UU No. 29 Tahun 2009 : Konsistensi Atau Pungli Dalam Berlalu Lintas

tanggal 1 april kemarin jadi momentum baru bagi perlalu lintasan di indonesia. UU tentang penggunaan helm standard berbasis SNI, atau standard nasional indonesia. UU penggunaan helm standard berstandard SNI ini menjadi lanjutan dari penerapan-penerapan yang sebelumnya. sebelum penerapan pemakaian helm standard berlogo SNI ada beberapa penerapan UU no.29 seperti anjuran untuk menyalakan lampu di siang hari bagi pengendara kendaraan bermotor, penggunaan helm standard dan larangan berbelok ke kiri secara langsung di perempatan.
jika ditilik penerapan undang-undang no.29 tentang berlalulintas untuk kendaraan bermotor ini, banyak hal yang sangat menguntungkan yang bisa diambil sebagai pelajaran seperti pada kasus anjuran menyalakan lampu motor pada siang hari dan penggunaan helm berstandard. dua aturan sangat ini sangat baik dalam mereduksi kematian akibat kecelakaan jalan raya yang banyak menimpa para pengendara sepeda motor. namun satu hal yang sama sekali tidak di sadari bahwa penerapan undang-undang ini misalnya untuk anjuran menyalakan lampu di saat siang hari tidak memiliki korelasi positif dengan UU No. 30 tahun 2007 tentang energi. di dalam undang-undang tentang energi ini disebutkan bahwa “peranan energi sangat penting artinya bagi peningkatan kegiatan ekonomi dan ketahanan nasional sehingga pengelolaan energi yang meliputi penyediaan , pemanfaatan dan pengusahaannya harus dilaksanakan secara berkeadilan, berkelanjutan, rasional, optimal dan terpadu”. artinya bahwa penggunaan energi harus dikelola secara optimal. menurut hemat penulis, penerapan anjuran menyalakan lampu ketika siang hari sangat tidak efektif, merupakan bentuk pemborosan energi dimana negara-negara maju yang sekarang sangat peka terhadap arti hemat energi dikarenakan dengan semakin menipisnya cadangan energi. mungkin penggunaan lampu pada siang hari dapat diefektifkan ketika memang jarak pandang berkurang, dikota besar dengna lalu lintas yang semrawut serta jalan negara lintas propinsi yang dilalui banyak mobil kelas berat.
begitupun juga dengan aturan penerapan larangan belok kiri langsung. aturan ini di langgengkan dengan tujuan melindungi pejalan kaki serta memberikan keteraturan dalam berlalu lintas. sebenarnya pembenahan kenyamanan bagi pejalan kaki dapat dilakukan dengan cara pembersihan trotoar dari para penjual, karena seperti kita ketahui trotoar mempunyai fungsi untuk pejalan kaki bukan sebagai sarana para pedagang menjajakan jualannya. namun karena pemerintah seakan tidak ambil pusing dengan masalah umum ini yang terjadi di semua propinsi indonesia dimana trotoar telah beralih fungsi.
kini aturan baru keluar kembali. aturan penggunaan helm standard dengan standardisasi SNI “standard nasional indonesia”. aturan penerapan ini selain untuk memberikan jaminan keselamatan dengan cara mereduksi akibat fatal bagi penggunanya juga untuk mengurung produk-produk luar yang tidak punya standard nasional indonesia. produk-produk standard indonesia dilindungi dengan logo SNI. ini seakan menjawab tantangan dunia global indonesia yang memasuki pasar bebas “China-ASEAN Free Trade Agreement”. aturan baru ini juga cenderung ketat yaitu bagi siapa yang kedapatan menggunakan helm standard yang tidak mempunyai logo SNI maka akan dikenakan denda sebesar 30.000.
yang menjadi masalah sekarang adalah akankah semua aturan yang telah dikeluarkan ini menjadi sebuah konsistensi yang akan terus dilanjutkan atau cuma menjadi aturan yang panas-panas tahi ayam dan menjadi sumber pungutan liar bagi beberapa oknum, kita tunggu seja seberapa lama aturan baru ini akan bertahan.

About these ads
    • noegroho
    • April 10th, 2010

    kemungkinan besar hanya untuk nambahin “ongkos” operasional yg d lapangan tuch… otomatis hrga “tilang ditempatnya” jg naik kan..??

    • gadis
    • April 12th, 2010

    kalo saya sich..untuk menyalakan lampu disiang hari menambah pemanasan global aja..masak siang hari nyalakan lampu..gelap kali…ktanya menekan angka kecelakaan (itu sich semua tergantung pengendaranya )kalo unuk helm SNI apa udah njamin kalo jatuh tidak sakit…sama aja pake helm abal2 ama helm SNi kalo jatuh sakit…iya to enak to hayo tak gendong..kalo helm SNI njamin kalo jatuh tidak sakit dah aku borong dah helm nya….JATUH TETEP SAKIT BRO

    • azuwar
    • July 26th, 2011

    Betul Gadis, kalau masalah lampu dinyalakan disiang hari dengan asumsi mengurangi kecelakaan memang itu sangat relatif kalau dengan keadaan infrastruktur jalan dan lalu lintas di Indonesia jika dibandingkan dengan negara lain. Yang pasti perlu kesadaran hukum melalui pembinaan oleh penegak hukum kepada masyarakat dan diimplementasikan dalam bentuk kongrit. Aparat aja banyak yang melanggar aturan lalu lintas, naif banget lah. Kita butuh tauladan Bapak2 yang terhormat, bukan teori atau himbauan belaka. Tapi kalau helm okelah, kalau mau standart itu baik tujuannya dan bisa mengurangi efek kecelakaan, bolehlah kalau helm ditetapkan harus standart. Kalau mau defensif dalam berkendaraan itu harus diwujudkan dilapangan bila perlu ditayangkan atau disosialisasikan ditelevisi, dan penegak hukum harus berada didepan untuk memneri contoh yang baik.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 34 other followers

%d bloggers like this: