi HAM Internasional atau International Federation for Human Rights (IFHR) yang mendapatkan video amatir yang memperlihatkan eksekusi tersebut.

Dalam video itu seperti diberitakan Press TV, Kamis (24/2/2011), terlihat jasad sekitar 130 tentara yang tewas dengan tangan-tangan mereka diikat ke belakang tubuh mereka. Para prajurit yang memberontak itu ditembak mati di al-Baida dekat Kota Benghazi.

Khadafi yang menolak mundur telah memerintahkan pasukannya untuk menembaki para demonstran. Namun belakangan bertambah banyak tentara yang menolak perintah tersebut.

Sumber-sumber medis mengatakan pada IFHR bahwa mereka telah melihat adegan pembantaian di Benghazi. Tentara-tentara bayaran menembak secara acak ke para demonstran di kota terbesar kedua di Libya tersebut. Rumah-rumah sakit di kota tersebut dipenuhi dengan mayat-mayat dan para korban yang terluka akibat serangan orang-orang pendukung Khadafi.

IFHR menegaskan, kekerasan terhadap para demonstran di Libya merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan yang harus diajukan ke International Court of Justice.

Setidaknya 1.000 orang dilaporkan telah tewas akibat kekerasan yang dilakukan pasukan keamanan terhadap para demonstran sejak pekan lalu. Ratusan demonstran yang tewas telah dikuburkan secara massal di sebuah pantai di Tripoli, ibukota Libya.

Pasukan Libya menggunakan senjata-senjata berat pada Rabu, 23 Februari lalu untuk membubarkan massa. Bahkan aparat juga melakukan pemeriksaan dari rumah ke rumah untuk mencari para demonstran antipemerintah. (Vivanews)

INDUSTRI KECIL DAN MENENGAH VERSUS PERUSAHAAN WEBHOSTING MURAH: KETIKA SIMBIOSIS MENJADI MENGUNTUNGKAN

Industri kecil menengah atau yang biasa disingkat dengan UKM adalah jenis usaha yang sangat berkembang pada tahun-tahun terakhir. Peranan usaha jenis ini pada perekonomian Indonesia tidak bisa dianggap sepele atau enteng. Perusahaan kecil menengah telah menyumbang banyak sekali manfaat bagi sendi-sendi perekonomian Negara ini. Industri kecil menengah adalah jenis industri yang justru bertahan pada saat krisis ekonomi melanda Indonesia. Industri kecil dan menengah berperan pada hampir 60 % produk domestic bruto bangsa ini. pada tahun 2001 jumlah UKM naik sebesar 99.9 % dari total perusahaan dan menyerap tenaga kerja hampir 99.4% dari total tenaga kerja atau sekitar 10 juta orang.

Semangat industri kecil menengah yang tinggi dan manfaat yang dibawanya telah banyak membantu Negara ini dari keterpurukan ekonomi, memberikan peluang-peluang baru bagi kreatifitas yang tinggi dan lapangan kerja baru bagi puluhan juta pengangguran usia produktif di negeri ini. Namun, usaha industri kecil dan menengah untuk bisa maju lagi menatap dunia semakin sulit, hal ini dikarenakan banyaknya permasalahan yang terjadi pada industri kecil dan menengah yang menghambat kemajuan industri itu sendiri. Adiningsih (2008) menyebutkan beberapa hambatan yang dialami oleh industri kecil dan menengah sebagai berikut:

1.       kurangnya pengetahuan atas teknologi dan quality control yang disebabkan oleh minimnya kesempatan untuk mengikuti perkembangan teknologi serta kurangnya pendidikan dan pelatihan.

2.      Kurangnya pengetahuan akan pemasaran.

3.      Keterbatasan sumber daya manusia.

4.      Kurangnya pemahaman keuangan dan akuntansi.

Hambatan yang paling penting yang dialami oleh perusahaan adalah pengetahuan akan pemasaran. Konsep pemasaran yang baik akan memberikan dampak yang baik bagi perusahaan ke depan sedangkan konsep pemasaran yang jelek akan mengakibatkan porak-porandanya tiang-tiang penyangga perusahaan. industri kecil dan menengah sama seperti industri besar mengharapkan hidupnya dari keuntungan yang didapatkan dari penjualan produk. Penjualan produk dapat berlangsung dengan baik dan menguntungkan jika kegiatan pemasaran juga memiliki konsep yang baik.

Namanya juga industri kecil dan menengah, sudah barang tentu keuangan pada jenis industri ini kecil dan tidak dapat dibandingkan dengan industri besar. Kegiatan pemasaran seperti yang banyak dilakukan oleh industri besar otomatis tidak dapat di contoh karena keterbatasan yang terjadi pada masalah keuangan jenis industri kecil menengah akan sangat tidak mendukung. Industri besar melakukan pemasaran dengan konsep yang sangat tertata dan juga dengan keuangan yang cukup menguras kantong perusahaan. Kegiatan pemasaran pada industri besar di harapkan  dapat memberikan keuntungan yang besar bagi perusahaan. Untuk industri kecil dan menengah diperlukan tatanan konsep pemasaran yang murah meriah namun memberikan banyak keuntungan dan hasil yang maksimal bagi kelangsungan industri kecil dan menengah. Salah satu jenis pemasaran yang mungkin dilakukan oleh industri kecil dan menengah adalah pemasaran dengan menggunakan website.

Statistik Pengguna Internet di Asia

Indonesia berada di peringkat-5

Dunia maya yaitu internet meningkat pada 10 tahun terakhir.  Jumlah pengguna internet pada 10 tahun belakangan tumbuh dan berkembang. Statistik dunia menyebutkan bahwa Indonesia menduduki peringkat ke-5 jumlah pengguna internet di asia yaitu 30 juta orang, dan akan tumbuh 25 persen setiap tahunnya. Oleh karena itu, pemasaran dengan menggunakan internet sebenarnya adalah cara yang paling baik dan paling efisien bagi perusahaan. Alasan pemilihan website sebagai salah satu media pemasaran barang bagi industri kecil dan menengah adalah sebagai berikut:

  • Pemasaran melalui web bisa lebih cepat dan murah dilakukan karena bersifat global dan mendunia dan dapat diakses dari belahan dunia mana saja. Pemasaran dengan menggunakan televisi dan radio terkendala oleh frekuensi dan membutuhkan biaya yang sangat mahal. Sebagai perbandingan bahwa satu slot iklan di televisi bisa mencapai harga sekitar 30 juta pada jam-jam biasa, dan akan melonjak lebih tinggi pada jam prime time atau acara televisi yang memiliki rating tinggi.
  • Web sudah dapat diakses melalui handphone sehingga lebih mudah.
  • Informasi pada web bersifat real time sehingga akan sangat membantu industri dalam memasarkan hasil produksi mereka, apalagi produk industri kecil dan menengah biasanya memiliki jumlah model produk yang cukup besar sehingga pemilihan website sangat tepat.
  • Web bersifat internasional bukan nasional, sehingga pemasaran dengan web berarti pemasaran secara internasional. pelanggan tidak hanya akan datang dari indonesia saja tetapi juga seluruh dunia.
  • Web dapat dijadikan sebagai sebuah sarana yang tepat karena selain memiliki arus informasi dan arus pengguna yang sangat banyak, web juga dapat digunakan untuk melakukan kegiatan penjualan dan pemesanan secara langsung

Jumlah industri kecil dan menengah yang menurut statistik terakhir berjumlah sekitar 4 juta harusnya menjadi Pangsa pasar yang besar bagi perusahaan yang menyediakan webhosting murah seperti idwebhost untuk menyentuh segmentasi pasar yang besar ini. Untuk menjadi perusahaan webhosting terbaik atau menjadi perusahaan webhosting yang tangguh tidaklah mudah. Perusahaan webhosting seperti idwebhost tetaplah seperti perusahaan atau industri lain yang harus memiliki pelanggan untuk mendapatkan keuntungan. Dengan melirik pasar baru yaitu industri kecil dan menengah yang memiliki jumlah yang sangat banyak diharapkan akan menjadi keuntungan sendiri bagi perusahaan seperti idwebhost. Selain itu diharapkan dengan kerjasama antara industri kecil dan menengah dan perusahaan penyedia webhosting akan lebih meningkatkan peran industri kecil dan menengah bagi bangsa dan Negara sekaligus menjaga stabilitas industri kecil dan menengah agar tetap hidup.

Simbiosis Mutualisme Industri Kecil dan Menengah dengan Perusahaan Penyedia Webhosting Murah

Simbiosis antara industri kecil dan menengah dengan perusahaan penyedia webhosting murah perlu dilakukan, ditingkatkan sampai pada taraf yang maksimal.  Simbiosis yang dimaksud adalah simbiosis mutualisme yang sama-sama memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak, dalam hal ini industri kecil menengah bisa melakukan kegiatan pemasaran dengan harga murah, sedangkan perusahaan webhosting mendapatkan pelanggan yang loyal. Apa yang perlu dilakukan oleh perusahaan webhosting Indonesia untuk membidik pelanggan industri kecil dan menengah?. Beberapa langkah konkrit dapat dilakukan seperti di bawah ini.

1. Lakukan sosialisasi.

Sosialisasi yang dapat dilakukan misalnya “pentingnya website bagi perusahaan” atau “keuntungan kegiatan pemasaran dengan media website dibandingkan dengan media yang lain”. Banyak industri kecil dan menengah belum mengetahui fungsi website secara lebih mendalam. Hal ini karena sumberdaya manusia yang ada dibelakang industri kecil menengah  masih belum baik sehingga arus perkembangan teknologi kurang ter-update secara optimal. Dibutuhkan peran perusahaan web-hosting untuk menyentuh sisi ini. memperkenalkan fungsi dan keuntungan website bagi industri kecil dan menengah dimasa yang akan datang. Banyak sekali industri kecil dan menengah memiliki potensi yang baik, handal dan unggul namun karena terisolasi dan dibiarkan begitu saja sehingga sulit untuk di asah belum lagi faktor sumberdaya manusia, permodalan dll. Perusahaan webhosting dapat masuk ke area ini dengan memberikan sosialisasi tentang hakikat website dan hosting murah.

2. Lakukan Fasilitasi.

Setelah sosialisasi dilakukan, perusahaan sebaiknya melakukan fasilitasi lebih lanjut. Jika industri kecil dan menengah yang disosialisasi memiliki keinginan untuk difasilitasi maka peran perusahaan webhosting menjadi lebih besar. Perusahaan harus berani mengambil tantangan dengan menjadi fasilitator untuk menyiapkan website yang baik, representative, sesuai dengan keinginan industri kecil dan menengah yang bersangkutan. Perusahaan sekaligus dapat menjadi fasilitator dengan menyediakan webhosting murah, webhosting berkualitas. Oleh karena itu perusahaan dapat mengambil langkah dengan memberikan paket khusus dan special yang murah hanya bagi industri kecil dan menengah yaitu paket pembuatan website dan hosting.

3. Lakukan Customerisasi

Setelah sosialisasi dan fasilitasi dilakukan, maka tahap paling berat yang perlu dilakukan adalah tahap customerisasi ini. pada tahap ini perusahaan webhosting harus mengerti bahwa industri kecil dan menengah adalah user pemula. Kegiatan pendampingan perlu terus dilakukan untuk menjaga kualitas kepercayaan pengguna kepada perusahaan webhosting. Ini dilakukan untuk menjaga hubungan baik yang dibina antara perusahaan webhosting dengan pengguna jasa webhosting dalam hal ini industri kecil dan menengah. Jika hubungan baik terus dibina maka diharapkan kerjasama dapat dibina secara terus menerus. Layanan after sale dan peningkatan kualitas pelayanan perlu dilakukan untuk menjaga kesinambungan hubungan kedua belah pihak. Pepatah “ mempertahankan yang sudah ada lebih susah”. Dengan tingkat persaingan di perusahaan webhosting yang semakin tinggi dan menjamur akan menjadi sangat riskan membiarkan satu pelanggan berlabuh ke pelabuhan lain hanya karena rasa tidka puas. Sehingga peningkatan kualitas dan pendampingan secara terus menerus  perlu dilakukan untuk pembuktian komitmen “ pelanggan adalah nomer satu”

Dengan simbiosis mutualisme yang terjadi pada kedua belah pihak maka akan tercipta suatu kesinambungan yang baik bagi kedua belah pihak. Industri kecil menengah mendapatkan keuntungan dari mendapatkan website dan webhosting murah sebagai media pemasaran yang baru, tangguh, murah serta berkwalitas, sedangkan perusahaan webhosting mendapatkan banyak pelaanggan baru yang berarti keuntungan yang berlipat ganda.

Referensi:

http://internetworldstats.com/stats3.htm

http://www.lfip.org/english/pdf/bali-seminar/Regulasi%20dalam%20revitalisasi%20-%20sri%20adiningsih.pdf

BERAWAL DENGAN NOL, BERJALAN DENGAN PROSES, BERAKHIR DENGAN SATU

Sukses membangun sebuah karir adalah sesuatu yang sangat membanggakan, baik sebagai seorang yang berkarir di sebuah organisasi maupun yang berkarir sendiri dengan cara membangun karir. Orang-orang yang mempunyai karir yang bagus memiliki kebanggaan tersendiri, memang seperti itulah, karena karir sudah seperti gaya hidup dan prestige. Di jaman sekarang, karir adalah gaya hidup, orang bahkan rela melupakan kebutuhan dirinya untuk mengejar karir, bahkan seorang ibu dapat saja meninggalkan anak-anaknya hanya untuk mengejar karir cemerlang di depan mata.

Apa saja yang dibutuhkan untuk membangun karir yang matang???. Pertanyaan yang sangat sulit untuk di jawab. Namun kalau kita meretas kembali dari banyak pengalaman hidup manusia-manusia sukses yang memberikan banyak pelajaran, banyak hikmah dan pelajaran yang bisa kita ambil dari kisah-kisah mereka yang di urai dalam cerita sukses yang begitu membanggakan sehingga kita bisa mengambil kesimpulan, apa sebenarnya yang membuat mereka sukses dan dikenang hingga sekarang.

Semua Berawal dari mimpi dan Imajinasi

Siapa yang tidak mengenal albert Einstein?. Siapa yang tidak mengenal oprah winfrey?. Siapa yang tidak mengenal Thomas alva Edison?. atau mungkin siapa yang tidak mengenal sang pendobrak di abad ini Barrack Obama?. Siapa yang tidak mengenal Arrival Dwi Santosa anak Indonesia penemu Artav,anti virus lokal?. Semua orang mengenalnya. Tapi mungkin orang mengenal tokoh-tokoh besar dan terkenal ini hanya berdasarkan apa yang telah mereka bangun dan lakukan sekarang ini bukan dengan apa yang mereka buat dari awal. Sekarang, mari kita tengok satu cerita dari albert einstein.

Albert Einstein dilahirkan di Ulm, Kerajaan Wuettemberg, Prusia Raya (sekarang Jerman) pada tanggal 14 Maret 1879. Beliau terlahir sebagai putra sulung dari pasangan Hermann Einstein dan Pauline Koch. Ayahnya berprofesi sebagai pedagang kasur bulu. Pada tahun 1980 bisnis ayahnya mengalami kegagalan. Keluarga Einstein pindah ke Munich. Di kota ini Hermann dan adiknya mendirikan perusahaan instalasi gas dan air.

Di waktu kecilnya Albert Einstein nampak terbelakang karena kemampuan bicaranya amat terlambat. Wataknya pendiam dan suka bermain seorang diri. Bulan November 1981 lahir adik perempuannya yang diberi nama Maja. Sampai usia tujuh tahun Albert Einstein suka marah dan melempar barang, termasuk kepada adiknya.

Minat dan kecintaannya pada bidang ilmu fisika muncul pada usia lima tahun. Ketika sedang terbaring lemah karena sakit, ayahnya menghadiahinya sebuah kompas. Albert kecil terpesona oleh keajaiban kompas tersebut, sehingga ia membulatkan tekadnya untuk membuka tabir misteri yang menyelimuti keagungan dan kebesaran alam.

Albert memulai semuanya dari mimpi dan imajinasinya untuk membuka tabir misteri alam semesta. Begitulah albert einstein melakukan sesuatu, bermimpi dan berimajinasi setinggi mungkin. Sehingga ia pernah mengeluarkan sebuah kata-kata mutiara yang sangat terkenal hingga sekarang ini “ Imajinasi Lebih penting  dari Ilmu pengetahuan”. Hal yang paling baik untuk menjelaskannya adalah bahwa ilmu pengetahuan dapat dipelajari oleh semua orang dari pengalaman atau bangku sekolah, semua orang bisa mendapatkannya. Namun, mimpi dan imajinasi sangat sedikit orang yang bisa melakukan, mimpi dan imajinasi yang dimaksud disini adalah mimpi dan imajinasi yang diwujudkan menjadi nyata, bukan sekedar bermimpi kemudian ditinggalkan sehingga benar-benar hanya menjadi mimpi dan imajinasi.

Napoleon Hill (2007) mengatakan bahwa setiap jalan yang besar, setiap institusi keuangan hebat, setiap perusahaan bisnis raksasa, dan setiap penemuan besar, selalu diawali dari sebuah mimpi dan imajinasi seseorang. Imajinasi ini dibentuk di dalam kepala, ketika imajinasi ini terbentuk maka otak akan mengstimulasi badan untuk melakukan hal-hal yang diluar kebiasaan dan diluar kendali manusia. Tengok saja betapa hebatnya seorang F.W Woolworth mendirikan five and tent cent store plan dalam imajinasinya sebelum toko besar itu terwujud nyata dan mengantarnya menjadi miliarder.

Ketika anda menjadi seorang pencari kerja yang ingin berkarir dengan sempurna baik itu mencari lowongan kerja di Koran, atau mencari kerja melalui job-fair yang banyak digagas oleh universitas-univerisitas besar untuk menjembatani para pencari kerja dalam mencari kerja, Atau mencari kerja melalui situs career center seperti yang disediakan oleh ECC UGM, maka anda  sudah memiliki mimpi dan imajinasi, namun masih dalam tahap yang belum begitu tinggi. Biasanya masih muncul sikap kepasrahan di mimpi dan imajinasi. Misalnya, “saya daftar di perusahaan A, jika memang tidak lulus maka ya sudahlah bukan rejeki”.

Sejak dahulu manusia sudah sering bermimpi, manusia bermimpi ke bulan pada jaman-jaman dahulu dan mereka berusaha mewujudkan mimpi itu dengan berbagai tindakan nyata. Mimpi dan imajinasi akan tetap selamanya menjadi mimpi dan imajinasi jika tidak diwujudkan. Manusia pada umumnya takut untuk bermimpi lebih tinggi “ kalau mimpi dan imajinasi terlalu tinggi, nanti jatuh pasti sakit sekali, kalau mau mimpi jangan tinggi-tinggi amat, jatuhnya pasti gak terlalu sakit”. Banyak sekali alasan orang untuk bermimpi, namun sedikit sekali keinginan untuk mewujudkannya. Mimpi dan imajinasi yang tinggi mempunyai tantangan atau challenge tersendiri bagi seseorang yang menginginkannya. Mimpi dan imajinasi yang biasa-biasa saja terkadang jarang untuk diwujudkan, hal ini disebabkan mimpi dan imajinasi jenis ini tidak memberi suntikan gairah bagi orang tersebut. Orang-orang yang memiliki mimpi, imajinasi atau cita-cita yang tinggi setinggi bintang selalu akan berusaha dan bekerja keras, mimpi atau imajinasi yang tinggi adalah tanda hidupnya jiwa, indikasi sukses orang-orang besar, pintu kebahagiaan bagi siapa saja disebabkan jiwanya selalu terbuka, berpikir dan berjiwa besar. D.J Schwartz mengatakan “ kalau anda percaya bisa berhasil maka anda akan betul-betul berhasil”

Mimpi dan imajinasi adalah kekuatan untuk menantang resiko demi sebuah perwujudan prestasi. Prestasi tidak semestinya dihadiahkan dengan piala, uang, sertifikat. Prestasi yang dimaksud adalah kebahagiaan dalam menyajikan mimpi-mimpi yang semula hanya berbentuk samar, abstrak dan tidak jelas menjadi sebuah kenyataan dan terlihat. Itulah sebenar-benarnya mimpi. Izzudin (2006) menjelaskan mimpi dan imajinasi sebagai berikut:

  • Mimpi dan imajinasi yang besar itu ibarat dinamo : mimpi dan imajinasi yang besar adalah ibarat dinamo yag menggerakkan arus positif dan arus negatif yang mengontrol tubuh. Mimpi dan imajinasi ini seperti bahan bakar, yang akan memacu dan melesatkan kendaraan lebih cepat.
  • Mimpi dan imajinasi adalah pintu : mimpi dan imajinasi ibarat pintu kebahagiaan, pintu kesuksesan dan pintu kesempurnaan, cobalah bayangkan seseorang akan memasuki sebuah rumah namun ia tidak mendapatkan pintu. Begitu juga ketika hendak memulai sebuah karir, dalam mencari pekerjaan, pintu yang paling baik untuk memulai adalah sebuah mimpi dan imajinasi. Mimpikanlah sesuatu yang besar maka anda akan mendapatkan besar.
  • Mimpi yang besar merupakan obat : jika anda berani bermimpi lebih besar maka mimpi dan imajinasi ini akan menjadi obat bagi penghilang kemalasan, kelemahan, kesedihan. Karena tidak ada satu detikpun yang akan terbuang hanya untuk berpikir untuk bermalas-malasan, bersedih atau terhina.
  • Mimpi adalah ciri kemuliaan : orang mulia adalah orang yang memiliki impian, karena impian akan membangun pendirian yang kokoh, tidak gentar menghadapi masalah, tidak jera menghadapi kegagalan, orang yang tidak memiliki cita-cita akan menjadi pengecut, penakut dan pecundang.

Jadi, apakah anda masih takut bermimpi, kalau anda masih takut bermimpi untuk karir dan hidup anda maka cobalah tengok syair dari bait pertama lagu nidji dari soundtrack laskar pelangi yang begitu menggoda dan berisi pesan dan sarat makna.

Mimpi adalah kunci
Untuk kita menaklukkan dunia
Berlarilah tanpa lelah
Sampai engkau meraihnya (Nidji : Laskar Pelangi)


Kalau anda sudah mulai membangun mimpi dan anda sudah mulai bermimpi setinggi langit maka sebaiknya anda melanjutkan langkah anda. Mimpi adalah seperti angka nol. Tidak berwujud dan abstrak. Akan selamanya menjadi mimpi jika orang hanya selalu tidur dan tidak pernah bangkit untuk mewujudkan impiannya. Bermimpilah sebesar dan setinggi mungkin dan biarkanlah mimpi anda menggerakkan anda untuk mewujudkannya.

Ketika Proses Adalah Sebuah Jembatan

Adakah orang yang berkarir langsung sukses  hanya seperti membalikkan telapak tangan?. Adakah bayi yang langsung berjalan dan berlari ketika baru lahir?. Jawabannya tidak dan tidak. Semua butuh proses, semua butuh usaha dan butuh perjalanan panjang. Seorang pekerja yang baru memasuki sebuah perusahaan harus menunggu beberapa lama, menunjukkan kinerja terbaiknya sehingga kelak ia akan menjadi manajer atau bahkan mungkin kepala cabang. Seorang pegawai negeri sipil harus menunggu beberapa tahun sebelum memegang sebuah posisi yang empuk. Semua butuh proses, semua butuh jembatan. Siapa yang sanggup menjalani proses tersebut maka dialah yang akan berhasil menjalani jembatan untuk bertransisi dari nol sampai dengan menjadi satu. Siapa yang sanggup menjalani pendakian dari dasar ke puncak maka ia akan berubah dari sebuah kepompong menjadi kupu-kupu yang cantik.

Dalam pendakian menuju ke puncak karir yang lebih baik terdapat beberapa macam tipe manusia yang patut dicermati yaitu (Izzuddin, 2006):

  • Tipe quitters : tipe ini adalah orang yang tergesa-gesa, ingin cepat sampai ke angka satu, gampang menyerah, mudah bertekuk lutut, senang patah arang dan tak berani mengambil resiko, orang-orang seperti ini jarang memiliki mimpi yang tinggi karena tidak sanggup untuk mewujudkannya. Bila ada tantangan didepan mata ia akan mundur teratur mencari langkah seribu. Orang semacam ini didominasi oleh pikiran negative, kalah sebelum bertanding, dan memilih parkir sebelum naik ring, memilih aman daripada menghadang resiko. Tak punya nyali untuk menatap hidup positif ini. orang jenis ini paling benci menunggu, sehingga karirnya selalu berganti dan tidak pernah puas, sehari berkarir, setelah itu keluar kemudian berganti karir lagi.
  • Tipe campers : orang dengan tipe ini adalah orang yang senang mendaki pada ketinggian tertentu lalu mengakhiri pendakian dan memilih berhenti, beristirahat serta mendirikan tenda di tempat yang datar. Menikmati kesuksesannya, puas dengan yang diperolehnya, mengambil jalan selamat, dan tak tertantang untuk mengambil peluang dan resiko yang lebih besar. Masih lebih baik dari tipe quitters, tapi tentu bukan pahlawan sejati.  Tipe orang ini sangat bersemangat di awal kemudian habis di tengah jalan. Masuk ke dunia kerja dengan motivasi dan niat yang sangat besar kemudian karena apa yang dicarinya tak kunjung didapat maka ia akan segera mundur.
  • Tipe climbers : mereka ini adalah pejuang sejati, pendaki abadi. Para pahlawan hakiki. Para pejuang yang siap mengambil apapaun resiko yang ditemui. Baginya hidup adalah sebuah arena mengubah tantangan menjadi peluang, mengubah hambatan menjadi kesuksesan, mengubah kesulitan menjadi kemungkinan-kemungkinan, mengambil resiko dengan sepenuh konsekuensi dan keberanian, tidak lemah, tidak gampang putus asa, tidak gampang menyerah untuk hidup yang menyejarah. Tipe ini akan bertahan seberapa besar badai datang menghadang, tidak akan ada kata menyerah, bagi mereka hidup adalah sebuah perjuangan keras untuk mewujudkan mimpi dan membangun mimpi ke tempatnya yang lebih tinggi yaitu kenyataan. Mereka percaya bahwa dengan tidak pernah menyerah maka tuhan akan menunjukkan jalan yang terbaik.

Tuhan pasti kan menunjukkan
Kebesaran dan kuasanya
Bagi hambanya yang sabar
Dan tak kenal putus asa (D’Masiv : Jangan Menyerah)


Apa yang harus anda miliki ketika anda ingin menjadi seorang manusia dengan tipe climbers yang sukses dalam berkarir. Beberapa hal mungkin anda bisa coba untuk miliki agar ke depannya anda bisa menjadi seseorang yang tangguh dalam berkarir.

1) Jangan Putus Asa Dan Gampang Menyerah.

Apa yang anda pikirkan ketika karir anda tidak berkembang setahun, dua tahun, tiga tahun, apakah anda akan menyerah. Sebelum anda memutuskan untuk putus asa, cobalah anda membaca dulu cerita hidup yang begitu mengesankan dari seorang yang begitu mempesona.

Usia 22, gagal dalam bisnis

Usia 23, mencalonkan diri untuk badan legislatif dan kalah

Usia 24, gagal lagi dalam bisnis

Usia 25, terpilih sebagai anggota badan legislatif

Usia 26, kekasih wafat

Usia 27, mengalami depresi berat

Usia 29, kalah dalam pemilihan ketua badan pertimbangan

Usia 31, kalah dalam pemilihan anggota electoral college (badan yang memilih presiden dan wakil presiden Amerika Serikat)

Usia 37, terpilih untuk Kongres

Usia 39, kalah dalam pemilihan kongres

Usia 46, kalah dalam pemilihan senat

Usia 47, kalah dalam pemilihan wakil presiden

Usia 49, kalah dalam pemilihan Senat

Usia 51, terpilih sebagai Presiden Amerika serikat

Apa yang anda dapat dari cerita tersebut?. Apa pendapat anda tentang orang tersebut. Apakah dia orang hebat ataukah dia orang biasa-biasa saja?. Bagaimana sekarang namanya, apakah sekarang namanya ditulis dengan tinta emas?. Kalau anda mengalami hal yang sama dengan orang yang mengalami hal ini apakah anda akan mampu bertahan. Kalau anda bilang terhadap pertanyaan ini, maka anda semestinya malu kepada Abraham Lincoln pemilik cerita hidup ini.

Putus asa dan gampang menyerah adalah sebuah sikap buruk yang menghadang orang untuk maju. Ia berdiri di garis paling depan ketika manusia telah lama menunggu dan apa yang di lakukan tidak menghasilkan apa-apa selain kekecewaan. Orang akan merasa kecewa dalam karirnya ketika ia melihat bahwa ternyata orang lain lebih cepat meniti karir ketimbang dirinya sendiri padahal ia telah melakukan banyak hal dan segala cara, namun apa yang ia lakukan tidak membuahkan hasil dan tidak memuaskan. Hal inilah yang mendorong sikap putus asa dan menyerah.

2) Jangan Takut Gagal

Kegagalan adalah hal yang bisa menumbuhkan keputus asaan dan sikap gampang menyerah. Ketika anda sudah bermimpi tinggi anda sebaiknya mulai menghilangkan sikap takut gagal. Berjuang sampai titik darah penghabisan. Hukum kesuksesan selalu diiringi dengan kegagalan di dalamnya. Tidak ada sebuah kesuksesan tanpa kegagalan. Kegagalan dan kesuksesan adalah bagai dua matang yang saling melengkapi. Orang yang ingin sukses harus tahu bahwa ada saat-saat kegagalan. Yang penting bukan sekedar mencari jalan sukses, tetapi juga mengerti apa yang menyebabkan kegagalan bukan meratapi mengapa ini terjadi, tetapi berpikir apa yang harus dilakukan untuk mengatasi dan mengantisipasi.

Sebuah kisah inspiratif datang dari seorang Thomas alva edison, seorang Thomas harus menghabiskan waktunya dengan 10.000 kali percobaan hanya untuk menghasilkan sebuah lampu. Bisakah anda bayangkan ketika pada percobaan pertama seorang Thomas berhenti, apakah sekarang kita bisa menikmati terangnya dunia dengan lampu pijar. Apakah ketika seorang Thomas alva edison mempunyai jaminan bahwa dipercobaan kedua ia akan mendapatkan kesuksesan. Tentu tidak. Apa yang dia lakukan untuk bisa mewujudkan mimpinya. Seorang Thomas alva edison tidak pernah takut untuk gagal dalam terus berusaha dan mencoba. Setiap kali percobaannya gagal ia selalu menulis pelajaran berharga apa yang telah menyebabkan kegagalannya. Ia tidak pernah mau berhenti dan tidak takut untuk gagal dan terus mencoba. Sampai pada percobaan terakhirnya dia begitu bangga ketika hasil percobaannya bisa memberikan terang bagi seluruh umat manusia.

Bagaimana dengan kita, sanggupkah kita melihat gagal menghampiri kita, semua orang tidak akan pernah ada yang sanggup. Yang paling penting adalah terus berusaha, tidak perlu memikirkan masalah kegagalan. Jika ia datang hadapilah dengan semangat yang tinggi dan kembali bangkit untuk tidak pernah takut untuk gagal lagi. Percayalah gagal juga pasti akan bosan menghampiri kita.

Ketika kita berkarir atau membangun karir kita maka hal ini akan sering menghampiri kita memberikan cerita-cerita indah tentang indahnya sebuah kesuksesan. Tidak takut gagal berarti tidak takut untuk menjadi sukses. Takut gagal berarti takut untuk sukses.

3) Bersabar dan Berdoa.

Apa yang bisa anda lakukan ketika semua usaha anda telah lakukan, ketika anda tidak pernah merasa putus asa dan menyerah, ketika anda tidak pernah takut gagal. Apa yang harus dilakukan. Tidak ada cara lain selain bersabar dan berdoa.

Siapa yang mengatur hidup manusia, siapa yang memberikan rizki kepada manusia, tidak lain dan tidak bukan adalah Tuhan yang maha esa. Kalau saat ini anda belum diangkat sebagai seorang manajer atau kepala bagian, mungkin itu belum rejeki anda dan mungkin saja tuhan mempunyai rencana yang lebih indah buat anda. Tidak perlu merasa gundah gulana karena semua akan datang tiba pada saatnya.

Apa yang menyebabkan banyak orang gagal padahal ia telah berusaha bangkit, tidak pernah menyerah dan tidak pernah putus asa?. Hal yang sering dilupakan manusia adalah mereka kadang melupakan adanya kekuatan lain yang lebih hebat dan lebih besar yang dapat menggerakkan apapun di muka bumi. Kata orang “manusia berencana, namun tuhan yang menetukan”. Hal ini memang benar, tuhan menciptakan manusia untuk melakukan hal-hal yang ajaib karena manusia sudah diberi kemampuan yang lebih dari apapun. Manusia adalah makhluk tuhan yang paling dibanggakan karena diberi kekuatan akal dan nafsu. Nafsu dan akal saling menggerakkan dalam tubuh manusia untuk mencapai sesuatu. Di luar batas kendali atas usaha manusia, tuhanlah yang punya rencana paling indah untuk manusia. Jika rencana itu tidak terjadi pada hari ini, maka bisa saja rencana itu terjadi besok, minggu depan, tahun depan, oleh karena itu yang perlu manusia lakukan adalah jangan pernah takut untuk gagal dan selalu mantapkan rasa pantang menyerah dan tidak pernah putus asa. Setelah itu menyerahkan semua kepada Tuhan pemilik segala sesuatunya karena setiap kesombongan manusia tidak akan berbuah manis.

4) Gali Potensi Diri Dengan Banyak Belajar.

Banyak manusia yang memiliki kelebihan dan potensi namun ia tak sadar akan apa yang ia miliki. Selalu merasa puas dengan apa yang telah ia punya. Ketika seseorang yang memiliki dan sadar dengan potensinya maka rasa percaya diri akan muncul dengan sendirinya untuk melakukan sesuatu. Ia akan selalu merasa tidak pernah cukup dengan yang ia miliki, ia akan terus mencari untuk mengembankan dirinya dan menggali potensi dalam dirinya. Orang  yang tidak pernah mengenal potensi dirinya maka ia tidak akan pernah bisa bekerja dengan baik ataupun berkarir dengan baik. Orang yang merasa cukup dengan apa yang telah ia miliki maka ia tidak akan pernah berkembang dengan apa yang ia telah miliki.

Dengan menggali terus potensi diri maka kita akan menemukan hal-hal baru dalam diri kita yang tidak pernah kita sadari dan tidak pernah kita bayangkan. Hal-hal baru inilah yang akan menjadi kunci-kunci baru bagi kita untuk membuka pintu-pintu yang belum pernah kita temukan pintunya. Kalau kita sudah merasa dalam zona nyaman dan tidak mau mencari tantangan baru maka tahap hidup kita berakhir sampai hanya pada tahap itu saja.

Keran keran inovasi, kreatifitas akan terbuka saat kita terus belajar membuka potensi diri. Banyak bertanya pada orang-orang yang telah mengalami dan sudah menjadi ahli adalah hal yang penting. “Sesuatu jika diserahkan pada buka yang ahli maka kita hanya akan tinggal menunggu kehancuran”. Jika kita terlalu banyak belajar kepada orang yang tidak pernah sukses bagaimana menjadi orang yang sukses maka kita akan menjadi murid yang menemani sang guru. Jika kita belajar sukses dari orang yang sudah sukses dan pernah menjalani rasanya membangun kesuksesan maka disaat itulah kita membuka potensi diri kita, mencari titik dan celah untuk berinovasi untuk selangkah demi selangkah terus membangun kesuksesan.

Buka ruang dalam hati untuk banyak ilmu yang masuk. Sikap defense terhadap sesuatu akan membuat kita kehilangan kesempatan untuk banyak belajar dalam menggali potensi diri. Pelajaran hidup bisa didapatkan dari mana saja bahkan sekedar dari rumput yang bergoyang. Banyak hal yang bisa di dapatkan dari hasil menggali potensi diri. Daya kreasi, inovasi akan semakin terasah dan teruji sehingga skill dan kemamuan seseorang akan semakin bertambah pula. Hal ini bisa membantu dalam meningkatkan karir dimasa yang akan datang bahkan mempercepat arah perjalanan karir pada masa yang akan datang.

Jadilah Seperti Angka Satu

Ketika anda telah melewati proses panjang dalam pencarian karir anda dan anda telah menemukan apa yang anda cari, maka jadilah angka satu yang benar-benar angka satu. Jadilah orang yang sukses dengan sebenar-benarnya sukses. Orang yang sukses adalah orang yang mandiri dalam segala hal, berguna bagi diri sendiri dan bagi orang lain. Masih banyak orang yang ingin sukses sehingga ketika anda sudah sukses maka jadilah pemimpin dan guru yang berdiri di depan, jadilah sahabat yang berjalan bersama orang lain dan dan jadilah motivator yang memberikan dukungan bagi banyak orang yang mengajarkan banyak hal bagi orang lain. Jadikanlah hidup menjadi benar-benar sukses dengan memberikan nafas hidup bagi seluruh dunia.

Ketika anda berhasil menjadi seorang pengusaha sukses maka bimbinglah banyak orang untuk bisa sukses seperti kita dalam mendrikan usaha. Ketika kita sukses sebagais eorang manajer atau kepala bagian di sebuah organisasi maka bantulah orang dengan segala daya upaya, kerja keras dan keikhlasan agar ia bisa sukses di kemudian hari.

Nama orang-orang sukses di tulis dengan tinta emas karena kemampuan mereka untuk bermimpi, berproses dan berguna bagi banyak orang. Maka teruslah bermimpi, berproses dan berguna bagi banyak orang dan tulislah nama anda dengan tinta emas bagi diri anda sendiri dan bagi dunia.

Pustaka:

http://noenoe99.multiply.com/journal/item/7/Belajar_dari_Abraham_Lincoln

Izzudin, S. A., 2006, Zero to Hero, Pro U-Medoa, Yogyakarta.

Napoleon Hill., 2007, Percaya Sukses, Harus Sukses, Baca!, Yogyakarta.

DOA SEORANG PENCARI KERJA

Disuatu sabtu pagi yang cerah, angin dingin masih bertiup lirih dan semilir di kaki gunung merapi. Puncak merapi terlihat indah ditutupi oleh kabut tipis berwarna putih, seputih salju. Suasana pagi masih gelap karena ditutupi oleh awan cumulus nimbus yang menghentak sebagian warna langit dengan hitam pekat yang memudar, tidak ada warna biru cerah yang menampakkan sisi feminim dan sejuk dari langit. Semuanya terurai dalam kebisuan dan menjelma menjadi rintik-rintik air yang menyentuh kulit seperti irama pijat refleksi yang menyembuhkan dan menenangkan perasaan. Bau rumput basah dan air hujan semalam masih tercium dan menyeruak di seantero ruang bumi. Kendaraan yang melewati jalan kaliurang belum terlalu ramai, mungkin karena hari ini adalah hari libur jadi tidak banyak orang yang mau keluar rumah sepagi ini, hanya tampak beberapa murid sekolah yang lalu lalang hendak pergi kesekolah serta beberapa orang yang berlari pagi menyusuri jalan kaliurang.

Di suatu ruang sempit yang hanya berukuran tiga kali tiga meter, seorang pemuda duduk termenung di depan sebuah laptop berwarna merah menyala seperti darah. Tangan kanannya memegang mouse yang sedari tadi bergerak-gerak. Printer berbunyi khas dengan suara yang menderit sedang mengeprint beberapa data. Ia menguap beberapa saat, seakan-akan rasa kantuk yang menderanya sejak kemarin belum juga selesai. Ia begitu sangat mengantuknya. Betapa tidak, semenjak semalam ia berkutat dengan pekerjaan membuat surat lamaran pekerjaan, membuat curriculum vitae, menyiapkan fotokopi ijazah dan transkrip nilai yang telah dilegalisir dan disahkan oleh universitas tempat dulu ia berkuliah, menyiapkan foto dengan ukuran yang lengkap yaitu 2 x 3, 3 x 4, 4 x 6, sertifikat Toefl, sertifikat yang lain, piagam dan lain-lain hal yang akan digunakan untuk mengikuti job fair yang akan dilaksanakan pada pagi hari ini. hal-hal yang tidak penting pun harus dipersiapkan untuk mengikuti even sebesar ini. Butuh persiapan yang matang, baik itu tenaga, fisik, mental dan psikologis. Semua harus sempurna karena mencari pekerjaan berarti menjual diri, ilmu pengetahuan dan skill ke perusahaan, kalau tidak ada usaha untuk melakukan sesuatu yang sempurna sejak awal maka kemungkinan besar tidak akan ada perusahaan yang mau melirik. Artinya Hopeless, and no job.

Setelah mempersiapkan segala hal yang berhubungan dengan administrasi, sang pemuda kemudian menyiapakan segala hal yang berhubungan dengan penampilan. Ia menjunjung tinggi prinsip “penampilan bukan menjadi hal yang utama namun yang pertama”, maksudnya adalah penampilan seseorang adalah bukan segala-galanya, namun kesan pertama seseorang terhadap orang lain adalah dari penampilan. Tidak mungkin ia menghadiri acara sebesar job-fair ini yang menyiapkan begitu banyak lowongan pekerjaan yang berkelas dengan menggunakan kaos oblong, celana jeans belel, sandal jepit dan penampilan yang acak-acakan. Ia sendiri merasakan bahwa  terkadang ketika melamar pekerjaan, ia tidak menjadi dirinya sendiri, ia menjadi seperti orang lain, namun inilah proses yang harus ia lewati, bukan hal yang buruk untuk sesekali berubah untuk sesuatu yang baik. toh, ia pun harus membiasakan diri seperti ini karena dia bukan lagi seorang anak SMA yang tidak punya orientasi, dia adalah seorang sarjana yang harus berpikir cerdas, cepat, tepat dan matang untuk kehidupannya kelak di masa yang akan datang.

Ia mengeluarkan beberapa lembar baju berkerah dengan lengan panjang dari dalam lemari, ada yang berwarna hitam, coklat, biru tua, hijau muda, setelah menimbang-nimbang beberapa lama, akhirnya ia memilih untuk menggunakan atasan berwarna hijau muda. Setelah memilih atasan berwarna hijau muda, kali ini ia mengeluarkan dari dalam lemari selembar celana kain berwarna hitam. Ia kemudian mulai menyetrika kedua lembar pakaian itu sambil bersenandung lirih. Ada semangat baru di hidupnya karena hari ini bisa saja menjadi hari baik bagi dirinya dan masa depan serta karir yang ia inginkan.

Setelah menyelesaikan sarapan ia kemudian membersihkan diri dengan mandi. Terasa dingin, amat sangat dingin, ia masih menggigil ketika memakai pakaian yang tadi baru saja di setrika. Rasa hangat menyeruak karena baju yang dikenakan masih menyimpan panas setelah baru saja di setrika, sangat membantu, sangat-sangat membantu. Ia kemudian mengecek lagi semua berkas yang sudah disimpan di dalam tas punggungnya yang berwarna hitam sambil menggumam kecil.

“fotokopi transksrip dan ijazah, Ok”

“surat lamaran kerja dan curriculum vitae, lengkap”

“foto, sertifikat toefl, sertifikat lain-lain, deal”

Ia mengingat lagi sekiranya apa saja lagi yang mungkin masih kurang, setelah mengingat beberapa lama, ia hampir saja melupakan bahwa ia harus membawa pena, pensil 2b, pensil hb, rautan, karet penghapus untuk mengantisipasi bahwa ada beberapa perusahaan yang akan melakukan test hari ini. Setelah mengecek semua kelengkapan sekali lagi untuk meyakinkan bahwa tidak ada yang terlupa, ia akhirnya berangkat dengan perasaan optimis yang sangat tinggi. Sebagai seorang manusia rasa optimis harus dibangkitkan meskipun hasil menjadi akhir dari perjuangan, tapi setidaknya semangat, motivasi dan keyakinan serta mimpi akan mengantar ke tahap akhir, karena masih ada proses yang harus dilewati.

Tepat pukul 7 waktu di tangannya, waktu kaliurang Yogyakarta. Ia berangkat dengan penuh harap dan doa ke lokasi jobfair yang ia akan tuju. Setiba di lokasi ternyata lokasi di Graha sabha pramana UGM yang digunakan sebagai tempat pelaksanaan jobfair sudah dipenuhi dengan ribuan orang yang sudah bersiap-siap mencari peruntungan. Tepat pukul 8 ketika pintu masuk di buka, ribuan orang merangsek masuk dari dua pintu, yaitu pintu bagi yang non-member ECC UGM dan bagi member ECC UGM. Setelah menunggu antrian, ia akhirnya bisa masuk juga melewati pintu member.

Aktifitasnya pun dimulai pada hari itu, terasa begitu padat sekali jadwal yang harus ia lewati, tidak ada waktu untuk sejenak beristirahat, belum lagi dengan kapasitas oksigen yang serasa habis karena banyaknya orang yang berlalu lalang mencari sesuatu yang biasa kita sebut dengan keberuntungan. Ia harus mengantri untuk memasukkan lamaran, mengikuti presentasi perusahaan untuk mengetahui perusahaan lebih dekat, mengikuti psikotest yang terkadang ia rasakan membosankan namun tetap ia harus jalani karena sudah merupakan proses yang harus ia lewati. Bayangkan saja anda terdampar disebuah ruangan yang luas bersama dengan ratusan orang menghitung angka-angka, menggambar, berpikir dan berlogika. Namun ia tidak patah semangat, ia hanya mau menjalani impiannya “Bekerja adalah sebagian dari ibadah, bekerja adalah tempat mengaplikasikan ilmu yang sudah di dapat dari perguruan tinggi”. Dengan bekerja juga ia dapat menjadi manusia yang produktif dan dapat membiayai hidupnya dimasa mendatang dan juga keluarganya.

Pukul 5 sore segala urusan lamar melamarnya dan panggilan test telah selesai. Ia kemudian kembali ke rumah. Wajahnya terlihat capek, lemah, letih, lesu, lunglai, keringat membasahi bajunya, rambut yang acak-acakan. Setelah menaruh tas punggung yang sempat menemaninya hampir selama 9 jam berada di job fair. Ia mengambil segelas air lalu meminumnya untuk meredakan rasa hausnya yang teramat sangat menyiksa tenggorokonnya. Sejenak ia duduk di depan televisi, mengganti saluran mencari sesuatu yang mungkin menarik hatinya. Namun tidak ada satu pun acara di televisi yang menarik, yang ada hanya acara gossip, ftv, berita, dan kuis yang sama sekali membosankan. Ia menghabiskan air putih tersebut dalam sekali tegukan. Setelah beristirahat beberapa lama sambil mengganti-ganti channel dengan remote control di tangan, ia mematikan televisi yang sedang menayangkan liputan langsung berita demo rakyat mesir menuntut pemerintahan husni mubarak mundur. Ia menarik nafas panjang. Baginya tak ada guna mengurus orang berdemo atau mengurus kapan si husni mundur, toh si husni mundur atau tidak mundur dia tidak akan memberi pekerjaan kepadanya.

“tak ada yang menarik.”pikirnya.

Ia membuka pintu kamarnya yang dipenuhi dengan poster-poster pemain sepakbola chelsea terkenal semacam didier drogba, frank lampard, Ashley cole, dan juga Peter cech. Ia mengamati kamarnya yang berantakan. Kertas-kertas fotokopi sertifikat, curriculum vitae dan ijazah berserakan diatas lantai dan meja, tempat tidur yang belum juga dibereskan, ia menggeleng-gelengkan kepalanya, mungkin ada perasaan tidak percaya di dalam kepalanya melihat kamarnya. Perasaan yang ada dalam dirinya adalah kamar yang ia tinggalkan pagi tadi dalam keadaan yang sangat bersih, namun kenapa ketika ia pulang semuanya berubah jadi berantakan seperti telah terjadi suatu pembunuhan di dalam kamar atau seorang pencuri masuk ke dalam kamar berusaha mencari barang berharga. Mau tidak mau keinginnannya untuk beristirahat harus ia tunda sejenak, ia kemudian menyingsingkan lengan bajunya untuk kemudian bekerja membersihkan sampah kertas yang bergelimpangan di dalam kamarnya.

Setelah hampir setengah jam membersihkan kamarnya, ia tersenyum simpul melihat ruangan yang tadi diperjuangkannya telah bersih. Ia kemudian mengambil handuk dan memutuskan untuk mandi karena gerah yang menghinggapi tubuhnya terasa begitu sangat menyiksa. Setelah selesai mandi, badannya terasa begitu segar, siraman air tadi seperti terapi kecil bagi badannya yang lemah dan lelah. Kali ini ia bisa berpikir lebih nyaman tidak seperti ketika ia baru saja pulang dari tempat tadi yang penuh dengan hiruk pikuk seperti pasar, meskipun yang ini adalah pasar untuk para pencari kerja.

Ia duduk sejenak memikirkan betapa riuhnya suasana tadi. Ia saja yang memutuskan untuk pergi lebih pagi harus rela menerima kenyataan bahwa manusia sudah banyak datang lebih pagi dari dia sendiri. Beberapa stand perusahaan yang memang memiliki nama besar dipenuhi antrian yang membludak, ribuan orang berjejer rapi seperti sedang mengantri cabai hanya untuk mendapatkan kesempatan untuk meng-entry nama ke dalam database perusahaan dengan harapan mendapatkan kesempatan untuk dapat dipanggil mengikuti test dan dengan harapan berikutnya dapat melewati test sampai dengan tahap terakhir. Hal yang paling menyenangkan yaitu menerima kontrak kerja. Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ketepian, bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian, antri-mengantri lebih dulu, kontrak kerja kemudian.

Usaha adalah awal, Doa adalah kelanjutannya

Usaha adalah awal, Doa adalah kelanjutannya

Tiba-tiba, dalam pemikiran panjangnya, ia merasa terusik, sesuatu mengganggu dirinya, sesuatu sangat menyiksa pemikirannya ketika ia harus memikirkannya. Kenyataan bahwa bukan ia sendiri yang sedang mencari kerja, kenyataan bahwa bukan ia sendiri yang sedang mengantri, kenyataan bahwa bukan hanya ia yang mencari peluang untuk kehidupannya di masa yang akan datang, kenyataan bahwa yang memiliki impian untuk bekerja bukan hanya dia, kenyataan bahwa yang mencari sesuap nasi bukan hanya dia, kenyataan bahwa yang ingin dipanggil oleh perusahaan bukan hanya dia. Ia terdiam sejenak, pikiran dan ketakutan itu membaur dan menyiksanya. Ketakutan itu muncul lagi, meskipun ia merasa bahwa ia sudah melakukan apa yang terbaik, ia sudah berusaha “menjual” semua yang ada dirinya agar perusahaan bisa melirik dirinya, ia pasrah, ia mengambil keputusan harus bertemu, bercerita, mengadu kepada sesuatu yang memiliki segala-galanya.

Setelah membersihkan dirinya, mengikuti ritual ibadahnya, ia tersungkur dan tersudut di lantai yang dihiasi permadani bersih berwarna coklat muda, wajahnya tertunduk, tangannya menengadah ke atas langit, bibirnya lirih berucap seuntai doa yang ia keluarkan dari seluruh hatinya yang sedang gundah dan gulana akan sesuatu yang belum pasti.

“Tuhan yang Maha pengasih, memiliki kasih tiada berbatas, memiliki kasih yang tiada berujung, dan memiliki kasih yang tiada taranya. Tuhan-ku, engkau menciptakan matahari, sinarnya terang untuk segala umat-Mu, bukan hanya untuk segelintir umat, tapi bagi semua umat-Mu agar mereka dapat menikmati hangatnya kasih-Mu yang kau pancarkan dari penghujung langit yang maha luas hasil dari penciptaan-Mu. Engkau juga menurunkan hujan agar semua manusia bisa merasakan bahwa dibalik segala penciptaan-Mu yang penuh kasih selalu ada dua sisi yang kau ciptakan untuk menunjukkan betapa Maha Esa-Nya dirimu dan tiada yang dapat menandingi dan menyamai-Mu, Engkau turunkan hujan dari kamar-kamar langit, untuk menunjukkan betapa sejuknya kasih-Mu kepada umat-Mu. Tuhan-ku lihatlah hamba-Mu ini, berikanlah sejuk dan hangatnya kasih-Mu. Lihatlah perjuangan hamba hari ini, saat mentari belum juga menampakkan senyumnya  di ufuk timur, saat bulan belum sempurna terbenam menuju tahtanya, saat embun-embun pun belum turun membasahi lantai-lantai bumi. Hamba-Mu sudah bersimpuh menghadapmu, hamba-Mu sudah membersihkan diri sepagi ini, mempersiapkan diri dengan apa yang akan terjadi hari ini, hamba hanya ingin Engkau bersihkan hati hamba untuk menerima apa yang akan terjadi kemudian di hidup hamba ke depan, hamba juga hanya ingin Engkau persiapkan diri hamba menerima apapun segala keputusanmu untuk hidup hamba.

“Tuhan yang maha penyayang, memberikan sayang-Nya tanpa meminta kembali dan tanpa menghitung lagi, Tuhan yang memberikan segala rasa sayang-Nya untuk semua manusia, memberikan setiap helaan nafas dalam kemuliaan dan keagungan, setiap detik, setiap menit tanpa pernah menghitung harga atas semua nikmat hidup yang diberikan kepada umat-Nya, tidak pernah kami merasa kekurangan udara segar dan oksigen dalam proses kami memuja-Mu.  Tuhan yang memberikan makan dan minum kepada seluruh umat-Nya tanpa pernah merasa kekurangan sebutir beraspun atau setetes airpun. Tuhan yang memberikan makan dan minum tanpa pernah berhenti atau sedikitpun terlambat mengisi perut ciptaan-Nya agar selalu berpikir dan memuja. Tuhanku, hitunglah diri dan ilmu hamba agar berguna bagi banyak orang, hitunglah pengorbanan hamba agar hamba bisa memberikan yang terbaik bagi diri hamba dan keluarga hamba serta semua orang-orang yang berada di sekeliling hamba. Tuhanku,sudilah kiranya Engkau memberikan apa yang yang menjadi hajatku, hamba tahu Engkau tidak akan pernah kekurangan meskipun kau memberikan satu yang aku inginkan dan terhadap apa yang engkau berikan kepada umatmu, kekayaan-Mu seluas langit dan bumi, tiada yang dapat meragukan, tiada yang dapat menyangsikan dan tiada pula yang dapat mengingkarinya.”

“Tuhan yang Maha mengetahui, menciptakan segala sesuatu dengan perhitungan, mengetahui dengan pasti berapa luasnya bumi dan langit, bukan dengan perkiraan tapi dengan angka yang pasti, mengetahui berapa jumlah tetes air di dalam lautan, yang turun ke bumi, yang mengalir di sungai, dan air yang berada di dalam bumi. Tuhan yang Maha mengetahui, semua apa yang tersembunyi di dalam perut-perut bumi, terhampar di kisi-kisi langit dan apa yang ada di alam semesta, baik itu sebesar gunung maupun sekecil atom dan biji zahrah. Tuhan yang Maha mengetahui segala ilmu pengetahuan dan segala hal rahasia yang ada di langit dan bumi, yang manusia pun tidak tahu, Tuhan yang memiliki ilmu pengetahuan yang tidak terbatas, yang tidak ada habisnya dan tiada yang dapat menandinginya, bahkan ketika seluruh manusia paling pandai dimuka bumi dikumpulkan untuk berusaha menandingi kekuasaan-Mu akan ke Maha mengetahui-MU. Tuhanku yang Maha mengetahui isi hati hamba,Engkau mengetahui apa yang hamba inginkan sekarang, apa yang hamba mau sekarang ini, sesuatu yang tak mampu diungkapkan dengan apapun, namun hamba tahu, Engkau telah membaca hati hamba yang penuh harap ini akan sesuatu yang hamba damba sudah sejak lama, Tuhanku yang Maha mengetahui isi pikiran hamba, hamba tahu Engkau sudah mengetahui apa yang hamba pikirkan sekarang ini, apa yang menjadi beban hamba, apa yang menjadi keinginan hamba sekarang”

“Tuhanku, hamba punya semangat yang tinggi, setinggi gunung-Mu yang menjulang menuju langit atau setinggi gunung yang paling tinggi dimuka bumi ini untuk melakukan apa saja yang hamba inginkan, namun setinggi apapun semangat hamba untuk melakukan sesuatu yang ingin hamba lakukan jika Engkau tidak meridhoi apa yang hamba kerjakan, maka tidak akan pernah terjadi. Tuhanku, Hamba punya keinginan seluas lautan luas, lautan yang paling luas yang pernah kau ciptakan di muka bumi ini, namun seluas apapun keinginan hamba, semua tidak ada artinya jika engkau tidak meridhoi apa yang hamba inginkan. Tuhanku, hamba punya kemauan sekeras dan sekuat baja atau apapun ciptaan-Mu yang paling keras dan paling kuat di muka bumi ini, namun sekeras apapun dan sekuat apapun kemauan hamba namun jika Engkau tidak menghendaki-Nya maka tidak akan pernah terjadi apa yang yang hamba inginkan. Tuhanku, hamba mempunyai harapan yang sangat dalam, sedalam lautan yang paling dalam yang pernah engkau ciptakan,namun sedalam apapun aku berharap jika engkau tidak merestui harapan ini, maka semua tidak akan pernah menjadi sesuatu yang terwujud ke depannya. Tuhanku, aku mempunyai mimpi, mimpi yang sangat realistis, mimpi yang ingin diwujudkan menjadi kenyataan, se-nyata dengan penciptaanmu yang begitu mempesona dan anggun yang memenuhi segala penjuru bumi, namun mimpi tetaplah akan menjadi mimpi jika Engkau tidak pernah merestui mimpi hamba untuk menjadi kenyataan.”

“Tuhanku, hamba telah berusaha melakukan apa yang hamba bisa,jika seandainya apa yang hamba telah lakukan masih kurang dan masih belum sempurna maka tambahkanlah dan sempurnakanlah sehingga semua menjadi kebaikan untuk hamba. Tuhanku, hamba telah memaksimalkan potensi dalam diri hamba, hamba telah berusaha memanfaatkan segala ilmu pengetahuan yang hamba punya untuk kemaslahatan diri hamba dan orang lain, seandainya potensi yang ada dalam diri hamba belum juga maksimal, maka maksimalkanlah ia, seandainya pula ilmu pengetahuan yang hamba miliki belum terurai secara baik dan benar serta masih ada yang tersembunyi maka bukalah agar ia menyebar dan menjadi maslahat bagi diri hamba dan semua, seperti wangi bunga yang selalu menebar harum keseluruh penjuru bumi”

“Tuhanku yang maha mengabulkan doa seluruh umatnya, hamba tidak meminta segenggam berlian atau sekarung emas Engkau jatuhkan kepadaku dengan doa ini dari langit, hamba hanya ingin Engkau dengar isi hati hamba, hamba hanya ingin Engkau membaca isi hati hamba, hamba hanya ingin Engkau membaca pikiran hamba, hamba tahu kau lebih dekat bahkan dari urat leher hamba sendiri. Biarlah segenggam berlian atau sekarung emas yang kau berikan ku cari sendiri dengan tenaga, usaha, waktu, pengorbanan, air mata, dan perjuanganku sendiri, kelak aku akan merasakan bahwa betapa beratnya hidup ini, betapa berat tantangan yang harus ku lewati, namun semua tenaga, usaha, waktu, pengorbanan, air mata, dan perjuangan akan terbayar lunas maharnya suatu saat nanti. Hamba hanya ingin saat ini kau berikan kepada hamba sebuah jembatan bagi hamba untuk memulai pencarian dan pengabdian hamba kepada Engkau. Tidak peduli jembatan apa yang kau beri, apakah jembatan kayu, jembatan beton, jembatan besi baja ataukah jembatan emas, sekiranya mana yang terbaik bagiku, biarlah Engkau yang menentukan, pilihanmu tidak pernah salah, pilihan-Mu lah yang terbaik untukku. untuk apa aku meminta jembatan emas, namun aku sendiri tidak dapat bertanggung jawab pada emas yang berada pada jembatan itu, biarlah Engkau memberikan aku jembatan kayu, namun tanggung jawab untuk menjaga jembatan kayu itu kujaga dengan baik dan suatu saat ku ganti jembatan kayu itu dengan jembatan emas.”

“Tuhanku, siapa lagi yang mengetahui seperti apa hidup hamba kedepannya jika bukan Engkau. Tuhanku, Siapa lagi yang dapat mengetahui dimana Engkau akan terdamparkan keinginan hamba jika bukan Engkau, Tuhanku, siapa lagi yang menggenggam takdir makhluk ciptaan-Mu selain Engkau sendiri. Tuhanku, kemanakah lagi aku harus berkeluh kesah mengenai hidupku, karirku di masa yang akan datang, serta jodohku di masa yang akan datang kecuali hanya kepadaMu. Aku berserah diri pada apapun pemberianMu, jika karir yang Engkau tunjukkan ada di antara puluhan perusahaan yang membuka lowongan hari ini, maka semoga Engkau memberikan aku jalan kemudahan yang benar-benar baik, namun jika tak ada satu pun karir yang baik bagi aku di antara puluhan perusahaan yang membuka lowongan hari ini, maka semoga kau memberikan aku kesabaran dan keyakinan bahwa menunggu bukanlah yang buruk, bahwa kau mempunyai suatu rencana yang indah buat hamba-Mu, tidak sekarang namun suatu saat nanti, suatu saat nanti, entah kapan, tapi aku yakin jalan yang Engkau akan berikan kepadaku adalah jalan yang paling baik, paling lurus dan paling indah untukku dalam mengarungi kerasnya hidup, dan ketatnya persaingan manusia dalam mencari ridho di jalanMu melalui sebuah pekerjaan”

“Terima kasih Tuhan telah mendengar keluh kesah ini, terima kasih Tuhan telah mendengar doa dari seorang pencari kerja ini, yang tidak hanya mencari kerja namun juga mencari jati diri serta ridho darimu untuk hidup di dunia yang lebih baik dan hidup di akhirat yang lebih kekal.”

Ia mengusap kedua tangan yang tadi digunakan untuk berdoa ke wajahnya, lama sekali ia terpekur dengan kedua tangan masih di wajah, sebuah doa telah di panjatkan, sebuah doa dari seorang pencari kerja, yang mencari kerja untuk beribadah bukan karena sebuah tuntutan, sebuah doa dari seorang pencari kerja yang mencari kerja untuk mencari ilmu yang lebih dan lebih lagi di dunia yang baru, bukan karena untuk mencari uang yang banyak.

Lama bermunajat dan berdoa, ia akhirnya bangkit setelah beberapa lama duduk terpekur, setelah merapikan tempat ibadahnya, ia kemudian melirik telepon genggam yang ada di atas meja di dekat laptop berwarna merah meliriknya, setelah membuka kunci layar, ia kaget bukan kepalang, layar telepon genggamnya menunjukkan terdapat 12 sms yang masuk, ia hanya bisa tersenyum melihat apa yang terjadi, apakah doa seorang pencari kerja telah dikabulkan?. Hanya seorang hamba dan Tuhannya yang tahu apa yang telah terjadi.

“MEMBANGUN KARIR” VERSUS “MENUNGGU KARIR” : MEMILIH KARIR UNTUK HIDUP ANDA

Beberapa hari yang lalu saya bertanya ke seorang teman yang baru saja menamatkan pendidikannya di perguruan tinggi.

“sudah daftar dimana saja?.” Tanyaku

“banyak, salah satunya di perusahaan besar.” Ia menjawab dengan nada santai sambil sibuk memainkan mousenya mengklik beberapa situs lowongan pekerjaan salah satunya di ECC UGM.

“gak coba buka usaha sendiri, bukannya sudah punya banyak modal ilmu, kenapa tidak digunakan, siapa tahu bisa membuka lapangan kerja baru.” Tanyaku lagi.

Ia masih sibuk dengan urusan klik mengklik halaman web yang ia peroleh cuma dari mengetikkan kata sakti “ lowongan pekerjaan” di sebuah situs mesin pencari yang lagi heboh karena hampir saja di akuisisi oleh pemilik sebuah situs email-emailan yang terkenal.

“gak ada modal, lagian lebih enak nyari kerja, lebih jelas masa depannya, gaji juga bisa dapat terus tiap bulan, konstan, dan yang pasti punya jenjang karir yang matang.” Ia menjelaskan konsep yang ia pegang tentang bagaimana sebuah karir.

Saya hanya menganguk meng-iya-kan, dalam hati saya, saya mengakui bahwa apa yang baru saja ia omongkan memiliki banyak kebenaran sekaligus memiliki banyak kesalahan atau lebih tepatnya salah persepsi di beberapa bagian.

Beberapa orang lagi yang saya tanya tentang hal “karir” mereka di masa mendatang merasa bahwa “bekerja adalah karir, dan karir adalah bekerja”, “ karir itu sebuah prestisi, coba anda bayangkan menjadi seorang kepala departemen quality control, padahal sepuluh tahun yang lalu anda seorang pegawai biasa”,”karir adalah pencapaian yang luar biasa, dulunya anda yang pesuruh, sekarang anda yang menyuruh”, “ngapain kerja kalau karirnya saja tidak jelas”. Saya cuma terbengong-bengong mendengar semua argumentasi yang tiada habisnya tentang karir. Saya akui bahwa saya adalah salah satu orang yang sempat berkecimpung di dunia karir mengkarir, bahkan hingga saat ini, lamaran pekerjaan, curriculum vitae, ijazah masih saja menghiasi hari-hari saya, tapi sekarang saya sudah tidak terlalu antusias dengan karir-karir seperti itu, saya hanya ingin bisa bekerja sebentar untuk mencari modal dan pengalaman lalu mencoba membangun karir saya sendiri.

Apakah Karir itu??.

Beberapa pakar mendefinisikan karir sebagai sebuah perjalanan pekerjaan seseorang di dalam organisasi. Perjalanan ini bisa menjadi panjang namun dapat pula menjadi sangat singkat. Banyak hal yang dapat mempengaruhi panjang pendeknya karir seseorang misalnya sifat dari manusia itu sendiri. Jika manusia yang bersangkutan mampu beradaptasi, tidak mengalami kebosanan dengan kebiasaan, rutinitas, lingkungan dan keadaan yang sama ia alami setiap hari maka ia akan bertahan. Sebaliknya, jika ia adalah orang yang cepat mengalami kebosanan, tidak mampu beradaptasi maka ia akan mengalami beberapa kali perjalanan karir dalam hidupnya.

Ketika orang mengatakan bahwa hidup itu adalah sebuah pilihan, maka saya meng-iya-kan pernyataan itu. “Hidup itu pilihan. Tapi untuk memilih yang baik, Anda harus tahu siapa diri Anda dan apa yang Anda perjuangkan, ke mana tujuan Anda, dan mengapa Anda ke sana.”, ini pesan yang disampaikan oleh Koffi Anan, mantan sekjen PBB.

Hidup itu pilihan apakah kita mau menjadi kaya atau mau menjadi miskin, kalau kita ingin menjadi kaya maka kita akan bekerja keras, terus melangkah seberapa besar aral melintang di depan kita. Jika kita takut melangkah, tidak mau berusaha dengan keras, menerima nasib maka selamanya kita akan menjadi miskin. Hidup itu memilih di antara menjadi baik dan buruk, orang tidak dapat memilih kedua-duanya karena dua hal tersebut adalah bertentangan satu sama lain. Ketika seseorang memilih menjadi baik maka dia adalah orang yang baik, dan ketika dia memilih menjadi orang yang buruk, maka itu adalah pilihan hidupnya juga.

Karir itu seperti lagu "mau di bawa kemana karir kita"Begitu pula karir,karir itu sebuah pilihan yang sangat sulit, sesulit memilih pendamping hidup sepertinya, kalau kita salah memilih karir maka bisa saja kita akan “bercerai” dengan karir kita, hal ini sama saja dengan ketika kita memilih pendamping hidup, jika kita salah memilih seseorang untuk menjadi pendamping hidup kita maka kita akan mengalami penyesalan, hal yang paling buruk ketika terjadi ketidakcocokan adalah terjadinya perceraian.

Beberapa orang memilih karir dengan menunggu, menunggu sampai lima tahun, sepuluh tahun atau bahkan sampai tiga puluh tahun hanya untuk mengejar sebuah karir yang dianggap prestisius. Hal ini persis seperti yang disampikan oleh haneman et al.(1983)  “Perjalanan karir seorang pegawai dimulai pada saat ia menerima pekerjaan di suatu organisasi. Perjalanan karir ini mungkin akan berlangsung beberapa jam saja atau beberapa hari, atau mungkin berlanjut sampai 30 atau 40 tahun kemudian. Perjalanan karir ini mungkin berlangsung di satu pekerjaan di satu lokasi, atau melibatkan serentetan pekerjaan yang tersebar di seluruh negeri atau bahkan di seluruh dunia”. Beberapa orang membangun sendiri karirnya, hanya bermodalkan nekat dan “BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM” mereka tantang dunia untuk sebuah kemenangan atau kehancuran mereka sendiri. Sekali lagi karir adalah bagian dari hidup dan kita harus memilih apakah menjadi “pembangun karir atau penunggu karir”. Tidak ada yang buruk dari keduanya, semuanya baik, tergantung darimana seseorang memandang kedua hal berbeda itu. Keduanya memiliki keuntungan dan kerugian sendiri-sendiri.

Penunggu Karir.

Seseorang yang menunggu karir, akan melakukan apa saja untuk mendapatkan karir yang ia inginkan, selain karena karir yang ia inginkan adalah sebuah jabatan yang sangat prestisius, karir juga menjadi kulminasi dari sebuah perjalanan panjang bagi para pekerja atau pegawai yang menunggu karir sekian lama di hidupnya.

Tangga Karir : Butuh Kesabaran Untuk Menggapai Lantai Tertinggi

Mendaki puncak anak tangga karir yang melelahkan

Menurut Walker (1980), bagi pegawai, karir bahkan dianggap lebih penting dari pada pekerjaan itu sendiri. Seorang pegawai bisa meninggalkan pekerjaannya jika merasa prospek karirnya buruk. Sebaliknya, pegawai mungkin akan tetap rela bekerja di pekerjaan yang tidak disukainya asal ia tahu ia mempunyai prospek cerah dalam karirnya. Orang –orang yang menunggu karir mungkin memegang prinsip dari kata-kata mutiara yang diumbar oleh Alexander Dumas pere seorang penulis prancis “Kearifan manusia adalah hasil penjumlahan dua kata: menunggu dan berharap.”. saya lebih senang mengatakan “menunggu jenjang karir naik, berharap perubahan hidup lebih baik dari menunggu karir menjadi baik”

Menjadi seseorang yang mengejar karir memiliki keuntungan sendiri seperti:

  • Anda mempunyai kesempatan untuk mendapatkan penghasilan yang konstan setiap bulan, setiap tahun  atau mungkin sekali dalam lima tahun anda akan merasakan kenaikan gaji. Biasanya kenaikan gaji diiringi dengan kenaikan jenjang karir, semakin tinggi jenjang karir anda maka semakin besar juga gaji yang anda terima.
  • Tidak memerlukan modal besar untuk memulainya, anda hanya perlu menyediakan waktu untuk membuat curriculum vitae, surat lamaran pekerjaan, menyediakan sedikit waktu untuk psikotes yang lumayan melelahkan dan berpakaian rapi untuk mengikuti wawancara. Menunggu pengumuman dan akhirnya anda akan merasa semua perjuangan anda tidak menjadi sia-sia ketika anda disodori kontrak kerja.
  • Orang-orang yang menunggu karirnya maju biasanya mendapatkan banyak fasilitas-fasilitas pendukung dari organisasi misalnya asuransi, rumah, kendaraan dan lain-lain. Fasilitas-fasilitas ini biasanya diberikan oleh organisasi untuk menarik minat para pekerjanya untuk tetap bertahan atau dalam arti kata “mengikat pegawai dengan hal yang jadi kebutuhannya”. Kalau saya menyebutnya lebih halus dengan “memanjakan pekerja biar tidak lari kemana-mana dengan segala fasilitas (siapa yang tidak mau coba ????”). Sebuah perusahaan akan semakin bonafit dan ditunggu oleh “penunggu karir” ketika organisasi mampu memberikan fasilitas yang kelasnya mentereng dan menyilaukan mata.
  • Orang-orang yang menunggu karir hanya mengerjakan apa yang telah dikerjakan oleh perusahaan, tidak perlu memulai dari nol, semua jenis pekerjaan yang harus dikerjakan selama hari ini, besok maupun sepuluh atau lima puluh tahun ke depan telah disediakan oleh organisasi tempat bekerja, terobosan-terobosan baru bisa memberikan rewards bagi pemilik ide sedangkan “penunggu karir” yang cenderung diam tidak akan mendapatkan punishment dari perusahaan.

Namun dibalik semua rasa “enak” yang diterima, ada beberapa kekurangan yang mungkin akan dirasakan oleh orang-orang yang menunggu karir, beberapa dapat disebutkan sebagai berikut :

  • Orang-orang yang menunggu karir harus bersaing dengan orang-orang yang juga menunggu karir untuk menaikkan jenjang karirnya, perlu ada usaha keras, cara-cara yang baik, cara-cara yang kotor, dan bahkan mungkin tidak sehat telah menjadi hal yang biasa di sini. Setiap orang mempunyai kecenderungan untuk lebih baik dari orang lain, tidak ingin dipandang remeh apalagi dalam hal urusan perut merupakan urusan setiap orang dan menjadikan beberapa orang sangat sensitif tentang hal ini.
  • Waktu untuk mendapatkan jenjang karir yang lebih baik tidak dapat diprediksikan, ada kalanya waktu yang ditunggu adalah sangat cepat, ada kala tingkat kebosanan menghingggapi ketika apa yang diinginkan tidak berhasil didapatkan, sekian lama menunggu, karir yang diinginkan hanya sebatas di awang-awang, sekian lama menunggu karir stagnan dan tidak bergerak kemana-mana.
  • Orang-orang yang “menunggu karir” terancam kehilangan mata pencaharian yang selama ini menghidupi mereka bahkan kehilangan karirnya selama-lamanya ketika organisasi tempat ia bekerja mengalami kebangkrutan atau terjadi pegurangan tenaga kerja.
  • Ada batas waktu,dalam hal ini umur, bagi mereka yang “menunggu karir”. Ketika batas waktu telah selesai maka penunggu karir harus berhenti karirnya sehingga karir seseorang akan berhenti pada tahap dimana ia berada. Dia tidak mungkin lagi melanjutkan karirnya pada organisasi tersebut.

Pembangun Karir.

Nah, lain “penunggu karir” lain pula para “pembangun karir”. Para pembangun karir ini berpegang teguh pada prinsip dan kata-kata mutiara seperti yang diucapkan oleh Niccolo Machiavelli, penulis terkemuka Italia “Enterpreneur secara sederhana berarti mereka yang memahami sedikit perbedaan antara rintangan dan peluang serta mampu mengubah keduanya menjadi keuntungan.”.

Para pembangun karir adalah orang-orang yang merasa bahwa mereka harus berusaha untuk menang “Menang bukanlah segalanya. Yang terpenting adalah usaha untuk menang (Zig Ziglar)”. Kesempatan selalu ada dengan kemampuan mereka “Alam menciptakan kemampuan. Keberuntungan melengkapinya dengan kesempatan.(François de la Rochefoucauld)”. Selalu ada harapan untuk lebih baik “Di mana tidak ada harapan, di situ tidak ada usaha keras.(Samuel Johnson)”. Adanya keinginan dan mimpi untuk sukses serta tidak takut gagal “Sebesar apa sukses Anda diukur dari seberapa kuat keinginan Anda, seberapa besar mimpi-mimpi Anda, bagaimana pula Anda mampu mengatasi kekecewaan dalam hidup Anda.(Robert T Kiyosaki)”. Ide-ide kreatif yang dikonversikan menjadi peluang “Ide yang bagus sudah umum, yang tidak umum adalah mereka yang bekerja keras untuk mewujudkan ide tersebut.(Ashleigh Brilliant)”.

Bagi orang yang membangun karir, resiko dan keuntungan adalah setara, selalu ada resiko disetiap keputusan, dan selalu ada keuntungan di setiap keputusan. Bagi mereka, mencoba adalah sesuatu yang harus dilakukan tidak peduli apapun hasilnya yang penting kerja keras harus dilakukan. “penunggu karir” dan “pembangun karir” sama-sama bekerja keras dalam mencapai apa yang mereka inginkan, bedanya adalah orang yang menunggu karir bekerja keras untuk orang lain yang mempekerjakannya, memberikan segala tenaga, usaha, waktu dan pikiran untuk kemajuan organisasi, terkadang orang-orang ini tidak menjadi dirinya sendiri, coba saja tengok para “penunggu karir” demi mengejar  karir mereka akan sampai lupa makan, tidak sempat mengurus diri mereka sendiri, lupa istirahat, lupa bahwa mereka punya hidup lain selain bekerja,  ini dikarenakan setiap upaya yang ia lakukan adalah untuk membesarkan organisasi tempat ia bekerja, setiap usaha yang dilakukan digunakan untuk mencari sisi postif dari sudut pandang orang-orang yang memiliki pengaruh sehingga jaminan karir cemerlang bisa semakin cepat berada di depan mata.

Para “pembangun karir” melakukan kerja keras untuk mereka sendiri, tidak bagi siapa-siapa, kerja keras yang mereka hasilkan bagi mereka sendiri, membesarkan usaha dan karir mereka sendiri. Inilah yang membedakan keduanya. Mereka tidak perlu mencari muka dengan siapa-siapa karena mereka bersaing bukan dengan siapa di perusahaan namun dengan kompetitor di luar sana.

Ada kelebihan dan kekurangan menjadi seorang pembangun karir, keuntungan yang dihasilkan mungkin sebanding dengan kerugiannya. Beberapa kelebihan yang mungkin di dapat adalah:

  • Para pembangun karir tidak memerlukan kasta, semua orang bisa sukses asalkan mempunyai jiwa untuk membangun karir, tidak peduli anda seorang sarjana, tidak bersekolah, jika anda percaya bahwa setiap manusia bisa sukses dari hasil usaha dan kerja kerasnya sendiri maka ia akan sukses. Konsep keadilan yang menurut saya sangat adil. Setiap orang punya hak untuk menjadi sukses, tidak memandang usia, umur, pendidikan, dan agama.
  • Anda dapat menjadi direktur, anda tidak perlu menunggu waktu 10 tahun atau bahkan 20 tahun untuk menunggu kesempatan hanya untuk menjadi manajer seperti yang dilakukan oleh orang-orang yang menunggu karir. Anda tidak perlu bersaing dengan orang-perorang untuk mendapatkan karir yang anda inginkan. Ketika anda menjadi pembangun karir, anda bisa menjadi apa saja yang anda inginkan. Anda dapat menjadi direktur, manajer, pekerja biasa ketika anda menjadi pembangun karir.
  • Anda tidak perlu merasa tidak mendapat pekerjaan dan kehilangan pekerjaan. Daya kreatifitas, kemauan dan tekad yang kuat bisa menjadikan anda maju. Anda bahkan dapat membuka keran-keran air yang selama ini belum terbuka, menjadi penyambung hidup bagi banyak orang di luar sana bagi orang-orang yang belum memiliki karir. Membangun karir orang lain lebih baik daripada hanya menunggu karir kita menanjak tidak jelas kapan akan memenuhi tuntutan yang kita inginkan.
  • Tidak ada usia pensiun dalam kamus “sang pembangun karir”, ketika anda menjadi pembangun karir maka anda akan menikmati usaha anda seumur hidup bahkan keturunan anda bisa mewarisi usaha anda, jika karir yang dibangun sukses. Anda akan menikmati pundi-pundi yang terus mengalir. Anda tidak perlu takut tidak mendapatkan apa-apa setelah semua kerja keras anda selama ini. anda yang memulai maka anda pula yang akan menikmati semuanya.

Tidak ada yang sempurna di muka bumi ini, sesuatu yang memiliki kelebihan pasti memiliki kekurangan, begitu pula dengan para pembangun karir, ada beberapa kerugian yang harus mereka terima, misalnya:

  • Pendapatan para pembangun karir tidak selalu konstan setiap bulannya, kadang-kadang para pembangun karir bisa menerima “limpahan” yang sangat banyak, terkadang pula para pembangun karir harus menerima kenyataan hidup bahwa keadaan selalu tidak seindah yang selalu di bayangkan sehingga dibutuhkan kerja keras yang tidak kenal lelah dan menyerah di awal untuk membangun sebuah kematang konsep yang mumpuni.
  • Menjadi pembangun karir berarti memulai semua hal dari nol, butuh kesabaran, kerja keras harus melakukan sesuatu yang mungkin terlihat sangat baru. Namun disinilah peranan seorang pembangun karir, ketika ia telah memilih membangun karirnya maka pertimbangan serta kesiapannya untuk menerima segala hal yang mungkin dialaminya, baik itu kesiapannya untuk menerima kenyataan bahwa ia telah benar-benar sukses atau bahkan kenyataan bahwa ia harus menjadi orang yang gagal.
  • ·         Segala sesuatu dalam kaitannya dengan para pembangun karir serba tidak pasti. Organisasi belum pasti berjalan dengan baik dan lancer setahun ke depan, sepuluh tahun ke depan atau bahkan seminggu ke depan. Ketidakpastian kapan keuntungan yang ditunggu akan datang. Semua butuh usaha keras dari pembangun karir untuk memberikan “nyawa” kepada apa yang dia mulai.

“Menunggu karir” dan “Membangun karir”.

Tidak ada yang mudah, semuanya sulit, anda berpikir semuanya seperti membalikkan telapak tangan, anda salah. Semua butuh pengorbanan tidak ada yang berjalan instan. Semuanya butuh totalitas, loyalitas dan keseriusan. Tidak ada “Orang yang menunggu karir” yang tiba-tiba masuk ke sebuah organisasi kemudian langsung menjadi seorang direktur, manajer atau kepala staf (enggak tahu ya, kalau yang lewat jalur tidak resmi, misalnya nih, si bapak direktur utama di suatu organisasi terus kemudian anaknya diangkat menjadi manajer untuk meneruskan “jabatan atas dasar kekeluargaan”). Semuanya butuh waktu, usaha dan kesabaran tingkat tinggi untuk mencapai hasil yang diinginkan

Karir terkadang lurus, mulus, bengkok dan berlubang seperti jalan rayaTidak ada pula “Orang yang membangun karir” yang tiba-tiba langsung menuai kesuksesan, butuh waktu dan perjalanan panjang untuk meneguk manisnya sebuah perjuangan. Butuh waktu lama untuk membangun kepercayaan besar dari banyak pihak. Butuh banyak air mata yang ditumpahkan untuk melihat betapa banyaknya jalan berlubang, jalan kerikil, jalan becek, jalan berkelok untuk sampai kepada jalan yang mulus dan lurus.

Semua butuh proses panjang, semua butuh ketekunan dan keuletan, tidak bagi seorang “penunggu karir” namun juga bagi seorang “ pembangun karir”. Oleh karena itu, tidak ada yang buruk dari keduanya. Semuanya baik dan sama baiknya, tidak ada yang lebih baik antara satu dengan yang lainnya. Keduanya pilihan tinggal mana yang akan dijalani oleh kita. Tinggal manusia yang menjalaninya. Kalau manusia yang menjalaninya selalu serius, tidak pernah menyerah dan selalu sabar dengan apa yang dijalaninya maka ia akan menjadi pemenang baik itu sebagai seorang “penunggu karir” atau bahkan “pembangun karir”. Kalau yang menjalani tidak serius, mau di beri jabatan presiden atau bahkan direktur sekalipun tidak akan berguna atau memberi nilai tambah bagi apa yang dikerjakan. Toh, menjalani keduanya adalah sama baiknya dibandingkan dengan orang-orang yang hanya duduk, kemudian tidur lalu bangun lagi tanpa melakukan apa-apa (maksud saya menganggur dalam hal ini, sekali lagi saya cuma ingin lebih halus dalam menyampaikan) atau yang hanya menunggu ada durian runtuh turun dari langit layaknya seperti punguk merindukan bulan tanpa melakukan apa-apa.

Menjadi “orang yang membangun karir” atau “orang yang menunggu karir” hanya merupakan sebuah pilihan dan cara pandang manusia dalam mengambil keputusan. Seperti seseorang memilih motor merk A dan merk B dengan budget yang ia miliki. Tidak ada paksaan harus menjadi sesuatu yang tidak ia kehendaki, karena bagaimanapun perjalanan hidup manusia dalam berkarir adalah ia sendiri yang menentukan. Pilihan hidupnya sekarang menggambarkan keadaannya di depan. Tidak ada penyesalan karena waktu terus bergulir sehingga di butuhkan perencanaan matang bagi setia individu sebelum memutuskan.

Banyak orang tua mengatakan kepada anak-anaknya “tidak usah menjadi seorang ‘yang membangun karir’, masa depannya tidak jelas kalau tidak berusaha keras terus, ke depannya pasti bangkrut, modal habis, nanti mau makan apa, kenapa tidak menjadi seorang ‘yang menunggu karir’, hidup lebih jelas, masa depan terjamin dan tidak perlu modal, kalau mau menjadi seorang ‘yang membangun karir’ nanti dimulainya ketika sudah bisa mengumpulkan modal banyak”. Namun sekali lagi itu pilihan hidup.

Bekerja atau berkarir merupakan tuntutan hidup bagi manusia yang telah memasuki masa produktif, tidak mungkin manusia yang telah masuk masa usia produktif terus menggantungkan segala kebutuhannya kepada orang lain sehingga ia perlu bekerja atau berkarir, sehingga bisa dikatakan bahwa berkarir merupakan sebuah tuntutan hidup, masalah yang terjadi adalah apakah ia akan menjadi seorang yang “membangun karirnya” dari nol, atau orang yang “menunggu karir” untuk maju semua berawal dari pilihan bukan sebuah kebetulan atau sebuah keberanian dalam mencoba-coba, tidak mungkin seseorang mau menyerahkan kehidupan masa akan datangnya pada sebuah percobaan yang belum pasti, Manusia dibatasi oleh usia, orang yang menunggu karir baik itu di negeri atau swasta memiliki limitasi dalam usia untuk memulai karir mereka Sedangkan para pembangun karir tidak dibatasi oleh usia, mereka boleh memulai kapan saja mereka mau, sehingga perlu dipikirkan secara matang tidak boleh ada rasa keterpaksaan dalam memilih menjadi seorang yang menunggu karir atau yang membangun karir, semuanya sama baiknya sehingga jika dilakukan dengan perasaan terpaksa akan menghasilkan hasil yang “terpaksa” pula, namun jika dikerjakan dengan ikhlas maka semua yang datang dan apapun yang terjadi maka semuanya akan terasa jauh lebih mudah dan memberikan perasaan tenang serta nyaman bagi yang menjalankannya .

Jadi, apapun pilihan anda, itu semuanya baik buat anda, menjadi seorang yang “menunggu karir” atau  seorang yang “membangun karir”, karena yang mengerti diri serta kapasitas pekerjaan yang anda sukai adalah anda bukan orang lain tapi diri anda sendiri, sehingga kedewasaan berpikir akan memberikan anda pilihan yang positif bagi anda serta tidak membebani diri anda serta pikiran anda untuk menjalani keputusan yang telah anda pilih, keputusan penting inilah yang akan membimbing anda dalam meraih segala apa yang anda harapkan dari karir yang anda “tunggu” atau karir yang anda “bangun”.

PUSTAKA:
http://strategimanajemen.net/2009/03/30/3-jawaban-kenapa-karir-anda-mentok/
http://4antum.wordpress.com/2010/11/13/memlai-karir-dari-nol/
http://zeithmind.blogspot.com/2010/11/proses-perkembangan-karir-bagi-remaja.html
ab-fisip-upnyk.com/files/bab_9_manajemen_karir.pdf
http://suar.okezone.com/wisdom